Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kegelisahan Kaira


__ADS_3

"Kak bagaimana ini,besok kedua orangtuaku datang kesini untuk membicarakan perjodohan itu dan rencana pertunanganku",ujar Kiara saat Faris mengangkat telfonnya.


"Lalu?",tanya Faris.


"Bisa besok Kakak datang menemui kedua orangtuaku untuk meyakinkan mereka agar perjodohan ini batal.Sungguh aku tak ingin dijodohkan Kak, apalagi dengan pria yang tidak aku kenal",jawab Kaira.


"Akan aku usahakan Kaira",ujar Faris.


"Benaran ya Kak,aku sungguh mengharapkan bantuanmu Kak", jawab Kaira.


"Ya... tidurlah.Aku akan mandi sebentar karena baru sampai di apartemen",ujar Faris.


"Ya Kak..."


Klik


Faris merebahkan tubuhnya di sofa karena hatinya yang yang baik baik saja saat ini.Pertemuannya dengan mantan kekasih yang dulu mencampakkannya karena dia gak memiliki apa apa.Dan juga masalah Kaira yang akan dijodohkan dengan pria lain yang entah kenapa membuat hatinya merasa tak rela.


Tak ada alasan untuknya melarang perjodohan itu karena ia dan Kaira tak memiliki hubungan apa apa.Tapi untuk menolak permintaan gadis itu ia tak bisa.Melihat tatapan gadis itu yang memohon bantuannya untuk membatalkan rencana perjodohan gadis itu.


Meski ia akan berhadapan dengan atasannya sendiri.Dan ia juga tau keluarga Kaira begitu sangat memilih pria yang akan menjadi pendamping putri bungsu dari keluarga Atmaja itu.


Ia harus siap dengan konsekuensinya jika di pecat, setidaknya ia berusaha membantu gadis itu meski nanti gagal karena kemungkinan kaluarga Kaira tak percaya dengan hubungan mereka dan tetap melanjutkan perjodohan itu dan dirinya yang ikut dipecat.


Faris memijit kepalanya karena terasa berdenyut.Pris itu melepas satu persatu kancing bajunya hingga terpampang tubuh bagian atasnya yang polos.Faris memiliki tubuh yang cukup proposional dengan perut layaknya roti sobek.Setelahnya melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


***


Kaira melepas mukenanya setelah melaksanakan sholat subuh.Gadis itu berharap rencananya berhasil,ia tak ingin dijodohkan.


Setelahnya gadis itu membuka pintu balkon kamarnya dan berdiri di pagar pembatas balkon menghirup udara pagi yang begitu sejuk.


"Kenapa Mama dan Papa hobi banget jodohin anak anaknya.Dulu Kak Kalen, sekarang aku",gumam Kaira mendesah berat.


"Apa aku kabur aja ya",batin Kaira.


"Ra...",ujar Marisa memasuki kamar sang putri.


Gadis itu menoleh saat sang Mama menghampirinya.


"Mama kapan datang?",tanya Kaira menciumi punggung tangan sang Mama.


"Subuh tadi, sudah sholat?",tanya Marisa.


"Sudah Ma",jawab Dea tersenyum tipis.


"Kamu kenapa?", tanya Marisa.

__ADS_1


"Ma,jadi benar aku telah dijodohkan?",tanya Kaira.


"Ya...itu usulan Kakak kamu,dan melihat siapa calonnya Mama gak keberatan",jawab Marisa.


"Ma,andai aku memiliki calon sendiri, apakah perjodohan itu bisa dibatalkan?", tanya Kaira.


"Kamu memiliki kekasih?",tanya Marisa penuh selidik.


"Ya... apakah bisa dibatalkan?",jawab Kaira.


"Hufffhh...Kita lihat kekasih kamu layak tidak untuk menjadi menantu Mama",ujar Marisa.


"Tapi Ma--


"Sayang...kamu tau Mama akan melihat bibit dan bobot calon suami kamu,karena ingin yang terbaik untuk kamu", jawab Marisa.


"Kenapa sih Ma,kalian itu hobi banget menjodohkan kita?.Aku berhak menentukan siapa yang menjadi imamku,Ma",ujar Kaira


"Ra--


"Ma...aku masih ingin kuliah,aku masih mau menggapai cita citaku.Aku belum memikirkan hal kearah sana Ma",ujar Kaira dengan tatapan penuh kekecewaan pada sang Mama.


"Sayang... tapi kalian bisa bertunangan dulu,dan jika tak ada kecocokan kalian bisa membatalkannya",jawab Marisa.


"Aku mau tanya sama Mama,apakah Mama dan Papa dulu juga dijodohkan?",tanya Kaira.


"Tidak Nak,Mama dan Papa saling cinta",jawab Marisa.


Marisa terhenyak dengan ucap sang anak yang begitu menohok dihatinya.


"Jawab Ma...!",ujar Kaira.


"Mama gak bisa jawab kan?,karena itu sangat sulit diterima Ma", sambung Kaira.


"Ra... nanti kamu temui dulu orangnya,jika kamu gak suka kamu bisa menolak dengan benar",ujar Marisa.


"Huffhhh...aku nanti juga akan memperkenalkan kekasihku sama kalian",jawab Kaira.


"Ra.. kamu jangan--


"Baiklah...jika tidak diperbolehkan aku tidak akan mau menemui orang itu",ujar Kaira.


"Baiklah... terserah kamu",jawab Marisa lalu melangkah meninggalkan kamar Kaira


Sementara itu dilantai dasar Kaisan menceritakan apa yang menimpanya semalam pada sang Kakak.Pria itu baru saja datang bersama sang istri.


"Beraninya mereka",ujar Kalen.

__ADS_1


"Aku juga gak nyangka Kak", jawab Kaisan.


"Lalu dimana orangnya saat ini?",tanya Kaisan.


"Sudah ditangkap Kak",jawab Kaisan.


"Kenapa tak menghubungiku?,kalian baik baik saja kan?",tanya Kalen.


"Baik kok Kak, beruntung Mika gak panik dan langsung menelfon temannya untuk menjinakkannya",jawab Kaisan.


"Kalen... Kaira menolak untuk kita jodohkan, dan katanya dia akan mengundang kekasihnya nanti ke sini",ujar Marisa menghampiri kedua anaknya.


"Biarkan saja Ma,aku yakin Kaira tak akan menolak jika dia tau siapa calon suaminya",jawab Kalen.


"Ya...", jawab Marisa.


***


Kaira melihat pantulan dirinya di cermin memakai gaun berwarna tosca dengan potongan sabrina.Ia tampak mulai panik karena Faris tak bisa dihubungi dari pagi tadi.


"Kak Faris kemana sih?", gumam Kaira terus melakukan panggilan namun tak kunjung tersambung.


Gadis itu mondar-mandir seperti setrikaan,ia tak tau apa yang harus kelakuan saat ini.Terdengar dibawah suara mobil berhenti,gadis itu tampak makin gelisah.Ia yakin itu adalah mobil calon suaminya.


Tok tok tok


"Kaira..."


Kaira menatap pintu kamarnya yang diketuk dari luar.


Ceklek


"Kak Mika...", gumam Kaira.


"Kaira... kamu sudah siap?,ayo turun!",ujar Mika tersenyum tipis.


"Tapi Kak--


"Kamu tenang saja,Kakak yakin kamu mengenal orangnya",ujar Mika.


"Ayo...!",ujar Mika.


Mau gak mau Kaira menurut untuk menemui calon suaminya itu setelah mengambil ponselnya di kamar.


Kaira membeku saat melihat sosok yang duduk dihadapan kedua orangtuanya.


"Kamu mengenalnya bukan?",ujar bisik Mika.

__ADS_1


"Ha?"


...****************...


__ADS_2