Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Ke kantor


__ADS_3

Dea dan Kalen memasuki kamar mereka dan benar saja jus sirsak milik Dea sudah terletak diatas nakas.


Dea segera mengambil jus miliknya lalu duduk di atas tempat tidur dan menegak setengah gelas jus itu.


Kalen tersenyum tipis melihat sang istri yang begitu menggemaskan dimatanya.


"Enak?",tanya Kalen menghampiri sang istri yang sedang meletakkan kembali gelas diatas nakas.


"Ya...", jawab Dea tersenyum tipis.


"Kamu mengidam lagi,hum?",tanya Kalen mengusap perut Dea dengan lembut.


"Gak tau juga Kak,tiba tiba aja aku pengen minum jus sirsak",jawab Dea.


"Seperti dia banyak maunya sayang",ujar Kalen mencium perut rata Dea.


"Sama kayak Papi Kak",jawab Dea terkekeh geli.


"Tentu...dia copyan aku sayang",ujar Kalen.


"Kak..."


"Hmmmm"


"Apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita?", tanya Dea.


"Belum sayang...nanti akan aku carikan.Lagian dia masih sangat kecil sayang",jawab Dea.


"Ya...Kakak benar",balas Dea.


Dea melangkah menuju balkon kamar dengan view pemandangan kota.Ia merentangkan kedua tangannya menatap senja yang begitu indah.


Kalen mengikuti sang istri dan memeluknya dari belakang."Gak baik ibu hamil masih diluar dihari yang hampir senja sayang",ujar Kalen menghirup aroma tubuh sang istri yang membuatnya candu.


"Hanya sebentar Kak",jawab Dea.


"Hmmmm"


"Kak... kenapa kita tak jadi pindah kerumah sebelumnya?", tanya Dea.


"Aku hanya ingin suasana baru sayang dan fokus pada pekerjaaanku disini",jawab Kalen tak sepenuhnya berbohong.


"Hmmmm aku rindu yang lainnya Kak,disini aku tak memiliki teman",jawab Dea.


"Nanti kamu juga akan memiliki teman jika sudah masuk kuliah",ujar Kalen.

__ADS_1


"Ya ...semoga",jawab Dea menyandarkan kepalanya di dada bidang Kalen.


"Ayo masuk... udaranya mulai dingin",ujar Kalen.


"Iya Kak...",jawab Dea mengikuti langkah Kalen mamasuki kembali kamar mereka.


***


Pagi ini Kalen sudah siap dengan penampilannya yang mengenakan kemeja berwarna maroon dilapisi dengan jas berwarna hitam.


Pria itu tampak makin gagah dengan rambut yang disisir dengan rapi.Membuat Dea yang dari tadi menatap sang suami tampak kagum.


"Kamu jadi ikut gak?",tanya Kalen.


"Emang boleh Kak?", jawab Dea.


"Tentu...", balas Kalen menghampiri sang istri yang duduk dibibir ranjang mereka.


"Baiklah...aku ganti baju sebentar",ujar Dea melangkah masuk kedalam walk in closet.


Tak lama Dea kamar dari walk in closet dengan gaun berwarna maroon dengan rambut yang tergerai indah.


"Cantik...",puji Kalen.


"Ayo...",ujar Kalen membawa Dea keluar dari kamar mereka.


Kalen membawa ikut serta Dea ke kantornya dihari pertama ia mengantor secara langsung.Ia tau istrinya itu pasti bosan sendirian dirumah.Dan Kalen juga ingin menunjukkan pada sang istri perusahaannya tempatnya mencari nafkah.


"Jauh gak Kak?",tanya Dea saat mereka dalam perjalanan.


"Sebentar lagi sampai sayang",jawab Kalen


Dea menatap jalanan menuju kantor sang suami yang tampak mulai macet.


"Sayang...kamu kenapa?",tanya Kalen.


"Gak apa apa Kak.Aku hanya sedikit merasa mual",jawab Dea.


"Kami bawa obat gak?",panik Kalen.


"Gak Kak.Udah gak apa apa Kak,ini cuma rasa mau mual aja",jawab Dea.


"Yakin...?",tanya Kalen tampak kuawatir.


"Yakin hubby",jawab Dea.

__ADS_1


Kalen tetap melajukan mobilnya walau hatinya tak tenang.Ia takut sang istri mengalami mual di dalam perjalanan.


Sesampainya didepan loby kantor Kalen tak langsung turun meski kedatangannya telah ditunggu oleh beberapa karyawan dan orang kepercayaannya.Ia ingin memastikan Dea baik baik saja lebih dahulu.


"Kamu baik baik saja kan?",tanya Kalen menangkup pipi Dea dengan kedua tangannya.


"Aku baik baik saja Kak.Ayo turun kamu udah ditunggu",jawab Dea.


Kalen mengangguk kecil lalu turun lebih dahulu dan setelah baru membantu sang istri turun dari mobil.


Semua karyawan wanita menatap dengan mata berbinar saat melihat bos mereka secara langsung.Namun tatapan itu hanya sementara karena mereka kecewa sebab Kalen yang menggenggam erat tangan Dea.


"Selamat datang Pak Kalen dan Nyonya muda Atmaja", ujar Faris orang kepercayaan Kalen diangguki oleh Dea.


"Ya...semuanya sudah siap Faris?",tanya Kalen melangkah masuk dengan tangannya masih menggenggam erat jemari Dea.


"Sudah Pak...",jawab Faris mengikuti langkah Kalen dari samping kanan pria itu.


"Kumpulkan semua jajaran!,kita meeting pagi ini",ujar Kalen saat akan memasuki ruangannya.


"Baik Pak...",angguk Faris asisten kepercayaannya sekaligus sekretarisnya.


Kalen membantu Dea untuk duduk disofa ruangannya."Masih mual?",tanya Kalen lembut mengusap perut rata Dea.


"Hmmmm",jawab Dea memejamkan matanya dengan menyandarkan punggungnya di sofa menikmati usapan tangan Kalen diperutnya membuat rasa mual itu mulai mereda.


"Sepertinya dia mencari perhatian kamu Kak,mual ku hilang saat kamu mengelus perutku", lirih Dea.


"Benarkah...",jawab Kalen lalu mengecup perut Dea dari balik gaun yang Dea gunakan.


"Jangan menyakiti Mami nak", bisik Kalen didepan perut Dea.


Tok tok tok


Kalen kembali berdiri."Masuk...!",ujar Kalen.


"Maaf Pak... sebentar lagi meeting akan dimulai",ujar Faris.


"Ya...",jawab Kalen datar.


"Baby aku ke ruangan meeting dulu ya.Jika mau ke toilet ada disana",ujar Kalen mengecup kening Dea.


"Ya Kak...", lirih Dea.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2