
Kaira mematut dirinya didepan cermin dengan memakai gaun berwarna navy yang cukup tertutup karena ia sudah kapok memakai pakaian terbuka setelah kejadian kemarin.Dengan rambut yang ikat keatas gadis itu tampak begitu anggun meski tanpa gaun terbukanya.
Malam ini ia akan menemani Faris ke pesta pernikahan teman pria itu.Setelah selesai Kaira memasang high heel dengan warna senada dengan baju tau ia kenakan.Hingga tubuh langsingnya begitu tampak begitu ideal.
Ceklek
"Ehemmm...mau ke mana nih",goda Dea.
"Kak Dea...ada apa Kak?",tanya Kaira menatap Kakak iparnya itu.
"Gak... tadinya mau panggil kamu untuk makan malam tapi kayaknya kamu mau pergi",jawab Dea.
"Ya Kak...",ujar Kaira.
"Sama Faris?", tebak Dea.
"Ya Kak,ke pesta pernikahan temannya",jawab Kaira.
"Oh.... kirain dinner",gelak Dea.
"Ish...Kak Dea mah suka gitu,udah kak jangan goda aku lagi",sungut Kaira.
"Hahaha...udah cantik gak boleh cemberut",ujar Dea menyisakan tawanya.
"Maaf Nona, dibawah ada Tuan Faris",ujar pelayan membuat keduanya menoleh.
"Iya Bik, sebentar lagi saya turun",jawab Kaira.
"Ayo turun,udah ditunggu",ujar Dea.
"Iya Kak", jawab Kaira menyambar tas pestanya.
Keduanya turun ke lantai dasar, kedua pria yang sedang berbincang tampak terpaku melihat keduanya.
Faris begitu terpukau oleh penampilan Kaira malam ini.Ia pikir gadis itu anak kembali memakai pakaian terbuka.Tapi diluar dugaannya gadis itu sungguh tampak anggun dengan gaun yang cukup tertutup.
"Jaga Kaira baik baik,jangan sampai kejadian tadi siang terulang lagi, Faris",ujar Kalen.
Ya Kalen sudah tau tentang kejadian tadi siang karena anak buahnya langsung menghubunginya.Ia tidak bisa menyalahkan Faris karena itu murni kelalaian sang adik yang suka memakai pakaian terbuka.Dan juga Faris sudah mengingatkan adiknya itu untuk tidak memakai pakaian terbuka tapi
adiknya tetap ngeyel.
"Iya Pak...", jawab Faris.
"Ini diluar jam kantor Faris,kamu bisa memanggilku dengan sebutan lainnya seperti Kakak atau Mas", ujar Kalen.
"I-iya Mas",jawab Faris dengan terbata-bata.
"Kak aku pergi dulu",ujar Kaira menghampiri sang Kakak.
"Ya...hati hati",jawab Kalen.
Keduanya berangkat meninggalkan kediaman Kalen.Kaira duduk diam di sebelah Faris yang fokus menyetir mobilnya.
"Aku pikir kamu akan memakai gaun yang terbuka",ujar Faris memecahkan keheningan.
"Gak Kak,kapok aku",jawab Kaira.
Faris tersenyum tipis sangat tipis."Kenapa?", tanya Faris.
"Kejadian tadi siang itu membuat aku trauma memakai pakaian minim",jawab Kaira.
__ADS_1
"Itulah kenapa aku memintamu memakai pakaian tertutup", timpal Faris.
"Tapi dengan pakaian ini kamu tetap cantik kok", sambung Faris.
Blush
Kaira memalingkan wajahnya kearah kaca jendela karena wajahnya saat ini memanas karena pujian yang dilontarkan Faris padanya.
"Kai..."
"Ah iya Kak,ada apa?",tanya Kaira yang sedikit gugup.
"Kamu mungkin mengenal pengantin wanitanya,dia teman satu sekolahmu kalau gak salah",ujar Faris.
"Oh ya .. siapa namanya Kak.",tanya Kaira.
"Aku juga gak tau, temanku mengatakan jika istrinya itu teman adik Pak Kalen",jawab Faris.
Tak lama mobil mereka sampai disebuah gedung dimana pernikahan teman Faris diadakan.
Keduanya turun dari mobil dan memasuki gedung itu dengan Faris mengenggam jemari Kaira dan itu sudah dari persetujuan Kaira sendiri.
Kedatangan mereka disambut tuan rumah yaitu Mama dan Papa dari temannya.
"Selamat datang Faris, silahkan masuk",ujar Mama dari Faris.
"Terimakasih Tante",jawab Faris.
"Ini calon kamu?", tanya Mama temannya itu.
"Doakan saja Tante ..",jawab Faris.
"Kaira Tante...",jawab Kaira mencium punggung tangan wanita paruh baya itu takzim.
"Aku temui Arkan dulu Tante",ujar Faris.
"Ya Nak... silahkan", jawab Lia.
Faris membawa Kaira menemui kedua mempelai.Masih dengan Faris mengenggam erat tangan gadis itu.
"Wah... kenapa baru datang,hm",ujar Arkan menyapa Faris.
"Ada sedikit kerjaan tadi dikantor",jawab Faris.
"Dia--Arkan menunjuk Kaira yang digandeng Faris.
"Adiknya Pak Kalen,tunangan gue",jawab Faris yang mengakui Kaira sebagai tunangannya.
Gadis itu kaget karena Faris mau mengakui dirinya dihadapan temannya sebagai tunangannya.
"Ck...Lo tunangan gak pernah ngundang gue",ujar Arkan berdecak sebal pada Faris.
"Hanya dihadiri kedua keluarga saja",jawab Faris.
"Selamat ya...semoga bahagia dan segera diberikan momongan",ujar Faris.
"Thanks...",jawab Arkan.
"Selamat ya Kak",ujar Kaira mengulurkan tangannya.
"Iya...kamu temannya Dania bukannya",ujar Arkan menyambut uluran tangan Kaira menunjuk sang istri sedang berbincang dengan adiknya.
__ADS_1
"Dania?", beo Kaira.
"Sayang...ini teman kamu",ujar Arkan.
Gadis itu menoleh dan tampak terkejut dengan kedatangan Kaira dihari pernikahannya.
Kaira hanya santai saja karena ia tak cukup dekat dengan gadis itu malah dulunya sering ribut hanya karena masalah cowok.
"Selamat ya Nia",ujar Kaira tersenyum tipis.
"I-iya... terimakasih",jawab Dania kikuk.
Kaira mengajak Faris turun dari panggung karena ia tak lagi nyaman dalam situasi canggung antara dirinya dan Dania.
"Kalian tak dekat?",tanya Faris saat akan mengambil minuman.
"Tidak...hanya satu sekolah saja",jawab Kaira acuh.
"Mau pulang?, sepertinya kamu tidak nyaman",ujar Faris.
"Ya Kak...", jawab Kaira.
"Ayo...!",ujar Faris meletakan gelas minuman diatas meja lalu membawa Kaira keluar dari gedung itu setelah berpamitan dengan tuan rumah.
Faris kembali melanjukan mobilnya menuju sebuah restoran karena dirinya dan Kaira belum makan malam.
"Kak...kok sepi",tanya Kaira saat turun dari mobil sesampainya di sebuah restoran.
"Ayo masuk!",ujar Faris tak menjawab pertanyaan Kaira.
Dengan sedikit ragu Kaira mengikuti langkah Faris yang sudah menarik pergelangan tangannya.
Kaira membeku saat melihat apa yang ia temukan setibanya didalam restoran itu.Sebuah meja yang telah dihiasi dengan begitu cantik dan juga terdapat lilin diatasnya yang menyala.
"Kak ini--
"Duduklah..!",ujar Faris menarik kursi untuk Kaira.
Kaira duduk dengan pelan dan dengan raut wajah yang masih tampak terkejut.
Faris duduk dihadapan gadis itu dan tersenyum tipis melihat wajah cantik Kaira yang masih tampak terkejut.
"Kai..."
"Iya Kak",jawab Kaira yang tampak tersenyum melihat ruangan yang dihias begitu indah.
Faris menatap Kaira lurus."Maafkan sikap tak menyenangkanku selama ini",ujar Faris.
"Maksudnya?",jawab Kaira yang tak paham dengan maksud dari kata maaf dari pria tampan yang ada dihadapannya.
Faris meraih kedua tangannya Kaira lalu menggenggamnya."Bisakah kita mencoba menerima perjodohan ini.Aku sudah memikirkannya,dan akan membuka hatiku untukmu",ujar Faris menatap lurus Kaira yang terpaku.
"Kak...aku tau ini tak mudah untuk kita jalani. Jujur aku kaget secara tiba tiba diminta untuk bertunangan dengan kamu.Dan ya,aku akan menerima perjodohan ini",jawab Kaira.
"Apakah aku masuk dalam kriteria pria yang kamu inginkan?",tanya Faris menatap kedua mata Kaira.
"Ya..."
...****************...
Akhirnya......
__ADS_1