Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Tamu untuk Dea


__ADS_3

"Dea...sayang...tunggu!",Kalen berlari mengejar Dea yang sudah terlanjur kesal dengannya.


"Sayang...jangan ngambek,Oke aku belikan sekarang tapi buka pintu dulu dompet aku ada dikamar",teriak Kalen di dekat pintu.


"Gak usah Kak, aku cari sendiri",balas Dea dari dalam.


Ceklek


Dea membuka pintu kamar dan telah siap untuk pergi mencari makanan yang sedang ia inginkan.


"Dera...kamu mau kemana?",tanya Kalen menghalangi langkah Dea.


"Mau cari ketoprak Kak",jawab Dea cuek.


"Aku antar.Kamu tunggu disini aku ambil kunci mobil sama dompet dulu di kamar",ujar Kalen segera memasuki kamar.


Dea melangkah menuju lantai dasar dengan raut wajah kesalnya.


"Dea kamu mau kemana nak, bukannya kamu masih pusing",tanya Marisa menghampiri menantunya itu.


"Pak Abdul ada gak Ma?",tanya Dea.


"Pak Abdul kan lagi nyupirin Papa ke kantor sayang, kenapa?",tanya Marisa.


"Aku mau--


"Sayang ayo...!",ujar Kalen.


"Kalian mau kemana sih?",tanya Marisa.


"Cari ketoprak Ma,Dea lagi pengen makan ketoprak katanya",jawab Kalen.


"Ketoprak?,di dapur ada sayang tadi Kaira beli dua",jawab Marisa.


"Sungguh Ma?", tanya Kalen.

__ADS_1


"Iya...emang kamu pengen banget ya Dea makan makanan itu?",tanya Marisa.


"Iya Ma...gak tau aja tiba tiba pengen makan makanan itu",jawab Dea.


"Ya sudah...yuk ikut Mama ke dapur!",ujar Marisa membawa menantunya itu ke dapur.


Setibanya di dapur Marisa memberikan plastik berisi satu bungkus ketoprak.


Dea langsung membuka bungkusan itu dengan mata berbinar.Ia begitu ngiler melihat makanan dengan kuah kacang itu.Dengan lahap Dea memakan makanan itu hingga habis tak tersisa.


"Sayang kamu--


"Makasih ya Ma",ujar Dea pada mertuanya.


"Iya sayang...",jawab Marisa yang sedikit curiga dengan menantunya itu.


"Dea... tunggu",ujar Kalen menahan sang istri yang akan beranjak pergi.


"Apa Kak...?",jawab Dea.


"Gak apa apa Kok Kak", jawab Dea datar berjalan meninggalkan Kalen yang terdiam dengan sikap dingin sang istri.


"Kalian berantem?",tanya Marisa melihat anak dan menantunya tampak tak baik baik saja.


"Sedikit salah paham Ma,tadi Dea minta aku belikan ketoprak, sungguh aku tak tau makanan itu.Ya jadi lah begini",jawab Kalen menghela nafas berat.


"Kamu temui Dea sana,Mama lihat moodnya lagi naik turun",ujar Marisa.


"Ya Ma...",jawab Kalen berjalan menuju kamarnya untuk membujuk sang istri.


Kalen menemukan Dea yang duduk dibalkon kamar bermain ponselnya.


"Sayang...maafkan aku",ujar Kalen bersimpuh dihadapan Dea sembari memegangi kedua tangan Dea.


"Kak...gak seharusnya juga aku maksa kamu tadi untuk membelikan makanan itu.Aku sadar aku hanyalah--

__ADS_1


Kalen membungkam bibir Dea dengan bibirnya dan m********* lembut.


"Maafkan aku,kamu sangat berarti untukku jadi jangan pernah berpikir jika kamu tak ada artinya untukku",ujar Kalen menyatukan kedua keningnya dan Dea sembari mengusap bibir Dea yang basah oleh salivanya.


"Kak...apakah aku terlalu kenak kanakan?",tanya Dea.


"Gak sayang.Aku saja yang tidak peka dengan keinginan kamu",jawab Kalen.


Dea tersenyum tipis lalu mengusap rambut Kalen dengan lembut."Kak...kamu gak balik kerja?",tanya Dea memandangi wajah sang suami yang begitu sangat tampan.


"Gak Dera...mungkin besok siang.Ada apa?.Apakah kamu ingin kesuatu tempat?", tanya Kalen menatap wajah sang istri yang polos tanpa makeup.


"Gak Kak...aku gak mau gara gara aku kerjakan kamu terbengkalai",jawab Dea.


Tok tok tok


"Siapa Kak?",tanya Dea saat mendengar ketukan pintu kamar.


"Gak tau sayang,aku lihat dulu",jawab Kalen beranjak meninggalkan Dea.


Kalen berjalan mengahampiri pintu kamar dan membukanya.


"Maaf Tuan muda dibawah ada tamu mencari Nona Muda Dea",jawab seseorang yang tak lain adalah pelayan.


"Baiklah... sebentar lagi kita turun",ujar Kalen.


"Siapa Kak?",tanya Dea menghampiri Kalen.


"Ada yang mencari kamu", jawab Kalen.


"Siapa?",tanya Dea.


"Entahlah...ayo kita temui dulu", jawab Kalen membawa Dea kembali ke lantai bawah rumah kediaman orangtuanya.


Dea mengehentikan langkahnya saat melihat seseorang yang duduk diruang tamu menatapnya penuh kebencian.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2