
Faris melirik sang kekasih yang tertidur pulas disebelahnya.Pria itu tersenyum tipis dan kembali fokus pada stir mobil.Faris telah menghubungi Kalen kalau mereka akan sampai tengah malam.Agar Kalen tak mencemaskan Kaira yang masih bersamanya.
Kaira memutuskan untuk tidur karena sudah tidak kuat menahan rasa kantuknya.Dan akhirnya kini ia tertidur pulas.
Setelah satu jam berlalu akhirnya mobil Faris memasuki kediaman Kalen.Pria itu membangunkan Kaira namun gadis itu tampak tak terganggu sama sekali.
Faris menggeleng pelan lalu turun dari mobil,Kalen tampak sudah menunggu kedatangan mereka.
"Maaf Pak, Kairanya tertidur dan tidak mau bangun",ujar Faris saat Kalen menghampiri mobil Faris.
"Huh... kebiasaan anak itu", gerutu Kalen.
"Tolong bukakan pintu mobilnya Faris, biar saya bangunkan",ujar Kalen.
"Kasihan Kaira Pak jika harus dibangunkan.Gendong saja bagaimana Pak",jawab Faris.
"Ck... Faris ini diluar jam kerja kamu bisa memanggilku jangan dengan sebutan formal begitu",ujar Kalen.
"I-iya Kak...", jawab Faris canggung.
Kalen menggendong sang adik masuk kedalam rumah diikuti Faris dari belakang dan membawa tas milik Kaira.
Faris pamit untuk pulang,namun Kalen memintanya menginap karena jarak apartemen Faris dan rumah Kalen cukup jauh.Namun Faris menolak karena tak membawa pakaian ganti.
"Maaf Kak,a-aku tidak membawa pakaian ganti",ujar Faris saat Kalen memintanya untuk menginap saja karena hari sudah hampir dini hari.
"Pakai pakaian aku saja Faris,tunggu sebentar aku ambilkan dulu",jawab Kalen melangkah memasuki kamarnya yang sudah pindah ke lantai dasar atas permintaan sang istri.
Faris menghembuskan nafas berat,untuk pertama kalinya ia menginap dirumah ini.Tentu dengan kondisi dia adalah kekasih dari Tuan rumah.
"Ini... aku rasa muat.Tenang, pakaiannya baru kok",ujar Kalen.
"Te-terimakasih K-kak",jawab Faris yang masih canggung memanggil Kalen dengan sebutan Kak.
"Ya... istirahatlah dikamar tamu",ujar Kalen tersenyum tipis.
"I-iya Kak",jawab Faris melangkah menuju kamar tamu.
Pria itu memasuki kamar tamu dan menyalakan sakelar kamu.Seketika ia menatap isi kamar yang begitu tapi dan luas tentunya untuk ukuran kamar tamu.
Faris meletakan ponselnya di atas meja rias lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
Setelah selesai pria itu keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang lebih segar.Rasa kantuknya menguap begitu saja lalu pria itu meraih ponselnya untuk memantau restorannya melalui benda pipih itu yang terhubung dengan cctv restoran.
Pria itu memeriksa rekaman cctv hari ini karena jam segini restorannya sudah tutup.Tak ada yang janggal semua berjalan dengan baik.Untuk gadis yang kemarin malam yang sudah melewati batas dengan mencampurkan sesuatu pada minumannya sudah ia pecat.
Setelah selesai Faris memeriksa galeri fotonya yang dipenuhi oleh foto Kaira yang ia ambil secara diam diam.
Pria itu tersenyum tipis saat menatap foto Kaira yang sedang fokus pada kertas pekerjaan tampak memberengut.Mungkin saat itu gadis itu sedang banyak pekerjaan dan deadline begitulah pikir Faris.
Pria itu merebahkan tubuhnya di kasur empuk dengan berbatasan kedua tangannya dibelakang.Pria itu memejamkan matanya membayangkan wajah cantik sang kekasih yang terus datang saat ia memejamkan kedua matanya.
"Kamu membuatku gila,baby",batin Faris dengan mata yang terpejam dan bibir yang tersenyum tipis.
Akhirnya pria itu tertidur dengan posisi menelentang berbatasan kedua tangannya.
__ADS_1
***
Kaira membuka pelan kedua matanya lalu menatap sekitar.Tempat yang tidak asing baginya yaitu kamarnya sendiri.
"Bukankah aku tadi malam tidur di mobil Mas Faris ya.Kok bangun bangun sudah dikamar aja.Jam berapa sih ini?",gumam Kaira menoleh pada jam yang terletak diatas nakas.
"Sudah jam 05:30.Pantas saja",batin gadis itu lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk berwudhu mengerjakan shalat subuh.
Setelah menyelesaikan sholat dua rakaat, gadis itu membersihkan tempat tidur.Meski hari ini adalah hari libur bukan berarti ia bermalas-malasan.Ia berencana untuk joging mengelilingi kompleks seperti biasanya kalau ia libur.
Gadis itu turun dari lantai atas sudah siap dengan pakaian jogingnya.Rumah masih tampak sepi, mungkin Kakaknya saat ini sudah berada diruang gymnya.Dan sang Kakak ipar masih bergelung dibalik selimut.Kakaknya meliburkan pelayan dihari minggu agar mereka juga memiliki waktu dengan keluarga mereka.
Kaira mengerutkan keningnya saat melihat mobil Faris yang terparkir di halaman rumah Kakaknya pagi ini.
"Mas Faris kesini pagi pagi, ngapain?,ini kan weekend",batin gadis itu laku mengedikan bahunya keatas lalu berjalan menuju gerbang untuk keluar melakukan joging.
Sementara itu Faris yang baru saja keluar kamar berniat melakukan hal yang sama dengan Kaira melihat sekilas sang kekasih yang keluar gerbang.Buru buru pria itu berjalan keluar rumah menyusul gadis itu yang ia yakini juga melakukan olahraga pagi.
Benar saja tampak sang kekasih melakukan peregangan sembari berjalan santai.Pria itu tersenyum tipis lalu berlari mengikuti sang kekasih.
"Eheem...",Faris berdehem pelan.
Kaira menoleh dan tampak terkejut Faris yang memakai baju kaos dengan celana pendek dan juga sepatu milik kakaknya.
"Mas kamu--
"Kenapa?,ayo...nanti matahari keburu muncul",ujar Faris.
"Mas kamu kok pagi pagi ada disini?",tanya Kaira yang belum tau jika semalam Faris menginap.
"Bisa saja...",jawab Faris mulai berlari kecil sambil melakukan peregangan.
"Pertanyaan yang mana?",tanya Faris tetap menatap lurus ke depan.
"Ish...kamu menyebalkan Mas", sungut Kaira membuat pria itu terkekeh lalu mengacak rambut sang kekasih.
"Aku semalam menginap disini atas permintaan calon kakak ipar",jawab Faris.
"Oh... siapa yang pindahin aku kekamar semalam Mas?",tanya Kaira.
"Mau kamu siapa,hm?",jawab Faris tersenyum tipis.
"Ya gak tau...",jawab Kaira asal terus berlari disisi kiri Faris.
"Ya sudah jika kamu gak mau tahu",ujar Faris acuh.
"Ish... nyebelin", gerutu Kaira.
"Tapi cinta kan?",goda Faris.
"Tau ah...",jawab Kaira memalingkan wajahnya kesamping kiri menghindari tatapan Faris yang membuat jantungnya tak sehat.
"Benar nih kamu gak mau tahu siapa yang gendong kamu ke kamar",tanya Faris.
"Enggak...",kesal Kaira.
__ADS_1
"Hahaha... Kakak kamu,dia yang gendong kamu",jawab Faris.
"Kok bisa?", tanya Kaira.
"Bisa saja,kamu pasti inginnya aku yang--
"Enggak ya...",sela Kaira.
"Benaran,hm?", tanya Faris menghentikan langkahnya saat sampai di taman komplek dimana orang orang sudah tampak ramai.
"Iya...",jawab Kaira.
"Hahaha...akunya ingin sekali menggendong kamu,tapi aku sungkan dengan Kak Kalen.Jadi dia yang gendong kamu",ujar Faris berjalan lurus tak mempedulikan tatapan para wanita yang menatapnya penuh puja.
"Oh..."
"Masih mau lari gak?", tanya Faris.
"Boleh... belum keringatan nih",jawab Kaira.
"Yuk... keliling lapangan ini",ujar Faris.
"Ayo...",jawab Kaira mengikuti Faris yang lebih dahulu lari.
"Mas...kamu hari ini kemana?",tanya Kaira.
"Paling ke restoran, biasa weekend ini ramai, kenapa?",jawab Faris yang tampak mulai berkeringat dan itu membuat pria itu tampak makin seksi oleh Kaira.
"Gak kenapa-napa...", balas Kaira karena mukanya memanas melihat sang kekasih yang begitu seksi menurutnya.
"Mau ikut ke restoran gak?",tanya Faris.
"Boleh?",tanya Kaira balik.
"Kalau kamu mau,tapi nanti mungkin aku sedikit mengabaikanmu karena biasanya aku ikut bantu yang lain.Tapi biasanya weekend Mama ke restoran,jadi kamu nanti ada teman ngobrolnya biar dekat dengan calon mertua",jawab Faris.
"Ya...aku belum kenal dengan Mama kamu Mas, ketemuannya saat lamaran dadakan waktu itu",ujar Kaira.
"Mama baik kok orangnya",jawab Faris.
"Ya aku tau,kalau anaknya baik pasti ibunya juga baik.Kan biasa gitu",ujar Kaira menghentikan langkahnya karena capek.
"Duduk dulu!,kamu gak bawa air minum?",tanya Faris dengan nafas ngos-ngosan.
"Tidak... biasanya beli disini aja",jawab Kaira.
"Kamu tunggu disini sebentar,aku beli minuman dulu",ujar Faris diangguki Kaira.
Faris melangkah menuju pedagang kaki lima yang menjual minuman botol.Pria itu membeli dua botol minuman untuknya dan Kaira.
"Ini...!",ujar Faris menyerahkan sebotol minuman setelah membukakan penutupnya.
"Terimakasih Mas",jawab Kaira menegak air minuman itu secara perlahan.
"Ty...ty..."
__ADS_1
...****************...
Partnya panjang untuk kalian ya,jangan lupa dukungannya,bolehlah kalau ada yang mau kasih kopi.hehehe