
"De--ril",gumam Kaira yang tampak pucat pasi, bagaimana bisa Kakaknya mengundang pria yang lebih melecehkannya datang ke sini.
Kaira berdiri dari duduknya lalu membawa Rania kembali masuk kedalam rumah.
"Kai... tunggu!",ujar Deril.
Kaira menghentikan langkahnya tanpa menoleh pada pria itu.
"Maafkan aku Kai, sungguh aku menyesal",ujar Deril.
Kaira tak menjawab kembali melangkah,namun Deril menahan pergelangan tangannya.
"Lepas...",pekik Kaira.
Faris yang sedang duduk di ruang tamu langsung berlari menuju sumber suara sang istri.
"Sayang--
"Mas...", Kaira langsung memeluk sang suami dengan begitu erat.
Rendra langsung menggendong sang cucu yang tampak kebingungan melihat Onty nya yang tiba tiba saja berteriak.
Faris menatap pria yang memakai baju koko berdiri tak jauh dari mereka."Kau--masih berani kau menganggu istriku", geram Faris menatap tajam Deril.
"Maafkan saya Kak,saya hanya meminta maaf pada Kaira, tidak lebih",jawab Deril.
"Ada apa ini Ris?",tanya Kalen yang ikut keluar saat sang istri mengatakan jika Kaira tiba tiba saja berteriak.
"Sayang, are you oke?",tanya Faris.
"Pergilah dari sini, sebelum aku kehilanganmu akal sehatku.Jangan pernah muncul lagi dihadapan istriku",ujar Faris tanpa menjawab pertanyaan Kalen.
"Aku ingin--
"Lupakan permintaan maafmu",jawab Faris.
"Kak ada apa?",tanya Kaisan.
"Kaisan, kenapa kamu mengundang pria ini kesini!",tanya Faris menunjuk Deril.
"Dia salah satu mahasiswa di kampus milik kita",jawab Kaisan.
__ADS_1
"Sayang...", pekik Faris saat Kaira tiba-tiba tak sadarkan diri dalam pelukannya.
Pria itu langsung membawa Kaira masuk dan masuk kedalam kamar untuk menidurkan Kaira diranjang.
"Ris--
"Kak tolong cek keadaan Kaira",ujar Faris yang terlihat panik sekaligus kuawatir pada Kalen yang memasuki kamar mereka.Kalen mengambil alat buang ia butuhkan dikamarnya yang terletak di sebelah kamar Kaira dan Mika.
Kalen langsung mengecek keadaan Kaira, pria satu anak itu juga sama akan halnya Faris yang juga tampak kuawatir dengan keadaan sang adik.
"Bagaimana Kak?", tanya Faris yang masih setia duduk disebelah sang istri.
"Dia mengalami syok berat dan siapa pria tadi Ris?",tanya Kalen.
"Dia pria yang dulu hampir melecehkan Kaira Kak",jawab Faris.
"Shitt... Kaisan kenapa kamu mengundangnya?",tanya Kalen.
"Aku tidak tau Kak jika pria itu yang melecehkan Kaira",jawab Kaisan.
"Sayang...ayo bangun,jangan membuat Mas cemas seperti ini sayang",lirih Faris mengecup punggung tangan sang istri.
"Iya Kak",jawab Kaisan langsung menelepon rekan kerjanya itu.
"Mik...maaf mengacukan acaramu",ujar Faris pada Mika yang berdiri disamping Kaisan dengan tatapan lurus pada sang istri yang masih memejamkan kedua matanya.
"Ya...",jawab Mika yang menatap lurus adik iparnya yang terbaring diatas ranjang.
"Sayang...ayo buka mata kamu!", lirih Faris mengusap lembut rambut Kaira.
"Faris sebentar lagi Dokter Ria akan datang,dia Dokter kandungan Mika juga",ujar Kaisan.
"Iya...",angguk Faris.
Sementara itu diruang kerja Kaisan,Kalen menatap tajam Deril yang sudah ketakutan."Apa sebenarnya sudah kamu lakukan pada adikku?",tanya Kalen.
"Jawab!", teriak Kalen untung para tamu undangan tak mendengar karena ruangan yang kedap suara.
Deril menceritakan semuanya tanpa ada yang dikurangi atau dilebihkan.Pria itu tak memiliki alasan lagi selain mengakui semuanya.
"Hukuman apa yang kau inginkan?",tanya Kalen dengan rahang yang mengetat.
__ADS_1
"Maafkan saya Kak,saya tak niat saat itu melecehkan Kaira.Saya hanya mengancamnya saja",jawab Deril.
"Kau tau akibatnya saat ini?, adikku ketakutan dan dia saat ini tengah hamil muda.Jika terjadi sesuatu padanya kau akan menerima akibatnya", ucap Kalen.
"Ampun Kak,saya tidak akan muncul lagi di hadapan Kaira", lirih Deril.
"Kau tau aku bisa saja menghabisi nyawamu saat ini juga.Tapi aku tak ingin mengotori tanganku untuk menghabisimu",ujar Kalen dengan suara yang menakutkan bagi Deril.
"Maafkan aku Kak, tolong jangan--
"Pergilah dari sini dan jangan lagi muncul dihadapan adikku",ujar Kalen.
"Ba-baik Kak",jawab Deril yang langsung pergi dari ruangan itu yang membuatnya ketakutan.
***
Dokter Ria memeriksa keadaan Kaira secara menyeluruh.Beruntung Kaira sudah sadar saat Dokter Ria datang.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?",tanya Faris.
"Dia mengalami syok dan juga sedikit stres hingga membuatnya mengalami kram hebat yang mengakibatkan ia sadarkan diri",jawab Dokter Ria.
"Tapi janinnya baik baik saja kan Dok?", tanya Faris.
"Ya...",angguk Dokter Ria.
"Syukurlah...",jawab Faris mengusap kasar wajah nya.
"Tolong dijaga tingkat stres sang istri ya Pak, kehamilan trisemester pertama sangat rawan meski kandungan istri Bapak tergolong cukup kuat",ujar Dokter Ria.
"Iya Dok",jawab Faris.
Setelah kepergian Dokter Ria, Faris memeluk sang istri dengan cukup erat."Kamu membuat Mas takut sayang", bisik Faris.
"Mas dia--
"Sssttt...jangan membahasnya lagi,oke", ujar Faris.
"Ya..."
...****************...
__ADS_1