
Kalen menunjukkan senyumannya evilnya saat mendapat kabar dari orang suruhannya.Ia tak akan memaafkan orang yang menyakiti orang yang dicintainya.
"Kamu akan membayar mahal tamparan yang kamu berikan dipipi istiriku Tiara",gumam Kalen tersenyum smirk dengan rahang yang mengetat.
Dea keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono milik Kalen yang menelan tubuh mungilnya.Ia tak ingin seperti kejadian tadi pagi yang membuatnya harus melayani sang suami.
"Kenapa memakai kimono milikku sayang?",tanya Kalen.
"Hehehe aku gak mau kamu--
"Apa hum?",goda Kalen mencium singkat bibir merah muda miliki Dea.
"Mesum...",ujar Dea.
"Hahaha,bukan Kalen namanya jika tidak mesum sayang dan itu cuma sama kamu",ujar Kalen mencubit hidung mancung Dea.
"Sakit Kak", rengek Dea.
"Maaf sayang...",ujar Kalen sedikit kaget jika cubitannya menyakiti sang istri.
"Ketipu...",ujar Dea yang langsung kabur masuk kedalam ruang ganti lalu menguncinya dari dalam.
"Dera...", ujar Kalen yang telah dibodohi oleh sang istri.
"Hahaha....maaf Kak",jawab Dea dari dalam ruang ganti.
"Awas kamu sayang...",ujar Kalen tersenyum penuh misteri.
Deg
Dea membeku mendengar ucapan sang sutradara yang ia yakini tengah merencanakan sesuatu untuknya.Dea segera berpakaian lalu keluar dari ruang ganti dengan mengendap ngendap.Ia tak melihat sang suami dimanapun.Ia bernafas lega jika Kalen gak berada dikamar.
"Cari apa, hum?"
"Ah...", pekik Dea.
"Berani sekarang mengerjaiku,hum?",ujar Kalen memeluk Dea dari belakang lalu melabuhkan sebuah kecupan pada bahu Dea yang terbuka karena Dea mengenakan gaun tali kecil.
"Ampun Kak... hahahaha",Dea tertawa lepas saat Kalen menggelitik pinggangnya.
"Masih mau mengerjaiku,hm?",ujar Kalen terus menggelitik pinggang Dea karena begitu bahagia melihat tawa lepas Dea.
"Hahaha Gak Kak... ampun",jawab Dea.
Kalen mengehentikan aksinya dan memeluk Dea dengan begitu erat."Aku mencintaimu", bisik Kalen tepat ditelinga Dea.
"Aku juga Kak...",jawab Dea masih menyisakan tawanya.
__ADS_1
"Teruslah tertawa seperti ini my little wife",ujar Kalen membalikkan tubuh Dea menghadapnya lalu mengecup pucuk hidung Dea.
Dea menatap dalam wajah sang suami yang begitu sangat tampan dan betapa beruntungnya ia memiliki Kalen.
"Kamu tampan Kak...",ujar Dea mengelus pipi Kalen.
"Baru menyadari jika suamimu ini tampan,hum?",tanya Kalen menatap intens Dea dan memeluk pinggang Dea dengan posesif.
"Tidak...tapi entah kenapa sekarang kamu terlihat begitu sangat tampan",puji Dea.
"Oh ya...jangan buat aku salah tingkah baby,aku bisa menerkammu sekarang juga",jawab Kalen merapatkan tubuh Dea padanya.
"Aku masih sangat lelah Kak",jawab Dea.
"Lalu kenapa kamu menggodaku?",tanya Kalen.
"Aku tak menggodamu Kak",jawab Dea berusaha melepaskan pelukan Kalen pada pinggangnya.
"Baiklah...pakai autermu sayang!",ujar Kalen melepaskan pelukannya.
"Ya...",jawab Dea memakai auter miliknya yang terletak di atas sofa.
"Ikut aku...!",ujar Kalen menarik pergelangan tangan Dea untuk mengikuti langkahnya keluar kamar.
"Kita kemana Kak?",tanya Dea.
"Ayo masuk...!",ujar Kalen membawa Dea masuk kedalam ruangan itu.
Kalen menyalakan lampu ruangan itu dan seketika Dea terpukau oleh isi ruangan itu.
"Kak... ini?"
"Semuanya aku simpan disini sayang",ujar Kalen membuka sebuah bingkai foto yang tertutup kain putih.
"Kak--
"Gadis kecilku...",ujar Kalen mengusap foto itu dengan tangannya.
"Kak... seandainya kita tak pernah bertemu lagi dan kamu menikah dengan orang lain lalu kamu apakan semua ini",ujar Dea dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi sayangnya kita dipertemukan baby,dan kita menikah",jawab Kalen.
"Jawab Kak!",ujar Dea.
Kalen tersenyum tipis."Ini akan menjadi kenangan sepanjang hidupku pernah mencintai seorang gadis kecil yang begitu cantik meski saat itu hanyalah cinta monyet tapi bagiku kamu cinta pertamaku",jawab Kalen mengecup pipi Dea.
"Kak...aku bahagia",ujar Dea.
__ADS_1
Kalen melengkungkan senyumannya lalu menarik Dea kedalam pelukannya."Maafkan kebodohanku yang gak menyadari kehadiranmu diawal pertemuan kita", lirih Kalen.
"Ya Kak...",jawab Dea membalas pelukan Kalen.
"Kak..."
"Ya sayang ,ada apa?",tanya Kalen mengurai pelukannya.
"Aku mau makan ketoprak",ujar Dea tiba tiba.
"Makanan apa itu?",tanya Kalen.
"Kamu gak tau ketoprak Kak?",tanya Dea.
"Gak sayang,apakah itu salah satu makanan favoritmu?",tanya Kalen.
"Gak juga sih Kak,tapi entah kenapa tiba tiba aku ingin sekali makan makanan itu",jawab Dea.
"Dimana ada orang menjualnya sayang?",tanya Kalen.
"Dipinggir jalan dekat taman kota biasanya ada Kak",jawab Dea.
"Jadi itu makanan pinggir jalan, bukan restoran?",tanya Kalen.
"Iya Kak..."
"Kita bikin saja ya sayang.Jauh lebih sehat dan higienis",ujar Kalen.
"Tapi Kak--
"Ayo kita minta Bibik untuk membuatkannya untukmu",ujar Kalen membawa Senjata keluar dari ruangan itu.
"Kak kita beli saja ya",jawab Dea.
"Dea...aku--
"Oke...aku akan minta salah satu pelayan untuk mencarikannya",jawab Kalen tak tengah melihat mata berkaca-kaca sang istri.
"Aku maunya kamu hanya cari Kak",ujar Dea.
"A-aku...?", tunjuk Kalen pada dirinya sendiri.
"Ya sudah kalau gak mau...",ujar Dea melangkah meninggalkan Kalen.
"Dea... shitt...",umpat Kalen saat menyadari istrinya itu ngambek.
...***********...
__ADS_1