Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Syukuran pernikahan


__ADS_3

Dea menyimpan semua buku buku miliknya kedalam tas setelah mata kuliahnya berakhir.Dia tak ingin Pak Abdul menunggu lama lalu ia bergegas keluar dari kelas menuju parkiran fakultas kedokteran.


Kring


Mama Marisa ia calling...


"*Ya Ma...",jawab Dea.


"Sayang...lagi dimana Nak?",tanya Marisa.


"Ini baru saja sesuai kuliah Ma,ada apa?",ujar Dea sembari berjalan pelan.


"Oh... kalau gitu langsung pulang ke rumah Kakek ya sayang.Kalen juga sudah ada disini",jawab Marisa.


"Oh gitu ya.Tolong tanya Kak Kalen Ma,apakah kita menginap lagi.Jika ia aku akan ke apartemen dulu ngambil baju baju aku",ujar Dea.


"Nginap sayang.Tapi gak usah bawa baju.Di kamar kalian Mama sudah menyiapkan baju baju untuk kamu",jawab Marisa.


"Baiklah Ma...",jawab Dea lalu mematikan panggilan teleponnya*.


Dea menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas lalu bergegas menuju parkiran.


"Pak ke rumah Kakek ya",ujar Dea saat memasuki mobil.


"Siap Non...",jawab Pak Abdul lalu menjalankan mobil meninggalkan parkiran fakultas kedokteran.


Sesampainya di rumah Dea segera turun memasuki kediaman mertuanya.Gadis itu melenggang dengan santainya sembari membenarkan rambutnya yang terurai.


Dea menghentikan langkahnya karena kediaman mertuanya begitu banyak orang.Tak ia temui keberadaan Mama mertuanya disana.Gadis itu menatap satu persati orang yang juga menatapnya.


"Dea..."


Dea tersenyum tipis melihat Papa mertuanya memanggilnya."Papa...",sapa Dea berjalan menghampiri pria paruh baya itu lalu menyalami punggung tangan Rendra dengan takzim.


"Sudah pulang?",tanya Rendra.


"Sudah Pa...",jawab Dea mengedarkan pandangannya.


"Cari Kalen?",tanya Rendra.


"Eh...?"


"Kalen nunggu kamu di kamar.Temui dulu setelah itu turun lalu temui para tamu",ujar Rendra.


"Ya Pa...",jawab Dea menaiki tangga menuju kamar sang suami.


Ceklek

__ADS_1


Dea mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan namun tak ia temukan sosok sang suami.Dea terpaku karena di dinding kamar itu terpajang foto pernikahannya dengan Kalen.Dea menatap foto itu dimana pengantin pria yang terlihat datar tanpa senyuman.


"Mandilah...setelah itu kita turun",ujar Kalen tiba tiba.


"Kak...ini--Dea menunjuk foto pernikahan mereka.


"Kenapa?", tanya Kalen.


"Gak...cuma--


"Ayo mandi!,gaunnya ada di ruang ganti",ujar Kalen.


"Ya Kak...",jawab Dea meletakkan tas miliknya di sofa yang ada dikamar itu.


Kalen menghela nafas panjang lalu menatap foto pernikahannya dengan Dea lalu tersenyum tipis.Pria yang baru saja selesai berganti pakaian itu segera merapikan tatanan rambutnya di depan meja rias.


Tok tok tok


Kalen menyelesaikan tatanan rambutnya lalu memasang jam tangan miliknya kemudian melangkah menuju pintu kamar yang baru saja diketuk.


"Ada apa?",tanya Kalen.


"Maaf Tuan Muda kami diminta untuk merias Nona Dea",salah satu dari gadis seusia Dea.


"Masuklah...Dea sedang mandi",jawab Kalen meninggalkan kedua gadis itu memasuki kamarnya lalu melangkah turun.


Dea yang baru saja selesai mandi kaget dengan kehadiran dua orang yang berada dikamarnya.


"Nona Dea kami diminta Nyonya Marisa untuk merias Nona",jawab salah satu dari gadis itu.


"Oh..."


"Mari Nona... silahkan duduk!",ujar salah satu tim MUA itu.


"Tapi gaun saya",ujar Dea.


"Nanti setelah kami selesai merias Nona",ujar gadis itu memulai mengoleskan pelembab pada wajah putih Dea.


"Jangan tebal tebal ya,aku gak suka menor",ujar Dea.


"Siap Nona",jawab gadis itu.


Satu jam berlalu akhirnya Dea selesai dirias,gadis itu begitu takjub dengan hasil karya dua gadis itu pada wajahnya.


"Ayo Nona, silahkan pakai gaunnya",ujar salah satu dari mereka yang memegangi gaun yang begitu sangat indah.


"Baiklah...bantu aku ya",ujar Dea karena gaun itu memiliki kancing dibelakang.

__ADS_1


"Ya Nona"


Akhirnya setelah selesai memakai gaun Dea mematut penampilannya di depan cermin.


"Perfect...",ujar kedua tim MUA itu.


"Ya...ini adalah hasil kerja keras kalian",ujar Dea.


"Bukan...pada dasarnya Nona memang cantik dengan sedikit polesan saja hasil sudah seperti ini.Biasanya kami membutuhkan waktu dua jam untuk merias dengan hasil seperti ini", ujar salah satu gadis itu.


"Kalian bisa saja",ujar Dea malu malu.


"Ehemm..."


Dea menoleh pada sumber suara dimana seorang pria menatapnya intens.


"Kak..."


"Kita pamit Nona ",ujar kedua gadis itu saat melihat kehadiran Tuan muda Atmaja.


"Ya..."


Dea terlihat begitu cantik dengan gaun pilihan Kalen.Tubuh indah gadis itu dibalut dengan gaun berwarna moccha senada dengan kemeja yang dikenakan oleh Kalen.


"Cantik...", batin Kalen.


"Kak..."


"Ah ya...ayo kita sudah ditunggu",ujar Kalen mengamit tangan Dea.


Dea terpaku seketika detak jantungnya bertalu talu.Gadis itu mengikuti langkah Kalen yang menuntunnya menuruni tangga.


Semua orang yang hadir menatap mereka penuh kagum.


"Kak...ini sebenarnya acara apa?", bisik Dea.


"Acara syukuran pernikahan kita yang dihadiri oleh kolega dan karyawan rumah sakit sekaligus mengumumkan pernikahan kita",jawab Kalen.


"A-apa?",Dea membola mendengar jawaban Kalen.


"Kenapa?",tanya Kalen.


"Bukankah pernikahan ini rahasia",lirih Dea.


"Itu dulu tidak dengan sekarang, hari ini semua orang akan mengenali kamu sebagai Nona muda Atmaja",ujar Kalen.


Dea melemparkan senyuman pada seluruh orang yang hadir.Namun salah satu dari mereka menatap Dea dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


"Dea..."


...****************...


__ADS_2