Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Makan malam


__ADS_3

Setelah selesai Kaira keluar dari ruangan kerja Faris.Gadis itu memasuki ruangan Kakaknya kembali untuk memberikan laporan itu.


"Kak Dea,Kakak kesini?", tanya Kaira menghampiri Kakak iparnya itu yang sedang memangku Rania.


"Iya...Kakak cemas sama kamu yang belum juga pulang",jawab Dea.


"Hehehe...maaf Kak, salahkan suami Kakak yang menugaskan aku untuk meeting bersama Kak Faris",ujar Kaira dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal.


"Kamu gak menghubungi Dea jika Kakak menugaskanmu?",tanya Kalen.


"Enggak", geleng Kaira.


"Pantas saja Kakak kamu menyusul ke sini",jawab Kalen.


"Tapi Kakak senang dong di kunjungi Kak Dea",ujar Kaira.


Kalen tersenyum tipis lalu mengangguk pelan."Oh ya Kakak dan Kak Dea pulang dulu",ujar Kalen.


"Tapi Kakak belum memeriksa pekerjaaanku",jawab Kaira meletakkan map berisi laporan itu diatas meja kerja Kakaknya.


"Kakak yakin hasilnya sudah benar karena yang membuatnya adalah Faris",jawab meraih Rania dari dekapan Dea.


"Oh ya Kakak pulang dengan mobil Dea,mana kuncinya",ujar Kalen.


"Aku ikut pulang sekalian", jawab Kaira.


"No...Kakak ingin menikmati waktu berdua dengan Kakakmu,sini kuncinya",ujar Kalen meminta kunci mobil itu dari Kaira.


"Lalu aku pulang dengan siapa Kak.Emangnya Kakak gak bawa mobil?", rengek Kaira.


"Gak,Kakak dijemput Faris tadi pagi",jawab Kalen.


"Pulanglah bersama Faris nanti",ujar Kalen.


"Tapi--


"Dah...Ty",ujar si kecil Rania melambaikan tangannya padanya saat Kalen melangkah meninggalkan ruangan itu.


"Dah... Rania",jawab Kaira.


"Ck...tau begitu tadi aku nolak aja disuruh mengantarkan berkasnya",ujar Kaira menggemaskan bokong di sofa tunggal.

__ADS_1


Kaira beranjak dari duduknya untuk kembali keruangan Faris,ia akan mengatakan untuk nebeng dengan pria itu.


Tok tok tok


Hening


Tak ada jawaban dari dalam dan kembali gadis itu mengetuk pintu namu tetap sama.


"Jangan jangan Kak Faris udah pulang lagi", gumam Kaira.


Gadis itu berbalik namun tiba tiba ia terperanjat kaget saat seseorang berdiri dibelakangnya.Ia tak bisa menjaga keseimbangannya dan hampir saja terjatuh.


Beruntung orang itu langsung menangkap tubuhnya hingga ia kini berada dalam pelukan pria itu.


"Kak...aku pikir kamu sudah pulang",ujar Kaira saat orang itu membantu Kaira berdiri.


"Kenapa?",tanya orang itu yang tak lain adalah Faris.


"Aku nebeng ya",jawan Kaira.


"Bukankah kamu tadi membawa mobil?",tanya Faris memasuki ruangannya diikuti oleh Kaira dari belakang.


"Kak Dea menyusul kesini dan Kak Kalen pulang bersama dengan istrinya itu menggunakan mobil yang aku bawa.Dia tak mengajakku serta",jawab Kaira.


"Kak Kalen bilang aku pulang bersamamu Kak",jawab Kaira.


"Tapi aku pulang agak lama,ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan",jawab Faris.


"Aku akan menunggu dan tak akan menganggumu Kak",jawab Kaira.


"Kamu yakin?", tanya Faris.


"Ya,yakin seyakin-yakinnya",jawab Kaira tersenyum lebar membuat Faris terpesona dengan pemandangan itu.


"Baiklah... duduklah disana,aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu",ujar Faris menunjuk sofa.


"Oke...",jawab Kaira patuh lalu duduk disana sembari bermain ponsel.Sedangkan Faris duduk dikursi meja kerjanya melanjutkan pekerjaannya.


Waktu terus berlalu tak terasa hari telah berubah gelap.Faris menatap jam tangannya yang menunjukkan 18:49.Itu berarti ia bekerja sudah cukup lama.


Pria itu melirik sofa terlihat Kaira yang tertidur dengan ponsel masih ditangannya.Faris megambil foto Kaira lalu mengirimkan pesan pada Kalen jika dirinya dan Kaira masih berada dikantor.

__ADS_1


Setelah terkirim pria itu merapikan tempat kerjanya.Lalu membangunkan Kaira yang masih tertidur lelap.


"Kai... bangun",ujar Faris menepuk pelan pipi sang gadis.


Namun gadis itu tampak masih tenang di alam mimpinya.Faris tersenyum tipis melihat pemandangan itu.Tak ingin menganggu tidur gadis itu Faris memasukkan ponsel gadis kedalam tasnya lalu menggendong gadis itu.


Saat didalam lift Faris tak henti hentinya memandangi wajah cantik Kaira yang tertidur dengan damai.


"Dasar kebo",batin Faris lalu keluar dari lift menuju mobilnya yang telah disiapkan oleh security di depan lobi karena pria itu tadinya meminta security mengambilkan mobilnya di basement.


"Terimakasih ya Pak",ujar Faris.


"Ini kuncinya Pak", jawab security setelah Faris meletakan Kaira didalam mobil.


"Pegang aja Pak,saya punya kunci satunya lagi.Nanti jika saat perlu bantuan Bapak gak susah",ujar Faris.


"Ya Pak", jawab security itu patuh.


Faris menjalankan mobilnya dan sebelumnya Faris menurunkan jok mobil agar Kaira tidur dengan nyaman.


Ditengah perjalanan Kaira membuka matanya dan menatap sekeliling.Ia berada didalam mobil dan gadis itu melihat Faris yang sedang fokus menyetir.


"Jadi Kak Faris gendong aku ke mobil?",batin Kaira yang masih menatap Faris yang belum menyadari dirinya sudah terbangun.


"Maaf merepotkan Kak Faris yang sudah menggendong aku ke mobil",ujar Kaira.


"Kamu sudah bangun?",tanya Faris tanpa menjawab ucapan Kaira.


"Ya..."


"Kak kita kemana?", tanya Kaira saat menyadari mobil Faris berbelok arah.


"Kita makan malam dulu,tadi aku sudah menghubungi Pak Kalen jika kita pulang terlambat",ujar Faris.


"Baiklah...",jawab Kaira.


"Mau makan dimana?",tanya Faris.


"Terserah Kak Faris saja",jawab Kaira.


Faris membawa Kaira kesalah satu restoran Jepang.Keduanya turun lalu masuk,namun tiba tiba seseorang menghadang keduanya.

__ADS_1


"Hai Faris..."


...****************...


__ADS_2