Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Rujak mangga muda


__ADS_3

Kalen mendorong Dea ke dinding kamar mandi lalu mengungkungnya.Pria itu tersenyum tipis mengelus lembut rahang Dea membuat wanita hamil itu memejamkan kedua matanya.


Dea terkejut saat tiba tiba sesuatu yang basah menyentuh bahu polosnya.Wanita hamil itu menatap apa yang dilakukan sang suami pada bahunya yang meninggalkan jejaknya kepemilikannya disana.


"Kak...",lirih Dea.


"Hmmmm",seru Kalen menyatukan kening mereka menatap dalam Dea yang juga menatapnya.


"I love you...", bisik Kalen menyentuh lembut tengkuk Dea.


"I love you to Kak",balas Dea lirih.


Kalen tersenyum tipis lalu menggendong Dea ala bridal style keluar dari kamar mandi.Niatnya untuk mengerjai sang istri buyar melihat wajah pucat Dea yang kelamaan di kamar mandi.


"Kamu berendam di bathtub?",tanya Kalen menyelimuti tubuh Dea yang masih dibalut handuk dengan selimut.


"Iya Kak... dan--ketiduran",lirih Dea.


"Kebiasaan, hum?",gemas Kalen mengusap lembut kepala Dea.


"Hehehehe...",


"Lihatlah kamu terlihat pucat baby",ujar Kalen memeluk erat tubuh mungil Dea.


"Apakah sudah hangat?",tanya Kalen.


"Ya Kak...",jawab Dea mengangguk pelan.


"Kak aku mau rujak...",ujar Dea tiba tiba.


"Kamu ngidam lagi,hum?", tanya Kalen mengecup lembut pipi Dea yang terlihat makin cubby akibat kehamilannya.


"Ya..."

__ADS_1


"Ayo bersiap... kita keluar untuk mencari rujak yang kamu inginkan",ujar Kalen melepaskan pelukannya.


"Ya Kak...",jawab Dea bangkit dari duduknya menuju ruang ganti.


Kalen merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.Ia menghembuskan nafas berat karena ujian rumah tangganya yang datang silih berganti.Ia berharap setelah ini semuanya selesai agar ia dan Dea bisa hidup dengan tenang.


"Ayo Kak...",ujar Dea yang tak sabaran memakan makanan asam itu.


Kalen kembali duduk dari rebahannya tersenyum tipis melihat sang istri yang sudah siap dengan pakaian santainya.


"Rambut kamu digerai saja sayang",ujar Kalen membuka ikatan rambut Dea.


"Panas Kak...", rengek Dea.


"Aku gak rela leher jenjang kamu terekspos baby,hanya aku yang boleh melihatnya",jawab Kalen.


"Hufffhh...ya ya baiklah",jawab Dea yang kesal dengan suaminya yang begitu sangat protektif padanya.


"Ya Kak...tapi panas jika--


"Baiklah silahkan ikat kembali rambut kamu tapi nanti kamu gak boleh turun dari mobil.Biar aku saja yang turun membelikan rujak kamu",ujar Kalen bernegosiasi.


"Tapi aku ingin makan disana Kak",jawab Dea.


"Ya rambut--


"Baiklah...",jawab Dea pasrah.


"Good girl",ujar Kalen tersenyum puas.


Dea dan Kalen mencari rujak yang sedang di idamkan sang istri.Tak lama mereka berhenti disebuah gerobak penjual rujak.Kedua tidurnya dari mobil dan memesan rujak buah.


"Pak... banyakin mangga mudanya ya",ujar Dea.

__ADS_1


"Baik Neng...",jawab penjual rujak ramah.


"Duduk dulu sayang",ujar Kalen membantu Dea duduk disebuah kursi plastik yang disediakan penjual rujak.


Tak lama pesanan mereka datang dan Dea memakan rujaknya dengan begitu lahap.Kalen tampak meringis membayangkan kecutnya rasa mangga muda yang dicocol dengan bumbu rujak.


"Baby, makannya pelan pelan sayang",ujar Kalen saat Dea makan dengan lahapnya.


"Enak Kak", jawab Dea disela kunyahannya.


"Makanlah...",ujar Kalen tersenyum tipis.


"Dea..."


Dea mengehentikan suapannya dan menatap wanita paruh baya yang menatapnya lembut.


"I-ibu...", gumam Dea lirih.


Kalen mengumpat pelan melihat wanita yang selama ini berusaha ia jauhkan dari Dea."Apa lagi ini?", batin Kalen mendengus kesal.


"Sedang apa Nak?", tanya wanita itu lembut.


"A-aku--


"Ayo baby...kita pulang",ujar Kalen manarik pergelangan tangan Dea lalu membayar rujak yang telah ia pesan tadi.


"Kembaliannya ambil saja Pak",ujar Kalen pada penjual rujak itu.


"Sampai kapan kamu menjauhkan putriku dari ku Tuan muda Atmaja",ujar wanita paruh baya itu.


Kalen dan Dea menghentikan langkahnya.Dea tampak menegang mendengar apa yang baru saja ia dengar.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2