Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
SAH....


__ADS_3

Suasana dikediaman Kalen begitu heboh pagi dengan celotehan Rania yang berada dalam gendongan Diana.Gadis tomboy itu baru saja datang karena kemarin menyelesaikan sidang skripsinya.


Keduanya menjadi tontonan semua orang yang melihatnya.Diana sangat menyayangi Rania keponakan satu satunya saat ini.


"Dee... pakaian untukmu ada di kamar Kaira ya",ujar Kalen.


"Ya...",jawab Diana.


"Sini Rania sama aku dulu Kak.Kak Diana silahkan bersiap dulu.Kita akan ke gedung satu jam lagi setelah Kaira selesai di rias",ujar Dea mengambil Rania dalam gendongan Diana.


"Baiklah princess, Aunty ganti baju dulu ya",ujar Diana mengecup pipi cubby Rania.


Diana melangkah menuju kamar Kaira dimana gadis biru saat ini sedang dirias oleh tim MUA.


"Kamu cantik sekali Ra",ujar Diana menatap Kaira dari pantulan cermin.


"Kak Dee...Kakak kapan datang?",tanya Kaira dengan senyuman yang tertahan karena saat ini rambutnya sedang ditata.


"Satu jam yang lalu,main dulu sama si princess Rania",jawab Diana tersenyum tipis.


"Aku gak nyangka loh Ra,kalau kamu akan menikah dengan Faris jika bukan Kakek yang bilang",ujar Diana.


"Kenapa Kak?", tanya Kaira.


"Gak pria itu cukup dingin dan datar sama dengan Kalen",jawab Diana.


"Kak Kalen,Kak.Kak Kalen itu lebih tua dari Kakak loh",ujar Kaira.


"Geli aku manggil dia Kakak",jawab Diana.


"Mana pakaian untukku Ra,kata Kalen ada dikamar kamu", tanya Diana.


"Ada dilemari aku Kak,buka aja",jawab Kaira.

__ADS_1


"What...", pekik Diana membuat tim MUA dan Kaira ikut terkejut.


"Apa sih Kak?",tanya Kaira.


"Masa aku pakai kebaya sih Ra?,yang benar saja",jawab Diana menatap nanar pakaian yang pegang.


"Salahnya dimana Kak, udah benar kan.Kakak itu cewek,ya harus pakai kebayang dong",ujar Kaira yang hanya menatap kaku kedepan cermin.


Tim MUA mengulum senyumnya karena mereka tau pakaian seperti adalah pakaian yang paling di hindari oleh cewek tomboi.


"Tapi jangan kebaya Ra,mana cocok Kakak pakai pakaian begini", ketus Diana.


Kaira tak lagi menjawab karena saat ini ia sedang dipakaikan lipstik.


"Mbak mari saya bantu memakainya.Walau Mbak nya tomboi masih cocok kok",jawab salah satu tim MUA pada Diana.


"Tapi--


"Dee... kamu kok belum ganti baju sayang?",tanya Marisa saat memasuki kamar Kaira.


"Kenapa,hm?. Pakai aja sayang!,nanti jika kamu nikah juga bakal pakai kebaya juga kan.Nah sekarang latihan dulu",jawab Marisa.


Mau tak mau Diana menurut karena ia tak mau ketinggalan rombongan.Kaira hampir selesai di rias.Meski sedikit tidak nyaman namun ia berusaha untuk tidak mengecewakan adik sepupu kesayangannya dihari bahagia sang adik sepupu.


Semua orang berangkat menuju gedung dimana acara akad nikah dan resepsi Kaira dan Faris diadakan.


Kaira berada di mobil pengantinya ditemani Marisa dan Diana.Gadis itu nampak cantik dengan riasannya memakai kebaya berwarna putih gading.


Tak lama mobil iring-iringan pengantin itu sampai disebuah gedung yang telah disulap dengan sangat indah.Dipintu masuk terdapat dua foto prawedding Kaira dan Faris dengan berlatar belakang gunung Bromo dan salah saat Villa milik Kalen dipuncak.


Kaira digiring masuk ke pintu yang dikhususkan untuknya yang tetap didampingi Diana dan Marisa.Diana memang diminta Kalen yang mengawal sang adik takut terjadi sesuatu nantinya.


Kaira dibawa ke sebuah ruangan untuk menunggu ijab kabul selesai di lakukan.Gadis itu tampak begitu gugup sekali,ini memang acara sakral untuknya dan Faris.Sebentar lagi pria yang ia cintai akan mengucapkan kabul untuknya dihadapan semua orang yang hadir dan juga Tuhannya.

__ADS_1


Sementara itu Faris yang juga baru datang bersama keduanya orangtunya.Pria itu memang tak menuju banyak kerabat seperti keluarga Kaira.Mama dan Papanya anak tunggal,begitu juga dengan dirinya yang merupakan anak tunggal oleh kedua orangtuanya.Faris juga tak memiliki adik dari pernikahan kedua Papanya.Jadilah tak ada yang mengantarkan dirinya selain kedua orangtuanya.


Pria itu tampak makin tampan dan gagah dengan memakai pakaian pengantin berwarna senada dengan kebaya yang digunakan Kaira.


Faris duduk dihadapan penghulu dan Papa dari Kaira sebagai wali nikah Kaira.Dan juga Arman dan salah satu Mentri yang Faris tunjuk menjadi saksi nikahnya.


Pria itu sangat gugup saat ini degan telapak tangan yang yang berkeringat dingin.Ia tak segugup ia saat mempresentasikan sebuah gagasan didepan para kliennya.


Semua tamu sudah tampak hadir, tidak banyak memang.Hanya keluarga besar dan para kolega mereka


Pembawa acara mulai acara dan tahap demi tahap tibalah waktunya ijab kabul di langsungkan.Semua mata menatap meja yang telah dihiasi dengan sangat indah.


Saudara Faris,siap untuk menikah tanpa paksaan dari pihak manapun?",tanya Pak penghulu.


"Insyaallah siap Pak",jawab Faris mantap.


"Kamu silahkan menjabat tangan Papa dari saudari Kaira",ujar pak penghulu.


Faris menjabat tangan Papa Kaira dengan mantap.Pria itu tampak makin gugup saat ini, jantungnya berdegup kencang.


"Silahkan Pak, sesuai dengan yang tadi", ujar Pak penghulu pada Rendra.


Bismillahirrahmanirrahim


"Saudara Faris Wiratama bin Agus Wiratama saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya Kaira Remanisa Atmaja dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang sebesar US$ 70.000 dolar tunai....


"Saya terima nikah dan kawinnya anak kandung bapak Kaira Remanisa Atmaja dengan mahar tersebut dibayar tunai....


"Bagiamana saksi?",tanya Pak penghulu.


SAH...


"Alhamdulillah"

__ADS_1


...****************...


silahkan rupiahkan saja berapa mahar Kaira ya dengan kurs hari ini.


__ADS_2