Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Jangan pergi


__ADS_3

"Baiklah....",jawab Kalen diangguki Martin.


"Melakukan **** saat istri sedang hamil itu wajar Kalen, apalagi sang istri masih muda dan sangat--


"Ck...kita harus pulang, terimakasih",ujar Kalen.


"Hahaha... kenapa buru buru sekali?, kita sudah lama tidak bertemu.Mungkin kita ngopi sambil ngobrol santai dulu", Kekeh Martin menggoda Kalen yang sudah terlihat kesal.


"Aku ada perkejaan lain Martin,jadi kami izin pulang dulu",ujar Kalen membantu sang istri berdiri dari duduknya.


"Baiklah...ingat jangan lupa tebus obatnya",jawab Martin yang masih menyisakan kekehannya.


"Hmmm...",jawab Kalen berdehem keras meninggalkan ruangan praktek temannya itu.


Setelah menebus obat Kalen melajukan kembali mobilnya menuju rumah mereka.Sepanjang perjalanan ia tak melepaskan genggaman tangan pada tangan sang istri.


"Sayang kita langsung pulang saja ya.Aku harus menyiapkan beberapa berkas untuk rapat pertamaku diperusahaan besok pagi secara langsung",ujar Kalen.


"Ya Kak...aku juga mau rebahan",jawab Dea.


Kalen tersenyum lalu melepaskan genggaman tangannya dan mengusap perut rata Dea."Baik baik ya sayang.Jangan membuat Mamimu kesakitan",ujar Kalen.


"Tentu Papi...",jawab Dea menirukan suara anak kecil.


"Kamu suka bukan jika nantinya anak kita memanggil kita dengan sebutan Mami dan Papi?",tanya Kalen.


"Suka kok Kak...apapun panggilannya aku akan tetap seorang ibu dan kamu seorang ayah",jawab Dea.


"Ya..."


Kalen kembali fokus pada setir mobilnya dengan tangannya masih menggenggam erat jemari lentik Dea.Ia begitu sangat dan sangat begitu menyanyangi Dea.Kini dunianya hanya milik Dea dan juga calon anaknya.Dan fokusnya saat ini membuat wanitanya tak kekurangan apapun serta membuatnya bahagia.


Setelah sampai mereka disambut ramah oleh para pelayan yang bekerja pada mereka.Dea tersenyum ramah karena baginya pelayan yang bekerja pada suaminya adalah keluarganya juga.Yang membantunya meringankan pekerjaan rumah serta membantunya mengurus rumah yang begitu besar jika ia yang mengurusnya sendirian pasti sangat membuatnya lelah.

__ADS_1


Dea mengganti gaunnya dengan pakaian santai sedangkan Kalen memasuki ruang kerjanya yang terletak disebelah kamar mereka.


Dea merebahkan tubuhnya di sofa yang ada disisi ranjang sembari membaca buku panduan kehamilan.Semenjak hamil ia memang suka rebahan karena rasa kantuk yang sering melanda.


Kehidupannya saat ini memang berubah sangat drastis.Yang dulu ia akan melakukan apapun sendiri demi untuk memenuhi kebutuhannya.Bahkan dulu sepulang sekolah ia akan bekerja di sebuah toko roti untuk memenuhi kebutuhannya yang lainnya.Kini semuanya bisa ia dapatkan dengan satu kali berucap maka sang suami langsung mengabulkan permintaannya tanpa harus ia bersusah payah dulu untuk bekerja.Bahkan untuk urusan dapur saja Kalen tak lagi mengizinkannya memasak.Semenjak ia hamil Kalen makin overprotektif padanya.


Dea menutup buku bacaannya karena tiba tiba saja ia ingin jus sirsak.Wanita hamil itu keluar dari kamar dan menuruni tangga rumah satu persatu dengan hati hati untuk ke dapur.


"Maaf Nyonya Muda...ada yang bisa dibantu?",tanya seorang pelayan saat Dea akan memasuki dapur.


"Oh itu Bik,aku ingin jus sirsak.Apakah buahnya ada?",tanya Dea.


"Ada Nyonya,akan saat buatkan.Silahkan Nyonya tunggu sebentar",jawab pelayan itu ramah.


"Aku ingin membuatnya sendiri Bik",ujar Dea.


"Jangan Nyonya,biar saya saja.Lantai dapur masih belum kering sehabis di pel.Sebaiknya Nyonya menunggu disana!",ujar pelayan itu menunjuk kursi pantri.


"Baiklah...",jawab Dea akhirnya.


"Kak Kalen cari saya Bik?",tanya Dea.


"Ia Nyonya muda,Tuan ada dilantai atas",jawab pelayan itu.


"Oh gitu...Bik tolong jusnya diantar ke kamar saja ya",ujar Dea pada pelayan yang sedang membuatkan Dea jus.


"Iya Nyonya...",jawab pelayan itu ramah.


Dea kembali ke lantai atas dengan menaiki lift yang tersedia dirumah mewah mereka agar segera sampai.Dea melangkah menuju kamarnya setelah keluar dari kamar.Namun tangannya ditarik seseorang membuatnya terpekik keras.


"Dari mana, hum?",ujar Kevin mendorong tubuh Dea hingga ke dinding lalu mengungkungnya.


"Kak...kamu bikin kau kaget tau gak",jawab Dea dengan jantung yang berdebar kencang.

__ADS_1


"Dari mana baby,hum?",tanya Kalen menatap sang istri penuh cinta bercampur rasa takut.


"Dari dapur Kak",jawab Dea.


"Dapur?,bukankah aku melarang kamu kesana?",ujar Kalen.


"Aku tadi tiba tiba ingin minum jus sirsak jadi aku tak menemukan pelayan jadi aku mendatangi dapur",jawab Dea.


"Mana jusnya?",tanya Kalen.


"Lagi di buatkan oleh Bibik,Kak",jawab Dea mendorong tubuh Kalen pelan.


"Aku pikir kamu pergi meninggalkanku sayang",ujar Kalen memeluk Dea cukup erat.


"Mana ada Kak.Jika aku pergi kemana aku akan pergi",kekeh Dea membalas pelukan sang suami.


"Hanya kamu yang aku miliki saat ini baby",ujar Kalen mengurai pelukannya dan menatap kedua manik mata Dea.


Dea melihat raut ketakutan di mata Kalen lalu menangkup pipi Kalen dengan kedua tangannya."Aku milikmu selamanya Kak.Aku tak akan meninggalkan kamu kecuali kamu yang memintanya",jawab Dea.


"Itu takkan terjadi sayang jadi jangan pernah pergi dariku baby",lirih Kalen kembali memeluk sang istri.


"Iya Kak...",jawab Dea mengusap punggung Kalen dengan lembut.


"Kakak sudah selesai dengan berkas untuk besok?", tanya Dea mengalihkan pembicaraan mereka.


"Sudah...saat aku ke kamar aku tak menemukan kamu dimanapun",jawab Kalen.


" Aku hanya ke dapur Kak", timpal Dea.


"Ayo Kak...ke kamar.Jus ku pasti sudah diletakkan dikamar karena kita kelamaan disini",ujar Dea.


"Ya..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2