Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Wanita ular


__ADS_3

"Kek... ini--


"Dea pipi kamu kenapa?di tampar Kalen?",tanya Tuan Wiliam menatap tajam cucunya.


"Ya gak lah Kek,Kalen sebenci bencinya sama cewek gak akan pernah melakukan kekerasan fisik apalagi sama istri Kalen sendiri",jawab Kalen.


"Lah terus?",tanya Tuan Wiliam.


"Di tampar Tiara Kek",jawab Rendra.


"Apa?... bagaimana bisa terjadi?",tanya Tuan Wiliam manatap cucu menantunya yang merebahkan kepalanya di pundak Kalen.


Rendra menceritakan apa yang tadi Dea ceritakan tanpa ada yang kurang atau dilebihkan.


"Apa rencanamu Kalen?",tanya Tuan Wiliam menatap cucunya.


"Sudah Kalen pikirkan Kek, sekarang Kalen ingin sedikit bermain main dengan perusahaaan ayahnya dengan mencabut saham milik Kalen dari sana biarlah Deri ayahnya yang memberi pelajaran pada putrinya itu lebih dahulu sebelum aku yang membalaskannya",tutur Kalen.


Bayu tersenyum miring,ia tau saham milik Kalen di perusahaan Papa Tiara cukup besar mampu membuat Deri ketar ketir olehnya.


"Apa tak ada cara lain selain menarik saham kamu dari sana,kita akan mengalami sedikit kerugian",ujar Kakek.


"Aku gak memikirkan ruginya Kek,aku gak rela istriku di begini kan", jawab Kalen menahan emosinya.


"Tapi--


"Kek... keputusanku sudah mutlak",ujar Kalen.

__ADS_1


"Kak...gak usah balas dendam kayak gitu,Kakak pasti akan rugi besar hanya karena aku", lirih Dea yang tak ingin Kalen melakukan nggak yang merugikan pria itu.


"Bagaimana lapor polisi saja Kalen?",ujar Bayu.


"Hmmm... penjara terlalu ringan untuknya, palingan dia bisa bebas bersyarat",jawab Kalen.


"Pa...tolong urus semuanya karena pekerjaan Kalen di ruang sakit juga banyak", sambung Kalen.


Dea terdiam antara bahagia karena begitu dipedulikan serta dan merasa tak enak hanya karena dirinya suaminya harus mengalami kerugian.


"Suamimu tak akan jauh miskin hanya dengan menarik sahamnya disana Dea",ujar Rendra melihat sang menantu yang tampak melamun.


"Papa benar sayang, dijelaskan kamu juga kamu gak akan mengerti", sambung Kalen.


Dea tersenyum tipis dengan hati tak enak."Aku ke kamar dulu Kak",ujar Dea diangguki Kalen.


"Mau aku antar?",tanya Kalen.


"Dea sepertinya butuh seseorang yang melindunginya karena dia wanita lembut yang tak suka kekerasan",ujar Rendra saat Dea telah menaiki tangga.


"Bagaimana Kalen?",tanya Tuan Wiliam.


"Entahlah Kek.Aku berharap secepatnya Dea hamil hingga ia bisa home schooling dan aku sendiri akan mengajukan diri sebagai dosenya",ujar Kalen.


"Ck...kejar target banget Lo", sindir Bayu.


"Hmmm Lo tau gue kan jika udah suka sama cewek",jawab Kalen datar.

__ADS_1


"Ya ya ya... POSESIF",ujar Bayu membuat Rendra dan yang lainnya terkekeh.


"Itu Lo tau",jawab Kalen.


"Jadi bagaimana ini, Kalen rencana apa yang terjadi kamu persiapkan untuk membalas wanita ular itu",tanya Rendra.


"Ada lah Pa",jawab Kalen tersenyum iblis membuat semua orang menggeleng pelan.


"Gimana jika Diana sepupu kamu yang tomboi itu jadi bodyguard Dea.Papa Diana bilang ke Papa jika tuh anak bakalan pindah ke kampus kamu mengajar yang artinya ia akan satu kampus dengan Dea",ujar Rendra.


"Aku serahkan sama Papa gimana baiknya karena kau gak bisa jaga Dea seharian",jawab Kalen.


"Baiklah...", balas Rendra.


"Kalen...gue balik dulu.Om...Kakek aku balik dulu ada sedikit kerjaan",ujar Bayu pamit.


"Ya...hati hati",jawab Tuan Wiliam.


"Titip salam ke Tante ya Om",ujar Bayu pada Rendra.


"Ya Bayu..."


Setelah Bayu pergi Kalen pun pamit untuk kekamar melihat keadaan sang istri yang tak baik baik saja.


Ceklek


Kalen menatap Dea yang meringkuk tidur diatas ranjang memeluk guling kesayangannya yang merupakan guling milik Kalen.

__ADS_1


"Aku akan membalaskan apa yang dia lakukan padamu my little wife",gumam Kalen mengusap lembut pipi memar Dea.


...****************...


__ADS_2