Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#270


__ADS_3

Kaira sibuk bermain ponselnya karena Faris sedang mengecek laporan keuangan restorannya.Pria itu begitu sibuk dengan buku yang ada di hadapannya.Namun Kaira tak peduli,ia juga sibuk dengan game di ponselnya.


Faris menutup buku yang sejak tadi ia periksa,pria itu menoleh pada Kaira yang duduk di sofa bermain ponselnya.


"Lagi apa sayang?",tanya Faris.


Kaira yang fokus pada game nya tak menjawab pertanyaan sang suami.Hal itu membuat Faris menggeleng pelan melihat kelakuan sang istri.


Faris menghampiri sang istri lalu merebahkan kepalanya di atas pangkuan Kaira."Apakah Mas kurang tampan sehingga dari tadi Mas di cuekin?",tanya Faris menatap sang istri dari bawah.


Kaira mempause permainannya lalu mengusap lembut rambut klimis Faris."Kamu sudah selesai Mas?",tanya Kaira tanpa menjawab pertanyaan Faris.


"Sudah... kenapa gak jawab,hm?",ujar Faris mencubit gemas hidung mancung Kaira.


"Kamu tampan kok Mas,sangat tampan malah",jawab Kaira tersenyum tipis.


"Benarkah?",tanya Faris.


"Iya...Mas,makanya aku suka sama kamu",jawab Kaira.


"Suka doang nih?",tanya Faris.


"Sayang sama cinta juga",jawab Kaira.


"Mas juga cinta sama kamu,cinta mati malah",ucap Faris menatap dalam sang istri.


"Benarkah kamu cinta mati sama aku Mas?",tanya Kaira yang tak percaya.


"Iya...kamu segalanya untukku Mas",jawab Faris.


"Mas..."


"Hmmmm...ada apa sayang?",tanya Faris kembali duduk dan membawa Kaira ke atas pangkuannya.


Kaira mengalungkan kedua tangannya di leher Faris."Boleh aku tanya sesuatu?",tanya Kaira menatap kedua manik mata sang suami.


"Tanya apa sayang,hm?",jawab Faris mengecup pipi Kaira dengan gemas.


"Hmmmm... bagaimana perasaan kamu sama Kak Mika sekarang?",tanya Kaira.


"Menurut kamu?",tanya Faris membalas tatapan sang istri.

__ADS_1


"Aku gak tau,kan kamu yang punya perasaan",jawab Kaira.


"Kamu bisa menjawabnya dari kedua matanya Mas sayang.Disana hanya ada kamu dan juga disini",jawab Faris membawa tangan Kaira ke dada sebelah kirinya.


"Sayang...dia masalalu Mas,Kamu masa depan Mas sekarang.Kamu berhasil mengusirnya dari hati Mas sayang", sambung Faris.


"Aku takut--


"Ssssttt...tak ada yang perlu kamu takutkan sayang.Kamu pemilik hati Mas sekarang",jawab Faris.


"Aku cinta kamu Mas",ujar Kaira memeluk erat sang suami.


"Mas juga sayang.Sangat dan sangat mencintaimu",jawab Faris jujur karena memang tak ada lagi Mika dalam hatinya.Istrinya ini berhasil mencuri seluruh hatinya.


"Mas..."


"Ya... sayang",jawab Faris.


"Aku mau pulang",ucap Kaira.


"Baiklah...ayo kita pulang, tapi pamit sama Mama dulu sana di dapur",ujar Faris.


"Oke...",jawab Kaira lalu melabuhkan sebuah kecupan dipipi Faris dan turun dari pangkuan sang suami.


Faris bangkit dari duduknya lalu menyambar ponsel serta buku catatan tentang laporan keuangan restoran.Pria itu mengembalikan buku itu pada kasir.


Kehadiran Faris disana mencuri atensi para pengunjung wanita yang diam diam mengambil foto Faris.Entah untuk apa mereka megambil gambar Faris.Pria itu sudah menikah dan memiliki pawang yang begitu sangat cantik.


"Mas ayo!",ujar Kaira bergelayut manja di lengan kekar pria itu.


"Ayo sayang, sudah pamit sama Mama?", tanya Faris.


"Udah...",jawab Kaira mengangguk pelan.


Para pengunjung yang tadinya terpesona akan ketampanan Faris mendadak diam karena melihat seorang wanita cantik bergelayut di lengan pria itu.


Keduanya meninggalkan restoran itu menuju apartemen mereka yang tak jauh dari sana.Dan tak sampai lima belas menit mereka sudah sampai di apartemen.


Faris menenteng semua belanjaan milik Kaira memasuki apartemen.Sesampainya di unit Faris meletakan semua belanjaan itu diatas meja.


"Aku mandi dulu Mas",ujar Kaira menyambar sebuah paper bag berisi pakaian dalam miliknya.

__ADS_1


"Iya...Mas mandi dikamar sebelah ya",jawab Farid diangguki Kaira.


Kaira melakukan ritual mandinya dengan singkat karena hari sudah malam.Wanita itu mengenakan lingerie yang tadi ia beli di Mall.Lingerie berwarna hitam yang begitu sangat tipis dan sexy membuat kulit putihnya berhitung kontras dengan warna lingerie.


Kaira menatap penampilannya didepan cermin kamar mandi.Tak lupa ia menyemprotkan parfum di area lehernya.


Kaira membuka pintu kamar mandi dan keluar.Faris yang sedang memilih pakaian menoleh dan menatap sang istri dengan tatapan tak berkedip.Jakun pria itu naik-turun melihat pemandangan yang ada didepan matanya,bahkan adik kecilnya sudah terbangun.


Faris menutup kembali pintu lemari,ia melupakan niatnya untuk mengambil pakaiannya.


Kaira melangkah dengan pelan menghampiri Faris dan menurut pria itu sangat sensual.


Faris langsung merengkuh pinggang Kaira dan memeluknya erat."Nakal,hm?",ucap Faris menyentak tubuh Kaira hingga tubuh mereka tak ada lagi cela.


Kaira mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami."Kamu tidak suka Mas?", ucap Kaira tersenyum menggoda.


"Sangat...kamu begitu sexy malam ini baby.Dan jangan salahkan Mas jika esok pagi kamu tidak bisa lagi berjalan",jawab Faris dengan suara serak.


"Buktikan Mas?", bisik Kaira.


"Kamu menantang Mas sayang?", ucap Faris menenggelamkan bibirnya dileher jenjang Kaira.


"Kamu wangi sayang", puji Faris.


*


*


*


Faris terengah-engah mendapatkan pelepasannya begitu juga dengan Kaira.Kedua saling tersenyum lalu Faris melabuhkan sebuah kecupan di kening Kaira.


"Terimakasih untuk malam ini sayang,Mas sangat puas", ucap Faris lalu melepaskan penyatuannya.


Pria itu mengambil tisu basah lalu membersihkan area inti sang istri dengan lembut.


"Tidurlah, besok kita periksa kandungan kamu ke dokter ya",ujar Faris mengusap lembut perut rata Kaira.


Ia memang bermain pelan dan lembut tapi terkadang ia lepas kendali juga.Faris takut terjadi hal buruk dengan kehamilan sang istri.


Kaira memejamkan kedua matanya, tubuhnya tak lagi bertenaga sekarang.

__ADS_1


Faris menyelimuti tubuh polos Kaira setelahnya ia ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang begitu sangat lengket.


...****************...


__ADS_2