Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Pergi Ke Mall


__ADS_3

"Kamu ke Mall mau beli apa,hm?",tanya Faris melirik sekilas sang kekasih yang sibuk dengan ponselnya membalas komentar diakun media sosial tentang foto yang ia unggah.


"Lihat nanti saja Mas",jawab Kaira yang tetap fokus pada ponselnya.


"Jika ada orang bertanya itu menjawabnya lihat orangnya sayang,gak sopan kamu",tegur Faris.


"Hehehe...maaf Mas",kekeh Kaira tersenyum lebar manatap sang kekasih yang mengggeleng kepal melihat kelakuannya.


"Kamu lagi apa?,chatt sama siapa,hm?", tanya Faris menatap penuh selidik.


"Aku lagi balas komentar teman teman aku Mas.Tadi aku upload foto kita jadi banyak komentarin",jawab Kaira.


"Coba lihat Mas fotonya!",ujar Faris.


"Ini...",Kaira memperlihatkan foto yang ia unggah.


"Kok wajah Mas di blur sih sayang", tanya Faris.


"Emang sengaja agar tak ada orang yang lihat wajah tampan calon suamiku", jawab Kaira membuat Faris terkekeh.


"Memangnya Mas setampan itu sayang?",tanya Faris.


"Ya...", angguk Kaira membuat Faris senang bukan main karena dipuji tampan oleh orang yang ia cintai.


"Sayang kita sekalian cari cincin ya",ujar Faris mengalihkan pembicaraan.


"Untuk apa Mas?",tanya Kaira mengerutkan keningnya.


"Untuk pernikahan kita sayang,kita belum membelinya kan", jawab Faris.


"Oh..."


Tak lama mobil mereka sampai disebuah Mall terbesar di kota itu.Kedua memasuki Mall dengan bergandengan tangan.


"Kita mau kemana dulu?",tanya Faris.


"Hmmm aku mau beli skincare Mas,udah pada habis.Tapi kita beli cincin dulu aja",jawab Kaira.


"Oh... baiklah",jawab Faris dengan wajah datarnya.


Mereka memasuki salah satu toko perhiasan yang ada di mall itu.Keduanya disambut ramah oleh pegawai toko.


"Selamat datang Tuan dan Nona,ada yang bisa kami bantu?",tanya pegawai toko dengan ramah.


"Cincin couple dengan model terbaru",jawab Faris.

__ADS_1


Pegawai toko itu mengeluarkan dua pasang cincin couple terbaru koleksi mereka."Ini Tuan",jawab Faris.


"Kamu mau yang mana sayang?",tanya Faris.


"Yang ini Mas",tunjuk Kiara sebuah cincin yang ada didalam etalase.


"Yang itu koleksi Minggu kemarin Nona dan hanya satu satunya koleksi milik kami",jawab pegawai toko.


"Ambilkan saja!",ujar Faris.


Pegawai toko itu mengeluarkan cincinnya itu dan memberikannya pada Kaira.


Kaira langsung mencoba cincinnya dan ternyata ukurannya sangat pas dijari manis gadis itu.


Faris melakukan hal yang sama dan ukurannya sedikit kekecilan namun pegawai toko bersedia memperbaiki.


"Kita ambil yang lain saja Mas jika cincin untuk kamu kekecilan",ujar Kaira.


"Tidak sayang,kamu menyukainya dan kata pegawai tokonya bisa diperbaiki,jadi no problem",jawab Faris.


"Kamu mau perhiasan yang lain?",tanya Faris.


"Enggak Mas...", jawab Kaira dikuti gelengan kepala dari gadis itu.


Faris tak peduli dengan tatapan para wanita yang berusaha mencari perhatiannya.Baginya hanya pada Kaira lah pria itu akan menjatuhkan pandangannya.


Kaira tersenyum tipis melihat sikap kaku dan datar kekasihnya itu.Ia yakin Faris tak semudah itu digoda.


Kaira segera mengambil apa yang ia butuhkannya karena ia yakin saat ini Faris tak nyaman dengan tatapan wanita yang ada diruangan itu.


"Sayang... pakaian ini!",ujar Faris memberikan kartu miliknya saat Kaira akan membayar.


"Aku punya kok Mas",jawab Kaira.


Faris berdiri dari duduknya lalu memberikan kartu itu pada kasir itu."Katakan pada kasirnya nomor PIN nya tanggal lahir kamu", bisik Faris.


"I-iya...",jawab Kaira yang tak menyangka jika Faris menjadikan tanggal lahirnya sebagai nomor PIN dari kartu milik pria itu.


"Mas ini...!",ujar Kaira memberikan kembali kartu itu kembali pada Faris.


"Simpan saja,itu juga akan menjadi milikmu nantinya",jawab Faris mengenggam tangan Kaira keluar dari ruangan yang membuatnya tak nyaman dengan tatapan para wanita yang ada disana.


"Mas kamu yakin aku yang simpan?,ini kartu--


"Iya sayang...itu untukmu mulai sekarang",ujar Faris.

__ADS_1


"Baiklah....",jawab Kaira tersenyum tipis.


"Masih ada yang mau kamu beli?",tanya Faris.


"Enggak Mas,besok aja bareng Mama kamu",jawab Kaira.


"Kamu janjian shopping sama Mama?",tanya Faris terus berjalan dengan menggandeng tangan sang kekasih.


"Iya besok...boleh kan?",jawab Kaira.


"Tentu sayang.Kita langsung pulang atau kamu mau kesuatu tempat terlebih dahulu?",tanya Faris.


"Hmmm... pulang aja Mas",jawab Kaira.


"Baiklah sayang",ujar Faris.


"Faris..."


Pria itu menatap datar seorang wanita paruh baya yang menghadang langkahnya.


"Apa kabar Nak Faris?", tanya wanita paruh baya itu.


"Baik...",jawab Faris datar.


"Dia calon istri kamu?",tanya wanita paruh baya itu menunjuk Kaira yang tersenyum tipis.


"Iya...",jawab Faris merengkuh pinggang sang kekasih untuk memperlihatkan Kaira sebagai gadis yang telah menaklukkan hatinya.


"Maaf Ayuni selama ini menganggu kamu,kini dia sudah Tante kirim ke keluar negeri untuk tinggal bersama Kakeknya.Dia tidak akan mengganggu kamu lagi",ujar wanita paruh baya itu yang ternyata adalah ibu dari Ayuni.


"Ya...",jawab Faris tanpa ekspresi.


"Faris Tante minta ma--


"Maaf Tante aku harus mengantarkan kekasih ku pulang",jawab Faris membawa Kaira pergi dari hadapan wanita paruh baya itu yang menatap kepergiannya dengan tatapan nanar.


Bukan apa Faris bersikap seperti itu, dulu wanita paruh baya itu juga ikutan menghina dirinya yang tak memiliki apa apa tak pantas untuk putrinya,Ayuni.Sampai saat ini kata kata pedas itu masih terngiang di telinga pria tampan itu.


"Mas....dia Mamanya Kak Ayuni?",tanya Kaira saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Iya....jangan bahas dia lagi ya sayang",jawab Faris.


"Baiklah...",ujar Kaira yang merasa kekasihnya itu memiliki masalah serius dengan Mamanya Ayuni.Ia tidak akan ikut campur jika Faris belum mau bercerita padanya bagaimana hubungannya dulu dengan Ayuni.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2