
Kalen membukakan pintu apartemennya setelah selesai berpakaian.Pria itu begitu kesal karena suara bel yang mengganggunya pagi pagi ini.
Ceklek
"Mama...",gumam Kalen.
"Hehehe...mana Dea?",tanya Marisa menengok kedalam apartemen putranya itu.
"Masuk dulu Ma...Dea lagi mandi",jawab Kalen mempersilahkan Mamanya masuk.
"Nih...Mama bawakan sarapan untuk kalian",ujar Marisa menenteng rantang yang ia bawa dari rumah.
"Ada apa Ma?,tumben ke sini pagi pagi?",tanya Kalen melirik pintu kamarnya karena sang istri tak kunjung keluar.
"Tadi Mama kebetulan nganter mobil Mama ke bengkel depan apartemen ini jadi sekalian aja Mama mampir bawakan sarapan untuk kalian.
"Oh..."
Ceklek
Dea keluar dari kamar milik Kalen dengan gaun yang dibelikan Kaira kemarin.Kalen termangu manatap Dea yang tampak begitu sangat cantik dengan gaun yang membalut tubuhnya dengan sangat begitu pas.Dia bersyukur jika semalam membawa Dea tidur dikamarnya jika tidak Mamanya akan tau jika ia dan Dea selama ini tidur terpisah.
"Dea... masaallah kamu cantik sekali dengan gaun ini sayang",ujar Marisa menghampiri menantunya.
"Mama...kapan kesini?",tanya Dea.
"Baru saja sayang,pas kamu lagi mandi",jawab Marisa.
"Oh..."
"Ayo kita sarapan!.Mama bawakan sarapan untuk kamu",ujar Marisa mengamit tangan Dea menuju meja makan dimana Kalen telah menunggu.
Kalen tersenyum tipis menatap Dea yang berjalan dengan begitu anggun.Pria itu entah mengapa tak bisa berkedip menatap sang istri yang begitu cantik.
"Kalen...Dea cantik bukan?",ujar Marisa pada sang putra.
"Eh...
Dea tersenyum tipis karena ia sadar diri karena dirinya bukanlah perempuan tipe Kalen.
Kalen tak menjawab pertanyaan sang Mama dan memilih untuk memulai sarapannya karena perutnya sungguh sangat lapar sekarang.
Mereka sarapan bersama menikmati masakan yang dibawa oleh Marisa.Tak ada pembicaraan diantara mereka.Setelah selesai sarapan Marisa memutuskan untuk kembali pulang.Sedangkan Kalen memasuki kamar untuk bersiap berangkat ke rumah sakit karena ia tak memiliki jadwal mengajar pagi ini dikampus.
Sementara Dea masih terlihat santai karena ia akan berangkat ke kampus sedikit siang.Gadis itu tengah asyik berchatting ria dengan sang sahabat,Aris.
"Ehemm..."
Dea menoleh kebelakang dimana Kalen menatap datar.
"K-Kak..."
__ADS_1
"Kamu tidak ke kampus?",tanya Kalen menatap sang istri.
"Masuk jam 10 Kak",jawab Dea.
"Mobilmu masih di rumah Kakek,ayo berangkat sekarang",ujar Kalen.
"Nanti saja Kak...temanku nanti akan menjemputku",jawab Dea karena ia telah meminta kepada Aris untuk mengantarkannya ke kampus karena pria itu pagi ini tidak masuk kerja.
"Temanmu cewek atau cowok?",tanya Kalen menatap tajam Dea.
"Co-cowok Kak",jawab Dea.
"Baiklah..."
Prang
Dea terlonjak kaget saat Kalen membanting pintu apartemen cukup keras.Gadis itu meraba dada sebelah kirinya yang berdetak cepat karena saking kagetnya.
"Aneh...tiba tiba baik eh sekarang main banting pintu", gerutu Dea melanjutkan chattingannya dengan Aris.
Kalen berjalan melewati lorong apartemen dengan wajah dingin dan datarnya.Dia sudah berusaha untuk mendekatkan diri dan mencoba menerima pernikahannya tapi Dea seperti tidak peka.
Pria itu meninggalkan apartemennya dan menelpon pak Abdul untuk menjemput istrinya sebentar lagi ke apartemen.
"Siapa teman pria Dea itu?",gumam Kalen menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan basmen apartemen.
Cari tahu siapa teman dekat Dea...
Kalen meletakkan ponselnya didasboard mobil setelah mengirim pesan kepada asisten Kakeknya.Kalen tak lagi percaya kepada orang lain selain orang orang kepercayaan Kakeknya setelah di khianati oleh orang kepercayaannya sendiri.
Setibanya dirumah sakit Kalen langsung menuju ruangannya namun langkah berhenti saat seorang gadis berdiri didepan ruangannya.
"Kak Kalen...",ujar gadis itu tersenyum lebar.
"Kamu...mau apa kamu kesini?",tanya Kalen datar.
"Mau ketemu Kakak lah,siapa lagi.Aku dengar Kakak jadi pimpinan rumah sakit ini sekarang",ujar gadis itu dengan mata berbinar.
"Iya...apa maumu?",tanya Kalen.
"Aku...aku--
"Cepat katakan!.",ujar Kalen.
"Aku...diminta Papaku datang kesini karena katanya Kakak adalah jodoh yang telah disiapkan Papaku untukku",ujar gadis itu malu malu.
"Kamu bukan seleraku?",ujar Kalen tajam menatap gadis itu.
"Kak--
"Pergilah... katakan pada Papamu itu jika aku tidak akan pernah menjadi menantunya",ujar Kalen dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"Kak...kamu--jahat", pekik gadis itu berlari meninggalkan Kalen dengan air mata membanjiri pipi mulusnya.
"Hufff...masalah apa lagi ini",gumam Kalen memasuki ruangannya.
Kalen tampak fokus pada pekerjaannya tak mempedulikan ponselnya yang dari tadi berdering.Semenjak ia menjadi CEO ruang sakit ia jarang dan hampir tidak lagi mendapat jadwal operasi.Kini pria itu fokus pada laptopnya memantau dari jauh bisnis yang kini ia jalani dengan menggunakan modalnya sendiri.Karena tak selamanya ia menjadi CEO rumah sakit ini suatu saat adiknya juga berhak akan posisi ini.
Sementara itu Dea terkejut saat dilobi apartemen karena Pak Abdul telah menunggunya dan membukakan pintu penumpang untuk Dea.
"Pak...
"Silahkan masuk Non,saya diminta Tuan Muda untuk mengantarkan Non Dea ke tempat kuliahnya",ujar Pak Abdul.
"Tapi Pak... saya--
"Ayo masuk Non!",ujar Pak Abdul.
"Saya ada yang jemput Pak",ujar Dea.
"Tapi Non...Tuan muda meminta saya untuk mengantarkan Non Dea.Tolong Non... jangan buat saya dalam masalah karena tak mengantarkan Non Dea siang ini",ujar Pak Abdul dengan raut wajah penuh permohonan.
"Hufff...baiklah Pak",jawab Dea pasrah karena tak tega jika Pak Abdul kena masalah hanya karena dirinya.
Dea memberikan kabar pada Aris jika dirinya telah berangkat diantar sopir yang disiapkan oleh mertuanya.
Sesampainya dikampus Des langsung menuju kelasnya namun ia dihadang oleh seorang gadis yang menatapnya penuh selidik.
"Heh...anak baru,tajir juga Lo diantar mobil mewah edisi terbatas", ujar gadis itu sinis.
"Maaf...kamu siapa?",tanya Dea.
"Aku--
"Dea...
Dea menoleh pada seorang pria yang kini tersenyum padanya.
"Kak eh Pak Devano",ujar Dea.
"Pagi Pak Devan...",sapa gadis tadi tersenyum canggung.
"Pagi...ada apa ini ribut ribut", tanya Devano.
"Gak ada Pak...saya mau kenalan dengan dia,anak baru di fakultas ini", jawab gadis itu.
"Pak Devano saya ke kelas dulu",ujar Dea meninggalkan Devano dengan gadis itu yang menatapnya tajam.
"Dea... tunggu!", teriak Devano.
"Pak Devan, Bapak ditunggu diruang keprodi",ujar salah satu mahasiswi menghampiri Devano.
"Ah ya... terimakasih ya",jawab Devano melangkah meninggalkan gadis tadi yang menatapnya penuh kagum.
__ADS_1
Dea menghembuskan nafas panjang karena berhasil menghindari Devano.Sesuai permintaan Kalen ia akan menjaga jarak dengan Devano.
...****************...