
Tak lama pintu ruangan Kalen kembali diketuk,pria itu membukakan pintu ruangannya.Tampak Faris menenteng satu bungkus bubur ayam dan obat yang tadi dikirim oleh pelayannya dari rumah.
"Pak ini bubur beserta obatnya",ujar Faris menyodorkan kantung keresek kepada Kalen.
"Terimakasih Faris...",jawab Kalen diangguki pria lajang itu.
Kalen kembali menutup pintu ruangannya dan menghampiri Dea yang masih tiduran disofa."Sayang ayo makan buburnya dulu setelah itu minum obatnya",ujar Kalen membantu sang istri untuk duduk.
"Kak...aku bisa sendiri,aku hanya lemas aja kok",jawab Dea yang merasa Kalen memperlakukannya seperti orang sakit.
"Gak apa apa baby,sini aku suapi",ujar Kalen membuka sterofoam berisi bubur ayam lalu menyuapi sang istri.
"Biar aku saja Kak,kamu lanjutkan lagi pekerjaan kamu dulu",ujar Dea.
"Yakin...?",tanya Kalen.
"Iya...sana pekerjaan kamu banyak kan",jawab Dea.
Ya sudah... habiskan ya",ujar Kalen mengecup kening Dea cukup lama sebelum melanjutkan kembali pekerjaannya.
Dea memakan bubur itu meski tak habis karena rasa mualnya.Wanita itu mengambil obat mualnya lalu meminumnya.Dea merebahkan kepalanya disandaran sofa sembari memejamkan kedua matanya.
Kalen yang sibuk dengan laptop serta berkasnya sesekali memperhatikan sang istri.Ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar segera pulang ke rumah agar Dea bisa istirahat dengan nyaman.
"Masih mual sayang?",tanya Kalen menghampiri Dea sembari mengelus dengan lembut rambut Dea.
Namun yang ditanya hanya diam dengan mata yang tertutup dan nafas teratur.Kalen tersenyum tipis lalu memperbaiki tidur Dea Dee dengan hati hati agar wanitanya itu tidak terbangun.
Kalen meninggalkan Dea sementara untuk ada pertemuan dengan kliennya di ruangan milik Faris.Sebelum itu Kalen mengunci ruang kerjanya secara otomatis dari luar agar tak ada yang sembarangan masuk.
***
Dea mengerjab pelan menatap sekeliling,ia tak menemukan sosok sang suami yang tadi masih duduk di bangku kerjanya.Dea bangkit dari tidurnya lalu duduk mengumpulkan nyawanya.
Wanita hamil itu lalu melangkah ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.Ia tau pasti sang suami saat ini lagi bekerja.
Dea kembali duduk disofa untuk menunggu sang suami.
Tok tok tok
__ADS_1
Dea mengerutkan keningnya siapa yang mengetuk pintu ruangan sang suami dari luar.Wanita hamil itu melangkah menuju pintu ruangan sang suami lalu membuka handel kunci.
Ceklek
Dea mengerutkan keningnya saat melihat seorang karyawati dengan penampilan cukup ketat menatap Dea sinis.
"Maaf...cari siapa Kak?",tanya Dea.
"Kamu siapa?,kenapa ada diruangan Pak CEO?",tanya wanita itu penuh selidik.
Dea menatap namatag wanita itu yang merupakan manager marketing."Saya?",jawab Dea menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu...",sinis wanita itu.
"Saya--
"Oh saya tau kamu pasti sugar babynya Pak CEO kan?",tuduh wanita itu lancang.
"Anda kenapa--
"Panggil saya Bu Henny",ujar wanita itu pongah.
"Iya Bu--
Dea sedikit shock dengan apa yang terjadi tampak terdiam dengan kelakuan karyawan suaminya itu.
"Hei kamu...mana Pak CEO?",tanya wanita itu.
Dea membalikan badannya menatap wanita itu dengan lancang duduk disofa dan memegangi obat mual Dea.
"I-itu--
"Baby...kamu sudah bangun sayang",ujar Kalen yang baru saja datang bersama Faris.
"Kak...a--
"Kamu kenapa sayang?",tanya Kalen melihat wajah tegang Dea.
"A-aku--
__ADS_1
"Ayo masuk...",ujar Kalen membawa Dea masuk dengan mengenggam tangan sang istri.
"Pak saya--
"Siapa yang mengizinkan kamu masuk?",tanya Kalen datar.
"Pak tadi saya menunggu Bapak cukup lama di depan.Lalu dia si sugar baby Bapak menyuruh saya masuk",bohong wanita itu dengan senyuman yang berusaha menggoda Kalen.
"Sugar Baby?",beo Kalen dengan rahang yang mengetat.
Faris memejamkan matanya melihat kelancangan manager marketing itu.Ia tau ini adalah akhir dari karir wanita sombong itu.
"Iya...dia sugar Baby Bapak kan?, kelihatan",kekeh wanita itu tanpa malu.
"Faris..."
"Ya Pak..."
"Apa jabatan wanita ini",ujar Kalen datar dan dingin membuat wanita itu bergidik ngeri seketika.
"Manager marketing,Pak", jawab Faris.
"Apakah kamu tidak bisa menyeleksi pegawai yang beretika Faris.Apalagi untuk posisi penting seperti ini",ujar Kalen.
"Pak--
"Kamu saya pecat",ujar Kalen pada wanita itu membuatnya melongo lebar.
"Dan satu lagi yang kamu katakan sugar baby ini adalah ISTRIKU", sambung Kalen membuat wanita itu pucat pasi seketika.
"Keluar...", bentak Kalen membuat wanita itu terlonjak kaget.
Wanita itu langsung keluar tanpa bisa membela diri karena ia sudah ketakutan melihat ekspresi Kalen.Dia pikir bisa menggoda atasannya itu namun dia salah Kalen tak semudah itu tergoda.
"Kamu gak apa apa kan sayang?",tanya Kalen melihat wajah Dea yang masih tegang.Ia masih shock dengan semuanya yang terjadi.Hampir saja ia terjatuh akibat ulah wanita itu dan kemungkinan buruk jika ia tadi gak sempat berpegangan pada pintu ia pasti mengalami pendarahan dan kemungkinan buruk lainnya ia bisa aja kehilangan calon anak yang ia kandung.
"Baby... kamu kenapa?",tanya Kalen menangkup pipi Dea.
Faris segera meninggalkan ruangan Kalen karena ia tau atasannya itu butuh privasi.
__ADS_1
"Kak...",lirih Dea memeluk erat Kalen.
...****************...