Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#235


__ADS_3

"Hadi...apa apaan kamu menganggu adik dari Dokter Kalen yang sudah memiliki calon suami",ujar Martin menemui sang adik di ruang kerjanya.


"Jadi Dokter Kalen ngadu ke Abang?", tanya Hadi.


"Berhentilah menganggu Kaira,Hadi.Demi keselamatan kamu",jawab Martin menatap tajam sang Adik.


"Salahku dimana Bang?,Kaira baru memiliki calon suami bukan suami",ujar Hadi.


"Hadi...calon suami Kaira adalah pria pilihan keluarganya.Jadi jika kamu tetap menganggu Kaira Abang rasa kamu tidak akan mendapatkan restu.Dan satu lagi jangan membuat Dokter Kalen meradang akibat kelakuan kamu jika kamu masih ingin rumah sakit ini ada.Dan jika sampai rumah sakit ini tutup gara gara kamu, Kakak sendiri yang akan memberimu hukumannya",jawab Martin lalu melangkah pergi dari ruangan sang adik.


"Argh...", erang Hadi.


"Kenapa di saat gue jatuh cinta selalu saja pada gadis yang sudah memiliki kekasih", batin Hadi mengusap wajahnya kasar.


***


5 bulan kemudian...


Faris menatap dirinya di pantulan cermin yang tampak gagah dengan jas berwarna hitam gelap yang membalut tubuh proporsionalnya.


Hari ini adalah hari peresmian kantor barunya setelah berjuang selama lima bulan lamanya.Meski belum sebesar perusahaaan Kalen.Faris membeli gedung delapan lantai beberapa minggu yang lalu untuk kantor barunya.Walau delapan lantai dia sangat puas itu adalah hasil kerja kerasnya.Ini bertepatan dengan 20 hari lagi menjelang pernikahannya dengan Kaira.


Masalah Hadi, pria biru telah menyerahkan untuk tidak menganggu Kaira lagi setelah Rendra turun tangan memperingatinya.Pria itu sadar jika dia hanya terobsesi untuk mendapatkan Kaira.Kini pria itu tengah menjalin hubungan dengan salah satu perawat yang bekerja dirumah sakit milik Kakaknya.


Dan untuk Papa Faris, pria itu telah menceraikan istri keduanya dua bulan yang lalu.Hubungan Faris dan Papanya mulai membaik karena Kaira yang meminta pria itu untuk tidak mendendam pada ayah kandungnya.


Juga hubungan Arita dan mantan suaminya itu juga sudah baik.Mereka sama sama berdamai dengan masa lalu.Karena semuanya sudah menjadi takdir kehidupan mereka berdua.Meski tak bisa bersama lagi mereka tetap akan menjadi Papa dan Mama untuk anak semata wayang mereka.


"Sudah siap sayang?", tanya Arita pada sang putra yang keluar dari kamarnya.


"Sudah Ma.Papa mana?",jawab Faris.


"Papa kamu katanya langsung ke sana",ujar Arita.


"Kalau begitu ayo kita berangkat!",jawab Faris membawa sang Mama keluar dari apartemen miliknya.


"Tidak jemput Kaira dulu?", tanya Arita.


"Kaira katanya berangkat sendiri Ma,dia ke kampus dulu ngumpulin tugasnya",jawab Faris berjalan menuju lift.


"Bagaimana persiapan pernikahan kalian?",tanya Arita.


"Sudah hampir 80% Ma.Tinggal baju pengantin Kaira yang akan selesai satu minggu lagi",jawab Faris.


"Mama merasa tak percaya jika putra Mama ini akan menikah",ujar Arita tersenyum tipis.


"Ini berkat Mama, terimakasih telah memberikan seorang gadis yang sangat baik untukku",jawab Faris.


"Berterimakasihlah pada Allah telah mengirimkan jodoh yang baik untukmu",ujar Arita.


"Selalu Ma",jawab Faris.


Ting


Keduanya melangkah keluar dari lift yang terhubung dengan basement apartemen.Faris memasuki mobil miliknya bersama sang Mama.Ia melajukan mobilnya meninggalkan parkiran mobil itu menuju perusahaanya.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam akhirnya Faris sampai di perusahaan barunya.Pria itu disambut oleh sekretaris yang sudah menunggu kedatangannya.


"Bagaimana,Deva?", tanya Faris berjalan beriringan dengan sekertarisnya dan juga sang Mama tentunya.

__ADS_1


"Semuanya sudah siap Pak,tinggal menunggu kedatangan Pak Wiliam dan juga Pak Arman",jawab Deva.


"Baiklah...",jawab Faris membawa sang Mama duduk disebuah kursi yang telah disediakan.


Pria itu mengeluarkan ponselnya menghubungi sang kekasih.


Sayang... sudah berangkat belum?


Tak ada balasan dari sang kekasih,pria itu mendesah pelan karena Kaira tidak online.Pria itu tampak gelisah menunggu sang kekasih yang tak bisa ia hubungi.


"Kenapa Ris?",tanya Arita.


"Kaira gak balas pesan aku Ma, ditelepon gak diangkat",jawab Faris.


"Mungkin lagi dijalan",ujar Arita.


"Semoga Ma",jawab Faris menatap arah pintu masuk.


Ting


Cinta


[Ini mau jalan kesana Mas dari kampus aku]


Hati hati ya sayang.Jangan ngebut dan fokus!


Cinta


[Iya Mas]


"Bagaimana?",tanya Arita melihat senyum di bibir sang anak.


"Kaira jalan ke sini Ma",jawab Faris.


"Apaan sih Ma",jawab Faris tersenyum tipis.


"Faris..."


"Kak Kalen, Kakek...Dea.Selamat datang",ujar Faris.


"Man...", dikecil Rania yang mengulurkan badannya untuk minta digendong.


"Wah... Rania di cuekin Paman ya",kekeh Arita.


Faris mengambil tubuh kecil Rania dari gendongan Kalen.Batita itu terlihat sangat senang dengan mengalungkan kedua tangannya dileher Faris.


"Kaira belum datang Ris?",tanya Dea.


"Lagi jalan ke sini Dea",jawab Faris.


"Oh...tuh anak berangkatnya duluan dari kita loh",ujar Dea.


"Kaira mampir ke kampusnya dulu Dea, untuk mengumpulkan tugasnya",jawab Faris.


"Oh..."


"Kakek,Kak Kalen silahkan duduk",ujar Faris.


"Iya...",jawab keduanya.

__ADS_1


"Duduk dulu Dea",ujar Arita.


"Iya Tante...",jawab Dea.


"Faris selamat ya...",ujar Rendra yang datang bersama Marisa.


"Iya Pa...",jawab Faris.


"Rania...kok sama Paman Faris,hm?", Marisa menoel pipi cubby Rania namun gadis kecil itu malah membenamkan wajahnya di leher Faris membuat semua orang tertawa.


"Ris...Kaisan katanya gak bisa datang.Mika belum bisa melakukan perjalanan jauh.Tapi dia titip salam selamat untuk kamu",ujar Marisa.


"Iya Ma... tidak apa apa",jawab Faris.


"Loh Kaira mana?",tanya Marisa tak melihat putri bungsunya itu.


"Lagu diperjalanan Ma",jawab Faris.


"Ty...",Rania bersorak melihat kedatangan Kaira yang begitu cantik dengan gaun berwarna hitam membalut tubuh indahnya membawa buket bunga berjalan dengan begitu anggunnya.


"Mas.... selamat ya...",ujar Kaira memberikan buket bunga pada Faris.


"Iya sayang...",jawab Faris tersenyum tipis melihat sang kekasihnya begitu cantik hari ini.


"Pak...Pak Arman sudah datang",ujar Deva menghampiri Faris.


"Saya akan menyambutnya Deva...",jawab Faris.


"Tak perlu Faris",ujar Arman yang datang bersama sekretarisnya.


"Arman maafkan aku tak menyambutmu",jawab Faris sungkan.


"Tidak apa Faris.Anak siapa?", tanya Arman menatap Rania dalam gendongan Faris.


"Anak Kak Kalen",jawab Faris.


"Oh..."


"Deva...ayo mulai acaranya",ujar Faris.


"Baik Pak...",jawab Deva.


"Rania...Paman mau--


"No no Mi", geleng gadis itu.


"Rania sama Aunty ya",ujar Kaira.


"Enngak Ty", geleng Rania mengeratkan pelukannya pada Faris.


"Rania sama Papi,ayo!",ujar Kalen.


Rania itu mau tak mau menurut karena gadis kecil itu sangat takut dengan Papinya.Kini Rania sudah berpindah ke gendongan Kalen.


Faris mengenggam lembut tangan Kaira melangkah menuju lobi untuk pemotongan pita.


"Kamu cantik", bisik Faris.


"Ehemmm...",Kalen berdehem pelan.

__ADS_1


Faris tersenyum kikuk saat Kalen menatapnya tajam.


...****************...


__ADS_2