Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Aku akan melakukan apapun untukmu


__ADS_3

"Kak..."


"Ya..."


"Aku mau lihat kolam renangnya",ujar Dea.


"Di di dalam kamar ini atau di bawah sayang?",tanya Kalen.


"Disni juga ada kolam renangnya?",tanya Dea.


"Tentu...aku tak ingin jika berenang diperhatikan orang lain apalagi itu wanita lain selain pasangan aku yaitu kamu",jawab Kalen menyibak gorden pintu penghubung dengan kolam renang.


"Kak...kamu ada ada saja", geleng Dea terkekeh pelan.


"Kolam ini hanya untuk kita sayang,jika kamu ingin belajar renang pelayan pria takkan bisa melihat kemolekan tubuh kamu,karena kamu hanya milikku dan hanya aku yang melihatnya.Dan satu lagi kita bisa melakukannya dikolam renang seperti saat dirumah Mama", bisik Kalen menggoda sang istri.


"Mesum...",jawab Dea.


"Hanya sama kamu",jawab Kalen memeluk erat tubuh sang istri.


"Hmmmm..."



kira kira inilah kolam renang pribadi mereka ya.


"Mau coba?",goda Kalen menaik-turunkan alisnya.


"Apa sih Kak?",jawab Dea tersipu malu.


Byur


"Kak...",pekik Dea saat Kalen menggendongnya dan melompat bersama ke dalam kolam.


"Hahaha... bagaimana segar bukan?",kekeh Kalen memeluk erat pinggang Dea agar wanitanya itu tak tenggelam.


"Dingin Kak...", jawab Dea mengusap wajahnya yang basah.


"Bagaimana aku panaskan",goda Kalen membawa Dea ke tepian dan mengungkung tubuh sang istri.


"Kak aku takut--

__ADS_1


Kalen membungkam bibir Dea dan ********** dengan cukup kasar karena ia sungguh tak bisa lagi menahan diri melihat keindahan tubuh sang istri di balik gaun Dea yang basah hingga membuat bentuk tubuh Dea terekspos.


"Kak...ah--


Kalen menurunkan tali gaun Dea dan mengecup bahu polos Dea hingga meninggalkan jejak kepemilikannya.


"Kamu cantik sayang,aku sangat mencintaimu dam semua yang ada pada dirimu", bisik Kalen lalu mengecup leher jenjang Dea hingga wanita itu ******* tertahan.


"Kak aku--


"Kita lakukan disini",bisik Kalen membuka gaun Dea dengan satu kaki hentakkan.


S


K


I


P


(Bayangin sendiri ya..., aku gak bisa nulis yang begituan)


"Tidurlah... sebentar lagi aku bangunkan untuk makan siang dan sorenya kita cek kandungan kamu",ujar Kalen mengecup kening Dea cukup lama.


Dea yang sudah lelah dan lemas hanya mengangguk pelan lalu memejamkan kedua matanya dan tertidur.


"Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kamu sayang dan melindungi kamu",gumam Kalen menatap wajah polos Dea yang tertidur sangat damai.


Kalen memasuki walk in closet untuk berpakaian dan setelah ia keluar kamar untuk meminta pelayan membuatkan makanan untuknya dan sang istri.


Tring...


Diana is calling...


"*Ya Dii...ada apa?", tanya Kalen berjalan menuju ruang keluarga setelah meminta pelayan untuk memasakkan makanan untuk nya dan sang istri.


"Dimana Lo?",tanya Diana.


"Di kota xxx", jawab Kalen.


"Gila Lo... kenapa sejauh itu,hah?. Terus kuliah Dea gimana dan gue gimana nih ceritanya katanya ngawalin istri Lo",umpat Diana.

__ADS_1


"Terjadi sesuatu dan gue harus pindah jauh dan untuk Lo kuliah aja disana.Tinggal dua semester lagi kan",ujar Kalen.


"Hufffhh...ada apa sih.Tadi gue kerumah semuanya diam aja.Dan nyokap Lo kayak banyak melamun gitu dan gak mau makan lagi",ujar Diana.


"Mama ngomong apa sama Lo",tanya Kalen.


"Gak ada, Tante Marissa banyak diam",jawab Diana.


"Lo jaga adik gue aja disana,Kaira.Tenang gue yang gaji Lo",ujar Kalen.


"Ck...gak usah.Kaira adik gue juga Kalen.Kewajiban gue juga melindungi dia",jawab Diana.


"Hmmmm"


"Lo udah telfon Tante Risa?, kayaknya dia sedih banget", ujar Diana.


"Belum...nanti gue telfon",jawab Kalen.


"Ya udah gue tutup dulu mau latihan",jawab Diana yang memiliki hobi bela diri.


Klik


Kalen menghela nafas berat, sebenarnya ia tak ingin pergi sejauh ini lagian perusahaannya dikelola oleh orang kepercayaannya.Tapi ulah Kakeknya yang membuatnya harus membawa Dea jauh dari keluarganya.Apalagi ia tau Mamanya begitu menyayangi Dea.


"Maaf Tuan makanan siangnya sudah siap",ujar kepala pelayan.


"Tolong di letakan ke atas troli ya Bik",ujar Kalen.


"Baiklah Tuan",jawab pelayan itu patuh.


"Hmmm"


"Kak..."


"Hai...sudah bangun, hum.Kenapa tidurnya hanya sebentar?.Aku berniat makan bersama dikamar",ujar Kalen meminta Dea duduk diatas pangkuannya.


"Aku lapar",jawab Dea.


"Baiklah...ayo kita makan dulu",ujar Kalen membawa sang istri ke ruang makan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2