Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Villa Campuhan


__ADS_3

"Ayo kita sarapan sekaligus makan siang",ujar Kalen bangkit dari rebahannya.


Dea tersenyum tipis sekaligus malu karena Kalen mendengar langsung bunyi perutnya.


"Kak... sebanyak ini?", tanya Dea menatap troli berisi makanan.


"Ya...aku yakin kamu sangat lapar",jawab Kalen.


"Kamu mau bikin aku gendut Kak", sungut Dea.


"Ya gendut disini", jawab Kalen mengusap perut rata Dea.


"Ish..."


"Hahaha...ayo habiskan makananmu kita akan ke suatu tempat",ujar Kalen.


"Kemana Kak?,aku pikir kita hanya disini saja",jawab Dea.


"Nanti kamu juga tau",jawab Kalen tersenyum penuh misteri.


Keduanya makan dengan begitulah lahap karena mereka telah melewatkan sarapan paginya.


Setelah selesai keduanya bersiap untuk cek out dari hotel.Dea begitu cantik dengan gaun yang membalut tubuh indahnya.Wanita itu sedang menunggu sang suami yang membereskan barang barang mereka.


"Lagi chatt sama siapa sayang?",tanya Kalen menatap wanitanya yang sibuk dengan ponselnya.


"Mama Kak...",jawab Dea.


"Oh... ayo...",ujar Kalen menarik pergelangan tangan Dea keluar dari kamar hotel.


"Kita akan kemana Kak?",tanya Dea.


"Nanti kamu akan tau sayang",jawab Kalen merangkul pinggang Dea dengan posesif.


Kalen akhirnya cek out dari hotel itu dan langsung memasuki mobil mewah yang ia sewa selama di Bali.


Mobil mewah itu melaju menuju kabupaten Badung.Kalen akan menghabiskan waktu bulan madunya di salah satu Villa milik Kakeknya.


Ia ingin membawa Dea ke tempat lain namun ia tak memiliki banyak waktu lagi karena besok sore ia harus kembali karena ia tak ingin kuliah Dea tertinggal cukup jauh.


Setelah hampir dua jam menempuh perjalanan ia akhirnya sampai.Diliriknya sang istri yang tertidur karena kecapaian karena Dea tak sempat tidur setelah melayaninya tadi pagi.


Kalen memarkirkan mobilnya dan tampak menager villa menghampiri Kalen.


"Selamat siang Tuan muda",sapa manager itu dengan hormat.


"Siang...tolong minta petugas kamu bawakan koper milik saya",ujar Kalen berjalan mengelilingi mobil dan membuka pintu dimana Dea tertidur dengan pulas.


"Baik Tuan muda",jawab manager hotel.

__ADS_1


Pria itu dengan hati hati menggendong tubuh mungil Dea menuju penginapan.Ia tak ingin membuat istri kecilnya itu terbangun.


Kalen meletakkan Dea pada ranjang mereka dengan penuh kehati-hatian.Pria itu tersenyum melihat wajah polos Dea yang tertidur lelap.


"Maaf Tuan muda ini koper koper milik anda",ujar petugas villa.


"Ya terimakasih",jawab Kalen menyelip sedikit tips untuk petugas itu.


Petugas itu tersenyum dengan mata berkaca-kaca karena jarang ada pengunjung yang memberinya tips.


Tring...


Kakek is calling...


Kalen.berjalan sedikit menjauh dari ranjang karena takut Dea akan terbangun oleh obrolannya dengan Kakek nanti.


"*Ya Kek...",ujar Kalen melirik sekilas Dea yang tertidur.


"Kamu sudah sampai?",tanya Tuan Wiliam


"Baru saja Kek...", jawab Kalen.


"Hmmmm bersenang senanglah,rumah sakit jadi urusan Kakek selama kamu tak ada.Oh ya jangan lupa segera berikan Kakek cucu buyut",ujar Tuan Wiliam.


"Aku sedang berusaha Kek...doakan saja",kekeh Kalen.


"Kakek selalu mendoakan kalian.Ya sudah Kakek tutup dulu",ujar Tuan Wiliam.


Kalen membuka tirai Villa yang menyuguhkan pemandangan langsung menuju pantai pribadi.Ia tak menyangka akan ada disini bersama Dea,gadis kecil yang dulu pernah ia suka.Padahal dulu ini adalah impiannya bersama Aluna.Meski dulu Aluna meminta berbulan madu ke Eropa bukan Bali.Bukannya ia tak mampu membawa Dea ke Eropa tapi ia tak ingin bulan madunya mengingatkan ia dengan Aluna.


Dea menatap sekeliling tempat yang begitu asing baginya.Wanita itu mendudukkan dirinya namun tak menemukan sosok yang ia cari.


Dea menginjak kakinya pada lantai kayu yang begitu sangat mengkilap.Ia berikan menuju jendela kaca yang menampilkan pemandangan yang begitu indah.


Dea menyunggingkan senyumannya menatap keindahan ciptaan Tuhan.Laut lepas berwarna biru dan pohon kelapa di bibir pantai.


"Sudah bangun?",ujar Kalen memeluk Dea dari belakang lalu melabuhkan kecupan pada bahu Dea.


"Sudah Kak...",jawab Dea.


"Kamu suka tempatnya?",tanya Kalen.


"Ya...sangat Kak",jawab Dea tersenyum tipis.


"Mau keliling tempat ini gak, konsep villa terinspirasi dari bangunan adat minang",ujar Kalen menunjuk salah satu bangunan villa.


"Wah...Kak ini benar benar indah",ujar Dea saat menginjak kakinya di teras Villa memandangi laut lepas.


Mareka saat ini berada di Villa Campuhan,Bali yang terletak di kabupaten Badung,Bali.Terletak diarea seluas 101 hektar yang menampilkan pemandangan laut,sungai, Gunung agung,Gunung Seraya.Villa ini menawarkan akomodasi yang ramah lingkungan dengan kolam renang yang dikelilingi taman taman tropis.Dan setiap masing-masing Villa memiliki teras pribadi yang menghadap ke laut.

__ADS_1


"Kamu jauh lebih indah dari tempat ini sayang",ujar Kalen mencium pucuk kepala sang istri.


Dea tersenyum manis sangat manis membuat Kalen terpesona akan kecantikan alami istrinya itu.


"Kak..."


"Hmmm..."


"Aku takut setelah ini Kakak akan meninggalkan aku,aku takut--


"Aku takkan pernah meninggalkanmu Dera.Kamu...segalanya untukku sekarang.Kamu mampu membuat aku move on secepat ini.Aku sangat mencintai apa yang ada pada dirimu",ujar Kalen menatap kedua manik mata sang istri.


Dea melihat tak ada kebohongan pada kedua matan suaminya itu.Wanita itu tersenyum lalu memeluk tubuh sang suami."Aku mencintaimu Kak",lirih Dea.


"Aku juga sayang...",jawab Kalen membalas pelukan sang istri tak kalah erat.


"Mau berenang?",tanya Kalen saat mengurai pelukannya.


Dea menggeleng pelan."Aku gak bisa renang Kak",jawab Dea apa adanya.


"Sungguh?",tanya Kalen.


"Ya Kak...",jawab Dea.


"Mau aku ajari?",tanya Kalen yang sengaja membooking satu buah Villa agar ia dan sang istri leluasa melakukan apapun.


"Aku takut Kak,takut tenggelam",jawab Dea.


"Aku tak akan membiarkan itu terjadi sayang,jadi mau apa tidak?",tanya Kalen.


"Tapi tempatnya terbuka Kak,aku gak nyaman",jawab Dea.


"Bukankah ada baju renang yang tertutup sayang.Aku juga gak rela tubuh kamu dilihat orang lain jika kamu memakai baju renang yang terbuka",ujar Kalen.


"Janji nantinya Kakak gak akan biarkan aku tenggelam", jawab Dea.


"Hahaha... janji sayang.Mana mau aku istri cantikku ini kenapa napa",ujar Kalen.


Dea akhir mau diajari berenang oleh Kalen dengan memakai baju renang yang tertutup.Kalen dengan penuh kesabaran mengajari gadis kecil yang mampu mencuri hatinya itu.


"Kak... cukup",ujar Dea yang cukup kelelahan.


"Ayo kita ke pinggir kolam dulu",jawab Kalen membawa sang istri menuju tepi kolam.


"Capek?",tanya Kalen mendudukkan Dea ditepi kolam dengan kaki menjuntai kedalam kolam.


"Ya...", jawab Dea tersenyum tipis menatap sang suami yang masih berada di dalam kolam persis dihadapannya.


"Dea..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2