
"Sayang...aku gak mau kamu berhubungan lagi dengan pria yang bernama Devano itu",ujar Kalen.
"Kak aku gak ada hubungan apapun sama dia.Tadi dia telfon aku awalnya juga gak tau kalau dia yang telfon",jawab Dea jujur.
"Maaf jika aku sedikit posesif",lirih Kalen membawa Dea ke dalam pelukannya lalu mengecup pelan pucuk kepala Dea.Ia begitu takut kehilangan wanitanya itu.
"Ya Kak...",lirih Dea meski terkadang ia juga merasa Kalen sangat berlebihan jika menyangkut pria yang berdekatan dengannya.Tapi ia juga sadar diri jika ia saat ini seorang istri yang harus menjaga diri dan marwahnya sebagai seorang istri.
"Ayo turun,aku udah minta Bibik buatin susu hamil kamu sama sarapan",ujar Kalen melerai pelukannya.
"Iya Kak...aku ambil tas sama buku aku dulu",jawab Dea.
"Ya...buruan",ujar Kalen.
Dea melangkah keluar dari ruang belajarnya dikamar itu menenteng tas serta buku ditangannya.
"Ayo...",ujar Kalen mengambil alih buku ditangan Dea.
"Ya Kak...",jawab Dea mengikuti langkah Kalen keluar dari kamar.
"Kak...nanti aku dijemput Kaira ya, langsung nemani dia cari buku",ujar Dea.
"Ya...kamu hati hati ya.Ingat jika capek istirahat dulu",jawab Kalen.
"Ya my hubby",ujar Dea.
"Hmmm panggilan yang bagus",jawab Kalen merangkul pinggang sang istri menuju ruang makan.
"Hehehehe..."
"Ayo duduk...",ujar Kalen menarik sebuah kursi untuk Dea.
"Terimakasih Kak",jawab Dea.
"Sama sama sayang",balas Kalen ikut duduk disebelah Dea.
Semua orang tersenyum melihat perhatian Kalen pada Dea.
"Kalen..."
"Ya Kek...",jawab Kalen yang sedang mengambilkan sarapan untuknya dan juga Dea.
"Kakek udah usulin kalau Dokter Fika yang akan jadi wakil kamu",ujar Tuan Wiliam.
"Tak ada yang lain selain wanita Kek, ribet jika berurusan dengan wanita",ujar Kalen datar.
__ADS_1
Kalen memang tak ingin jika berurusan dengan wanita apalagi itu adalah masalah pekerjaan.Apalagi dia tau betul jika wanita akan mempersulit dirinya dengan segala dramanya.
"Kalen orangtuanya Fika memiliki 35% saham di rumah sakit kita.Jadi hanya dia yang bisa menjadi wakilnya",ujar Tuan Wiliam.
"Hufffhh...Baiklah tapi jika dia berulah aku akan mengundurkan diri dari jabatanku",jawab Kalen.
"Kalen --
"Keputusanku mutlak Kek",ujar Kalen.
"Kalen kamu tidak bisa--
"Semuanya bisa Kek,Kaisan bisa menggantikanku",ujar Kalen.
"Loh Kak...aku masih Coas",ujar Kaisan sedikit kaget.
"Bisa saja Kai ...jika kamu mau belajar", jawab Kalen.
"Sudah ini meja makan bukan meja kerja Pa",ujar Rendra.
"Hmmm..."
Dea menatap sang suami yang berwajah datar tanpa ekspresi.Ia tau suasana hati suaminya tidak baik baik saja.
"Minum susu hamil kamu sayang, setelah itu kita berangkat",ujar Kalen memberikan segelas susu khusus ibu hamil pada Dea.
"Good girls, kita berangkat.Kamu hampir telat ini",ujar Kalen.
Dea menyalami satu persatu anggota keluarga lalu pamit untuk berangkat.
"Kak... kenapa kamu nolak dokter Fika untuk jadi wakil kamu?", tanya Dea saat sudah didalam mobil.
"Hmmm... aku tak mau terjadi sesuatu dengan rumah tangga kita sayang.Karena aku tau dokter Fika sengaja meminta pada Papanya untuk menjadi wakilku.Wanita itu juga pernah meminta pada Papanya untuk dijodohkan denganku",tutur Kalen menatap sekilas Dea lalu kembali fokus pada jalanan.
"Jadi dia suka kamu Kak?",tanya Dea.
"Bisa jadi..",jawab Kalen acuh.
"Lalu kamu?",tanya Dea menatap intens Kalen.
"Aku?"
"Ya kamu juga suka sama dia?",tanya Dea.
"Kalau aku suka sama dia mana mungkin aku menolak dia untuk menjadi wakilku dirumah sakit sayang",jawab Kalen.
__ADS_1
Dea mengangguk pelan, entah kenapa perasaannya tidak tenang.Apalagi tiap hari suaminya akan bertemu dengan wanita itu.
"Kenapa sayang,hum?",tanya Kalen mengusap lembut bahu Dea.
"Gak Kak...",jawab Dea dengan senyuman yang dipaksakan.
"Kamu tenang saja wanita itu takkan bisa mendekatiku",ujar Kalen.
"Ya Kak...",jawab Dea tersenyum tipis.
Kalen tahu hati sang istri tak baik baik saja tapi ia tak mau berbohong dengan semuanya.Ia akan berusaha menggagalkan wanita itu di rapat nanti untuk menjadi wakilnya.
"Ayo turun sayang", ujar Kalen.
"Ya Kak...",jawab Dea membuka kunci mobil dari dalam.
"Tinggu...!.Kamu kenapa, hum?",tanya Kalen menahan lengan sang istri.
"Gak kenapa napa Kak.Aku--
"Aku hanya mencintaimu dan selamanya akan seperti itu.Aku takkan bisa berpaling dari kamu sayang secantik apapun wanita lain kamu paling cantik bagiku",ujar Kalen menatap kedua manik mata sang istri dengan tatapan penuh cinta.
"Kak aku hanya takut jika kamu tergoda dan--
"Itu takkan terjadi sayang.Disini ada darah dagingku,anak kita.Mana mungkin aku melepaskan kalian demi wanita itu",ujar Kalen mengusap lembut perut rata Dea.
"Kak... berjanjilah untuk tidak membuatku kecewa",ujar Dea dengan mata berkaca-kaca.
"Hei...bukan ini yang aku mau dari kamu tapi senyuman kamu",ujar Kalen mengusap air mata yang jatuh menetes di pipi sang istri.
"Jawab Kak...", rengek Dea.
"Janji sayang...demi kamu dan anak kita",jawab Kalen mengecup bibir Dea lalu ********** sekilas.
"Sudah ya...ayo turun!",ujar Kalen turun lebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk Dea.
"Terimakasih Kak...",ujar Dea.
"Ya sama sama sayang.Jangan bersedih lagi,oke",ujar Kalen menangkup pipi Dea dengan kedua tangannya.
Keduanya menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang melewati parkiran.Namun Kalen tak peduli jika ia dan Dea menjadi pusat perhatian.
"Kak...malu",lirih Dea.
"Biarkan saja sayang,aku tak peduli",jawab Kalen acuh.
__ADS_1
...****************...