Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Ringkus dia


__ADS_3

"Kalen..."


"Ma..."


"Dea Kenapa Kalen?",ujar Marisa yang baru saja masuk ke kamar putranya itu saat tadi ia melihat Kalen memasuki rumah dengan tergesa-gesa.


"Pingsan Ma... tekanan darahnya rendah",jawan Kalen.


"Dea belum makan?",tanya Marisa saat melihat makanan yang diantar pelayan tadi masih untuk.


"Belum Ma...",jawab Kakek menghirupkan minyak kayu putih pada Dea.


Dan benar saja wanita itu mengerjapkan kedua matanya."K-Kak..."


"Sayang... syukurlah kamu bangun",ucap Kalen menciumi pipi Dea bertubi tubi.


"Kak--


"Masih pusing?",tanya Kalen mengusap pucuk kepala Dea.


"Huumm", lirih Dea.


"Mama akan minta Bibi untuk membuatkan bubur",ujar Marisa.


"Makasih Ma...", jawab Kalen.


"Kak... kenapa pulang?",lirih Dea yang masih terlihat pucat.


"Karena aku kuawatir sama kamu sayang",jawab Kalen memeluk Dea.


"Aku baik baik saja Kak,tadi aku hanya tidur",ujar Dea.


"Ya tidur...saat aku bangunkan kamu gak bangun bangun",jawab Kalen.


"Ak--


"Kamu tadi pingsan Dera, tekanan darah kamu rendah sayang",ujar Kalen.

__ADS_1


"Benarkah... bukannya aku tidur ya",gumam Dea.


Kalen tersenyum lalu mencium pucuk kepala sang istri."Kamu membuat aku jantungan sayang,aku takut kamu kenapa napa",lirih Kalen memeluk erat Dea.


"Kak..."


"Ya..masih pusing?",tanya Kalen.


"Sedikit...",jawab Dea.


"Makan dulu setelah itu minum obat lalu istirahat", ujar Kalen.


Tak lama seorang pelayan datang membawakan nampan berisi bubur.


"Ini Tuan muda buburnya",ujar pelayan.


"Terimakasih Bik",jawab Kalen diangguki oleh pelayan itu.


"Makan dulu sayang...",ujar Kalen meraih mangkuk berisi bubur ayam.


"Aku makan sendiri Kak",jawab Dea.


Dea menerima suapan dari sang suami hingga mangkuk itu kosong tak tersisa.Kalen mengusap bibir Dea yang terdapat sisa makanan dengan ibu jarinya.


"Minum obat dulu sayang",ujar Kalen.


"Gak Kak...nanti pusingnya pasti hilang sendiri", jawab Dea.


"Baiklah...aku ganti baju dulu ya",ujar Kalen bangkit dari ranjang.


Dea menyandarkan kepalanya didasbor tempat tidur.Rasa pusingnya sedikit berkurang.Dea memainkan ponselnya dan membaca pesan dari Aris yang mengatakan jika ia akan segera bertunangan dengan Shasa.


Dea bersyukur akhirnya pria akan segera berkomitmen dengan seorang wanita.Ia tau bagaimana kisah percintaan pria itu yang sering sekali berakhir dengan perpisahan.Tak ada wanita yang bertahan dengannya


karena kedekatannya dengan Aris yang sering membuat orang salah paham.Aris rela kehilangan kekasihnya asalkan jangan diminta untuk tak bertemu Dea.


"Chatt dengan siapa sayang?",tanya Kalen mendudukkan dirinya disebelah Dea.

__ADS_1


"Aris Kak,katanya ia akan bertunangan dengan Kak Shasa,HRD dirumah sakit milik kamu",jawab Dea.


"Oh ya... kapan?",tanya Kalen yang mulai menerima persahabatan istrinya itu.


Diawal Kalen memang begitu cemburuan namun akhirnya ia menerima karena Aris telah memiliki kekasih.


"Minggu depan Kak dan dia mengundang kita",jawab Dea.


"Aku akan usahakan datang untuk menemani istriku ini", ujar Kalen.


"Benarkah...?",tanya Dea dengan mata berbinar.


"Ya... sebegitu pentingnya dia untukmu, hum?",ujar Kalen.


"Dia sudahku anggap Kakak kandungku yang dulu selalu ada disaat aku begitu rapuh",jawab Dea.


"Apakah Kakak masih merasa cemburu padanya?",tanya Dea.


"Diawal iya,tapi sekarang tidak lagi karena kamu hanya milikku seorang dan takkan aku biarkan orang lain mendekati atau bahkan menyentuhmu",jawab Kalen sungguh sungguh membuat Dea terharu.


"Kamu gak ingin tidur?",tanya Kalen.


"Aku mau mandi Kak",jawab Dea.


"Sini aku bantu", ujar Kalen.


Kalen menggendong Dea menuju kamar mandi setelahnya ia keluar dan membiarkan Dea mandi.


Tring


"*Ya ada apa?",tanya Kalen.


"Bos...wanita itu keluar dari rumahnya",ucap orang itu.


"Ringkus dia",jawab Kalen.


Klik

__ADS_1


...***************...


__ADS_2