
Kalen mengetatkan rahangnya lalu menghembuskan nafas panjang.Ia begitu sangat marah dan begitu membenci wanita yang merupakan mertuanya itu.
"Kalen apa yang kamu lakukan sudah tepat,lebih baik Dea tidak tau siapa keluarganya.Kita sudah cukup menjadi keluarganya",ujar Rendra.
"Hmmmm..."
"Kak... perusahaaan milik suami Sandra mengalami goncangan akibat ditipu oleh kliennya",ujar Kaisan memperlihatkan artikel di ponselnya.
"Mampus...",ujar Rendra.
Kalen tersenyum tipis melihat artikel itu lalu merebahkan tubuhnya diatas sofa dan memejamkan kedua matanya.Ia akan berusaha untuk melindungi Dea dengan segenap jiwanya.
"Pa...bagaimana jika kita yang menjadi investor terbesar disana",ujar Kaisan.
"Kamu pikir dunia bisnis semudah itu Kai.Apalagi memodali perusahaaan yang hampir pailit",jawab Rendra.
"Hufff...aku cuma usul,Pa",ujar Kaisan.
"Kak..."
Kalen membuka matanya dan menatap sang istri yang berjalan menghampirinya.Pria itu tersenyum melihat sang istri yang begitu tampak makin cantik dan berisi semenjak hamil.
"Hai... sudah bangun?",tanya Kalen menepuk sofa disebelahnya meminta Dea untuk duduk.
"Sudah Kak.Ada apa?",tanya Dea yang melihat wajah tegang mertuanya.
"Gak ada apa-apa sayang.Hanya masalah bisnis",jawab Kalen berbohong.Bukan maksud berbohong pada sang istri namun semuanya demi kebaikan sang istri dan kehamilannya.
"OOO..."
"Mau makan?",tanya Kalen.
"Huummm..."
"Mau makan apa?", tanya Kalen.
"Nasi goreng spesial, tapi--
Kalen dan Kaisan tampak tegang karena wanita hamil itu sepertinya akan mengerjai mereka lagi.
"Tapi apa sayang?",tanya Kalen hati hati.
__ADS_1
"Aku mau masakan Papa",ujar Dea.
"Apa?", ujar Rendra begitu sangat kaget karena seumur hidup ia belum pernah memasak.
Kalen dan Kaisan menyeringai menatap Papanya yang menjadi giliran di kerjai ibu hamil itu.
"Papa gak mau ya",ujar Dea lirih.
"M--mau kok",jawab Rendra tersenyum canggung.
"Papa yakin?", tanya Kaisan sedikit ragu.
"Ya...ya-kin",jawab Rendra berjalan menuju dapur,Ia berencana akan meminta bantuan pada pelayan disana.
"Kak...Papa kan--
"Sssttt...",ujar Kalen membungkam adiknya itu demi sang istri agar tak merajuk.
"Kak...Papa bisa masak kan?",tanya Dea.
"Ya... bi-bisa",jawab Kalen tak yakin karena setahunya Papanya tak pernah memasuki dapur selama ia tau.
"Kak lihat Papa masak yuk!",ujar Dea.
"Kita tunggu disini saja ya sayang,aku capek banget",ujar Kalen memasang raut wajah lelah.
"Ya sudah...kalau gitu aku saja yang ke dapur",jawab Dea beranjak pergi.
"Eits...", Kalen menarik pergelangan tangan Dea hingga wanita hamil itu jatuh diatas pangkuannya.
"Kak...",ujar Dea memberontak.
"Kenapa,hum?",tanya Kelen memeluka erat pinggang Dea.
"Ada Kak Kaisan,malu",bisik Dea.
"Biarkan saja",jawab Kalen mencuri kecupan dibibir Dea.
"Ck...dasar bucin",ledek Kaisan beranjak pergi.
"Tuh kan Kak Kai--
__ADS_1
"Biarkan saja sayang",ujar Kalen merebahkan kepala Dea di dada bidangnya.
"Kak...aku kok kepikiran Ayah,ya",ujar Dea lirih.
"Dia baik baik saja sayang",ujar Kalen karena pria itu telah meminta orang suruhan Kakeknya untuk menyelamatkan Anas.
"Dea...ini nasi gorengnya",ujar Rendra meletakkan sepiring nasi goreng.
"Kak... turunin",ujar Dea beranjak turun dari pangkuan Kalen.
"Terimakasih ya Pa",ujar Dea.
"Ya Nak...",jawab Rendra membuat Kalen menoleh dan menatap nasi goreng yang tampak menggugah selera itu.
Dea menyendok nasi goreng itu lalu memakannya pelan.Dea akui rasanya enak dan pas di lidahnya.
"Bagaimana rasanya sayang?",tanya Kalen tampak meragukan rasa nasi goreng itu.
"Enak...",jawab Dea jujur membuat Rendra tersenyum merekah.
"Yakin?",tanya Kalen yang tak percaya.
"Ya...mau coba?",jawab Dea menyodorkan satu sendok makan nasi goreng.
"Untuk kamu saja",ujar Kalen dengan lembut.
"Ya sudah...",jawab Dea kembali memakan nasi goreng itu dengan lahap.
Kalen menatap curiga sang Papa jika masih goreng itu bukan buatannya melainkan masakan pelayan yang ada didapur.
"Kenapa?",tanya Rendra menatap putranya yang menatapnya penuh selidik.
"Bukan buatan Papa?", bisik Kalen.
"Ssttt... Papa gak mau meracuni calon cucu Papa dengan masakan Papa yang rasanya hancur nantinya",jawab Rendra.
"Kenapa Kak?",tanya Dea.
"Bukan apa apa sayang",jawab Kalen tersenyum tipis.
...****************...
__ADS_1