
"Kak..."
"Ya Baby...",jawab Kalen.
"Dari mana?",tanya Dea dengan suara serak khas bangun tidur.
"Cari angin di bawah sayang,mau mandi?", tanya Kalen.
"Sebentar lagi Kak,aku lemas banget",lirih Dea memejamkan kembali matanya.
"Maafkan aku",ujar Kalen.
Dea membuka matanya menatap Kalen dengan raut wajah bingung."Untuk...?",tanya Dea.
"Sudah membuatmu kayak gini",jawab Kalen.
Dea tersenyum tipis."Sudah menjadi kewajibanku Kak...",ujar Dea.
"Oh ya... omelette kamu gimana?",tanya Kalen mengusap pucuk kepala Dea.
"Aku udah gak ingin lagi Kak,kamu aja yang makan ya",jawab Dea.
"Aku gak terlalu suka makanan manis sayang",ujar Dea.
"Hmmmm"
Tring...
Kalen menatap layar ponsel milik Dea yang berdering.Tampak nama ayah tertera disana.
"Siapa Kak?",tanya Dea.
"Ayah...",jawab Kalen datar.
Dea mengerutkan keningnya karena sudah satu bulan lebih ia menikah baru kali ini pria paruh baya yang ia anggap ayahnya itu menghubunginya.
"Angkat saja Kak...!",ujar Dea.
Kalen mendial tombol hijau kalau mendekatkan ketelinganya.
"*Hallo..."
"Maaf...Dea ada?",tanya Anas dari seberang.
"Hmmmm...ada apa?",jawab Kalen datar.
__ADS_1
"Tolong--
Tut*....
Kalen mengerutkan keningnya karena panggilan telepon terputus begitu saja.Dan yang membuat pria itu bingung ,Anas seolah meminta tolong padanya.
"Shitt...",umpat Kalen saat tau apa yang terjadi.Pria itu segera bangkit dari tempat tidur.
"Mau kemana Kak?,Ayah bilang apa?",tanya Dea.
"Aku menemui Kakek dulu,oke",jawab Kalen.
Dea menatap bingung kepergian sang suami.Ia menghembuskan nafas panjang lalu merebahkan kembali tubuhnya.Ia takut terjadi sesuatu pada ayahnya.Perasaannya tiba tiba saja tidak enak.
Sementara itu Kalen memasuki ruang kerja Kakeknya.Pria itu membutuhkan solusi dari Kakeknya.
"Kek..."
"Ya...ada apa?",tanya Tuan Wiliam yang mengerutkan keningnya melihat sang cucu yang tampak panik.
"Kek... Sandra tau keberadaan Dea",ujar Kalen.
Tuan Wiliam tersenyum karena ia sudah menebak hal ini pasti kaan terjadi."Dari Anas...?",tanya Tuan Wiliam.
"Kamu sudah membuang kartu Dea dan mematikan ponselnya",ujar Tuan Wiliam.
"Sudah...aku takut mereka berhasil melacak keberadaan Dea",jawab Kalen.
" Apa yang kamu takutkan,hum.Dia istrimu sekarang dan mereka tak berhak atas Dea apa lagi warisan itu",ujar Tuan Wiliam.
"Yang aku takutkan jika Dea mengetahui kebenarannya akan berpengaruh pada kehamilannya Kek.Usia kandungan Dea makasih rentan jika ia stres sendikit saja",jawab Kalen.
"Dan untuk mereka yang akan membawa Dea aku tak akan membiarkannya", sambung Kalen.
"Kita lihat saja nanti apa yang terjadi.Yang terpenting saat ini pastikan nantinya Dea tak turun",ujar Tuan Wiliam.
"Akan aku usahakan Kek,aku akan membuatnya kembali tertidur pulas", jawab Kalen tersenyum licik.
"Hufff... pergilah",ujat Tuan Wiliam yang tau maksud dari cucunya itu.
***
Kalen tersenyum tipis melihat Dea tertidur pulas setelah aktivitas ranjang mereka.Setelah ini ia akan membawa Dea untuk cek kandungan.
Tok tok tok
__ADS_1
Kalen meraih jubahnya lalu membukakan pintu kamarnya yang diketuk dari luar.
Ceklek
"Kak dibawah ada--
"Sebentar lagi aku turun",jawab Kalen kembali menutup pintu kamar lalu menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang terasa lengket.
Setelah selesai dan memastikan Dea tidur dengan lelap ia turun ke lantai dasar.Pria itu melangkah dengan tegap dan dengan tatapan dingin.
Ia menatap wanita paruh baya yang duduk dengan tenang dan terlihat pongah.
"Kalen--
"Ada apa ini?",tanya Kalen.
"Mana putriku?",tanya Sander the points.
"Putrimu?, bukankah anda pernah mengatakan tidak memiliki putri lalu kenapa tiba tiba anda datang dan mencari putri anda disini",jawab Kalen cukup menohok.
Sandra gelagapan dan mengehela nafas panjang."Mana Dea, putriku",ujar Sandra.
"Putrimu...?,hehehe.Bukankah kau sudah melupakan jika kau memiliki seorang putri demi suamimu yang tak menginginkan Dea",ujar Kalen membuat Sandra membola karena Kalen mengetahui semuanya.
"Aku--
"Jika kau datang untuk membuatnya menangis dan hanya memanfaatkannya.Lupakan jika dia pernah lahir dari rahimmu",ujar Kalen.
"Hei...dia putriku, aku yang mengandung dan melahirkannya--
"Dan membuangnya", sela Kalen.
"Kau--
"Turunkan tanganmu Nyonya.Jangan kau bersikap angkuh dirumahku",ujar Kalen menatap tajam Sandra hingga wanita paruh baya itu menciut.
"Penjaga..."
"I-iya Tuan muda...",jawab pria berbadan tegap melangkah masuk.
"Usir wanita ini dan pastikan jangan memeberikan ia akses masuk lagi ke rumah ini!",ujar Kalen.
"Baik Tuan..."
...****************...
__ADS_1