
"Mik...maafkan perkataan mertuaku tadi ya,ia memang suka begitu jika sudah suka sama seorang gadis",ucap Dea saat kedua mertuanya sudah memasuki kamar.
"Ya gak apa apa, Nona",jawab Mika.
"Tapi menurut kamu Kaisan itu gimana, jujurnya aku sebenarnya juga kepikiran seperti Mama agar kita tak ada jarak lagi,layaknya saudara",aku Dea.
"Ha?,gak mertua,gak menantu sama aja",batin Mika.
"Gimana Mik?", tanya Dea.
"Dia masih kecil sepertinya Nona, sedangkan saya lebih suka pria yang lebih tua dari saya",jawab Mika.
"Hanya beda dua tahun,Mika.Dan itu menurutku gak masalah",ujar Dea.
"Nona...maaf saya belum memikirkan kearah sana",jawab Mika.
"Hufffhh Baiklah...",jawab Dea,ia yakin Mika akan jadi saudari iparnya karena jika mertuanya suka berkehendak pasti terwujud.
Sementara tak jauh dari sana seorang pria tersenyum misterius."Menarik...",gumamnya.
Dea memutuskan untuk bersantai ditaman belakang menandai taman bunga.Ia suka bosan dirumah karena tak lagi ke kampus karena sudah mengajukan cuti.Meski saat ini ada mertuanya tapi ia tak mau menganggu karena Marisa berisitirahat karena perjalanan jauh.
"Jangan melamun,Dea",ujar seseorang.
"Eh...Kak Kai...",Dea tersenyum tipis melihat adik iparnya yang berusia lebih tua darinya.
"Belum merasakan sakit?", tanya Kaisan duduk dihadapan Dea.
"Kadang kadang aja sih Kak Kai...",jawab Dea.
"Hmmm...mau lahiran normal?", tanya Kai
"Iya Kak--
"Jangan mendekati istriku saat aku tak ada di rumah Kai",ujar Kalen tiba-tiba.
"Kak kamu sudah pulang?", tanya Dea menyalami punggung tangan sang suami.
"Ya baby...",jawab Kalen mengecup kening Dea.
__ADS_1
"Ck... dasar posesif",ledek Kaisan beranjak pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.
Kalen tak mempedulikan ucapan sang adik.Menurutnya wajarlah ia bersikap seperti itu.
"Hai anak Papi.Assaamuallaikum sayang",ujar Kalen mengecup perut buncit Dea.
"Waalaikum salam Papi",jawab Dea.
"Aku sayang kalian",ucap Kalen mengecup punggung tangan Dea dengan penuh kelembutan.
"Kita juga Kak",jawab Dea.
"Sampai kapan kamu akan memanggilku dengan sebutan Kakak,hum?", tanya Kalen.
"Hah?, kenapa memangnya Kak,ada yang salah?",tanya Dea mengerutkan keningnya.
"Ya...karena aku bukan Kakakmu tapi suamimu",jawab Kalen.
"Tapi itu hanya sebuah panggilan Kak",ujar Dea.
"Tak bisakah kamu memanggilku dengan sebutan Mas,atau yang lainnya", tanya Kalen.
"Emang kamu mau dipanggil apa sih Kak?",Kekeh Dea.
"Hubby...ya hubby",jawab Kalen.
"Hahahaha...apa gak terlalu norak sih Kak?", tanya Dea.
"Norak dari mananya sih baby,hum?.Hubby itu artinya suami.Lalu apa salahnya sih?",ujar Kalen.
"Baiklah hubby",jawab Dea.
"Begitu kan enak didengar,lebih romantis",ujar Kalen.
"Ehemmm..."
"Eh...Ma.Mama udah bangun?", tanya Dea melepaskan rengkuhan tangan Kalen dipinggangnya.
"Mama gak tidur Dea,hanya rebahan saja",jawab Marisa.
__ADS_1
"Oh..."
"Kalen...kamu masih kerja?", tanya Marisa.
"Gak Ma.Semua sudah diurus Faris",jawab Kalen.
"Lah katanya tadi kamu ke kantor",ujar Marisa.
"Ada beberapa berkas yang harus aku tandatangani Ma, Faris dalam perjalanan pulang dari kota D",jawab Kalen.
"Harusnya kamu cari sekretaris Kalen",ujar Marisa.
"Gak Ma...Faris saja cukup",jawab Kalen.
"Ya terserah kamu aja,nanti jika Dea melahirkan bagaimana.Gak mungkin kan Dea sendiri yang urus bayi kalian",ujar Marisa.
"Aku akan carikan baby sitter yang handal Ma untuk bantu Dea",jawab Kalen.
"Baiklah..."
"Oh ya asisten pribadi Dea itu baik kan orangnya?", tanya Marisa.
"Maksud Mama--
"Ya...untuk adikmu Kai",jawab Marisa.
"Dia lebih tua dari Kai,Ma",ujar Kalen.
"Iya Mama tau.Tapi hanya dua tahun kan,gak masalah",jawab Marisa.
"Ma... emangnya Kai mau?", tanya Kalen.
"Mau..."
"Apaan sih Ma,main jodoh jodohin aku",ujar Kaisan.
"Dia cantik kok Kai, serta baik dengan Dea",jawab Marisa.
Kalen tersenyum tipis,ia tau adiknya itu tak suka dengan yang namanya perjodohan."Terima aja Kai,lihat aku dan Dea saling mencinta kok pada akhirnya",ujar Kalen.
__ADS_1
"Kak...",gumam Kaisan menatap tajam sang Kakak.
...****************...