
Faris menghembuskan nafas beratnya,ia akui masih menyimpan perasaan pada Mika.Tapi ia sudah berusaha menerima kenyataan tapi ingin melupakan perasaannya itu dan menguburnya.
"Buktikan jika kamu mampu membuatku bisa melupakannya?", bisik Faris lalu turun dari ayunan meninggalkan Kaira yang tampak mematung.
"Aku bisa membuatmu melupakannya Kak, tapi itu tergantung keinginan dari hatimu sendiri", gumam Kaira menghembuskan nafas berat menghadapi hubungan yang rumit ini.
Kaira turun dari ayunan itu dan melangkah menuju kamarnya setelah meletakkan piring berisi sandwich yang belum ia sentuh sama sekali.Selera makannya hilang begitu saja setelah kejadian pagi ini.
"Ra..."
"Kaira menghentikan langkahnya saat Kalen menunggunya didepan kamarnya.
"Ya Kak",jawab Kaira ketus,ia masih kesal dengan Kakaknya itu.
"Maafkan Kakak ya Ra.Tapi semua ini Kakak lakukan demi kebaikan kamu.Kakak tau kamu diam diam menyukai Faris kan?",ujar Kalen.
"Apaan sih Kak,gak jelas",kesal Kaira.
Kalen tersenyum tipis karena sang adik tak mau mengakui perasaannya."Kakak hanya memberikanmu jalan setelah itu tergantung kamu ke depannya",ujar Kalen tersenyum tipis lalu meninggalkan sang adik hanya diam saja.
Kaira memasuki kamarnya dengan perasaan kesal lalu menggemaskan tubuhnya diatas tempat tidur.
Tring
"Anggun ia calling...
"Ya Anggun..."
"Lo dimana?", tanya Anggun yang merupakan teman satu kampus Kaira.
"Lagi liburan gue di kota xxx,kenapa?",tanya Kaira.
"Wah kebetulan gue juga dikota xxx,Lo nginap di hotel mana?",tanya Anggun antusias.
"Gak... dirumah Kakak gue",jawab Kaira.
"Oh ya ..dekat mana?", tanya Anggun.
"Perumahan yyy",jawab Kaira.
"Gue jemput Lo kesana ya, sekalian kita ngemall.Bosan nih sepupu gue sibuk kerja mulu",ujar Anggun.
"Boleh nanti gue kirim alamat lengkap rumah Kakak gue ke elo",ujar Kaira.
"Asyik...gue siap siap dulu",pekik Anggun.
"Ya..."
Klik
"Hufff dari pada bosan dirumah",gumam Kaira beranjak untuk berganti pakaian setelah mengsharlock alamat Kakaknya pada Anggun.
Kaira turun dengan pakaian yang sudah rapi, gadis itu tampak begitu cantik dengan dress selutut berwarna biru muda.
__ADS_1
"Ra...mau kemana?",tanya Marisa melihat anak gadisnya itu sudah tampak rapi.
"Mau jalan sama teman Ma",jawab Kaira.
"Teman?,cewek apa cowok?",tanya Marisa.
"Cewek Ma,nanti juga jemput kesini?",jawab Kaira.
"Oh..."
"Mama juga udah rapi , mau keman?",tanya Kaira.
"Mama dan Papa pulang hari ini pulang karena besok Papa kamu ada meeting",jawab Marisa.
"Oh kalau gitu hati hati ya Ma",ujar Kaira.
"Ya sayang...udah pamit sama Faris?",tanya Marisa.
"Pamit?",beo Kaira.
"Ya...dia tunangan kamu sekarang.Dia juga harus tau kemana kamu pergi",ujar Marisa.
"Nanti aja Ma",jawab Kaira.
"Benaran ya,bukan apa apa sih sayang.Mama berharap besar pada hubungan kalian.Begitu juga Mamanya Faris.Jadi Mama ingin kalian semakin dekat dan jatuh cinta",ujar Marisa
Tin tin tin
"Ma...aku pamit ya", jawab Kaira saat temannya Anggun tampak keluar dari mobilnya.
"Ya Ma....",teriak Kaira di ambang pintu.
Kaira dan Anggun berangkat menuju sebuah Mall yang ada dikota itu.Keduanya tampak saling berbagi cerita dan tanpa mereka sadari mereka telah sampai di sebuah Mall yang mereka tuju.
Apakah Kaira sudah mengirim pesan pada Faris, jawabannya belum.Gadis itu lupa memberikan kabar pada tunangannya itu.
"Kita kemana dulu nih",ujar Anggun saat mereka memasuki Mall.
"Cari make up",jawab Kaira.
"Ayo...",ujar Anggun menarik pergelangan tangan Kaira menuju lantai dua untuk mencari toko kosmetik.
Anggun tampak bersemangat karena sudah lama sekali ia tak shopping karena tak ada yang mau diajak.
"Kamu mau beli apa?",tanya Anggun saat memasuki toko kosmetik ternama.
"Lipstik sama lotion dan juga skin care",jawab Kaira.
"Aku mau beli alat makeup,sudah pada habis",ujar gadis yang suka berdandan itu.
"Kamu bukannya kekasih Faris kan?",ujar seseorang pada Kaira membuat Kaira menatap wanita itu bingung.
Anggun tampak mengerutkan kening karena setahunya Kaira tak memiliki kekasih.
__ADS_1
"Kamu lupa sama saya?",kekeh wanita itu tersenyum miring menatap penampilan Kaira yang menurutnya bukanlah tipe Faris.
"Aku Ayuni...",ujar wanita itu.
"Oh...",jawab Kaira beroh ria.
"Jadi begini selera Faris sekarang setelah putus dariku", sinis wanita itu.
Kaira tak menggubris ucapan wanita itu dan memilih untuk mencari apa yang akan ia beli mengabaikan wanita bernama Ayuni itu yang tampak geram.
"Siapa sih Kai?", bisik Anggun.
"Gak tau...",acuh Kaira mengambil lotion yang ia cari dari atas rak.
Ayuni mengepalkan kedua tangannya karena ia acuhkan oleh Kaira.Ia merasa tak terima dan tampak menatap tajam Kaira yang sedang memilih lipstik.
"Kamu yakin Faris mencintaimu?, setahuku kamu bukan tipenya",ujar Ayuni menghampiri Kaira.
Kaira mengeram kesal."Soal itu aku tidak tau,jika kamu ingin tau jawabannya tanyakan sendiri pada orangnya", kesal Kaira.
"Aku yakin--
"Jika kamu hanya mempengaruhiku dengan hal yang tidak-tidak sepertinya anda kurang beruntung",ujar Kaira.
"Kamu--
"Anggun... ayo pergi, sepertinya kita salah tempat",ujar Kaira menggandeng Anggun menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka.
"Ck...awas saja aku akan menghancurkan hubungan kalian", sinis wanita itu.
Kaira dan Anggun menuju sebuah kafe, kedua duduk dimeja kosong dan memesan makanan dan juga minuman.
"Kai... cewek tadi siapa sih, kayaknya dia punya dendam deh sama Lo", tanya Anggun.
"Entahlah... biarkan saja",jawab Kaira acuh.
"Hai... cantik,boleh kenalan gak",ujar seorang pria pada Kaira.
Kaira menatap pria yang sedang tersenyum manis itu padanya.
"Gak...", ketus Kaira.
"Ehmm..tapi boleh gabung kan?",tanya pria itu lagi.
"Silahkan Kak",ujar Anggun yang terpesona dengan ketampanan pria itu.
Dari kejauhan seseorang tampak mengetatkan rahangnya sembari menatap tajam Kaira.
"Pak Faris...jadi kerjasama kita deal",ujar pria yang duduk dihadapan Faris.
"Ah ya Pak",jawab Faris tersenyum tipis lalu menyambut uluran tangan pria itu.
"Brengsek...", gumam Faris saat melihat Kaira berusaha diganggu pria lain.
__ADS_1
...****************...
Kebakaran jenggot kamu kan Farisπππ