Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Lindu Onty banyak banyak


__ADS_3

Semenjak pertemuan di Mall waktu itu Kaira dan Salsa menjadi dekat.Salsa seringkali bertanya pada Kaira perihal kehamilan karena Kaira yang merupakan calon dokter, sedikit banyaknya Kaira tau.


Hari ini keduanya berjanji untuk makan siang bersama.Salsa telah mendapat izin dari Geovano untuk keluar rumah asalkan wanita itu mau berjanji tidak akan kabur lagi darinya.


Jangan ditanya Faris bagaimana posesifnya,dia sengaja memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengawasi keduanya.Ia takut Salsa menyakiti Kaira,tapi ini untuk jaga jaga.


"Kamu mual gak Kak?",tanya Kaira saat makanan mereka baru saja datang.


"Gak Kai.Malah doyan makan saja.Kamu?",jawab Salsa.


"Iya...pagi hari saja,dan rasanya itu sangat tidak enak tapi kata orang itu adalah nikmat tersendiri dan aku menikmatinya",ujar Kaira.


Keduanya menikmati makan siang mereka dengan begitu khidmat.Salsa tersenyum tipis melihat Kaira yang ternyata wanita yang baik.Pantas saja Faris begitu mencintainya.Dia tak ada apa apanya dibandingkan Kaira.Dia merasa bersalah hampir menganggu rumah tangga Faris hanya karena obsesinya.


"Kak kenapa melamun?, makanannya gak enak ya?",tanya Kaira.


"Enak kok Kai",jawab Salsa kembali menyuap makanannya.


"Honay..."


Salsa menoleh saat seseorang memanggilnya dengan sebutan honay,siapa lagi kalau bukan Geovano.


"Mas kamu ke sini?",tanya Salsa dengan kening berkerut.


"Ya...tadi ada meeting tak jauh dari sini dengan Pak Faris",jawab Geovano mendudukkan bokongnya pada salah satu kursi kosong.


"Mas Farisnya mana Geo?",tanya Kaira.


"Tuh...", tunjuk Geovano pada seorang pria tampan yang memasuki restoran itu.


Kaira tersenyum tipis melihat kedatangan sang suami."Kamu ke sini kok gak bilang bilang sih Mas?",tanya Kaira mencium punggung tangan Faris.


"Diajak Geo, katanya kamu disini dengan istri Geo",jawab Faris berpura-pura tidak tau padahal ia sangat tau karena orang kepercayaannya melaporkan semua kegiatan sang istri.


"Iya...,kamu mau pesan apa Mas?",tanya Kaira.

__ADS_1


"Di samakan saja sama kamu sayang",jawab Faris.


Kaira kembali memesan makanan untuk sang suami begitu juga dengan Geo,pria itu memesan makanannya sendiri karena istrinya diam saja.


"Meetingnya lancar Mas?",tanya Kaira pada Faris.


"Alhamdulillah lancar sayang,mungkin lusa penandatanganan kontrak kerjasama",jawab Faris.


"Syukurlah Mas",ujar Kaira.


Tak lama makanan mereka datang, mereka makan bersama.Meski sebenarnya Faris tak nyaman tapi ia berusaha tetap santai demi sang istri.Ia juga tak ingin menceritakan tentang Salsa yang pernah menganggunya.Karena tak ingin pertemanan keduanya rusak.Lagian Salsa tak sampai mengusik Kaira.Geovano bilang Salsa mengaku menyesali perbuatannya.


Bukan tak mau terbuka, tapi menurutnya selagi Salsa bersikap baik ia tak perlu mencemaskan apapun meski ia parno sendiri dengan meminta orang kepercayaannya untuk mengawasi sang istri.


"Sayang...Mas gak bisa antar pulang,gak apa apa kan.Kamu sama supirkan?",tanya Faris.


"Iya Mas, rencananya mau kerumah Kak Kalen, kangen sama Rania",jawab Kaira.


"Kamunya hati hati ya",ujar Faris.


Faris memastikan mobil yang ditumpangi Kaira melaju meninggalkan restoran.Setelah itu barulah ia dan Geovano meninggalkan restoran itu menuju perusahaaan.Untuk Salsa wanita itu juga diantarkan oleh sopir kembali ke apartemen.


***


"Assalamualaikum...",ujar Kaira saat memasuki kediaman Kakaknya menenteng sebuah paper bag berisi disert kesukaan Rania.


"Waalaikum salam...",jawab Dea yang sedang mengawasi Rania bermain sembari bertukar pesan dengan sang suami.


"Onty....",Rania mendengar suara Kaira langsung berlari menghampiri Ontynya itu meninggalkan mainannya begitu saja.


"Hai sayangnya Onty",Kaira mensejajarkan tubuhnya lalu memeluk tubuh mungil sang keponakan.


"Onty...Nia lindu banyak banyak sama Onty",ujar bocah kecil nan lucu itu.


"Oh ya...Onty juga sayang",jawab Kaira.

__ADS_1


"Ini untuk Rania, disert kesukaan Rania",ujar Kaira.


"Makacih Onty...",jawab Rania.


"Iya sayang.Minta tolong sus untuk salin ya sayang",ujar Kaira.


"Iya..."


"Cus... tolong",ujar bocah itu memberikan paper bag kecil itu pada pengasuhnya.


"Makin pintar dianya Kak",ujar Kaira pada Dea.


"Iya Ra, cerewetnya minta ampun juga posesif sama Papinya.Aku gak boleh dekat dekat Mas Kalen",ujar Dea.


"Ayo duduk Ra, bagaimana kehamilan kamu?", sambung Dea.


"Alhamdulillah sehat Kak",jawab Kaira.


"Sehat selalu ya Ra, hingga lahiran nanti",ujar Dea.


"Aamiin...",jawab Kaira mengelus perutnya yang mulai sedikit kelihatan.


"Onty....enak",ujar Rania membawa satu cup kecil disert ditangannya.


"Dihabiskan kalau begitu sayang",jawab Kaira.


"Mbak ada kue juga kalau gak salah,tolong di potong potong ya,bawa kesini sebagian bagi bagi yang lain",ujar Kaira.


"Minta tolong Mbak Tia aja sus",ujar Dea.


"Baik Nyonya",jawab pengasuh Rania patuh.


...****************...


Segini dulu ya,lagi gak enak badan tapi aku usahakan up demi kalian reader setiaku..

__ADS_1


__ADS_2