
Pagi kamar dihebohkan dengan drama Faris yang melarang Kaira mengikat rambutnya.Pria itu tak rela tengkuk mulus sang istri di lihat banyak orang.Dia saja yang melihatnya sudah terbakar gairah bagaimana jika dengan pria lain begitulah yang Faris pikirkan.Jadilah pria itu membuat banyak tanda di sepanjang tengkuk sang istri agar Kaira tetap menggerai rambutnya.
Jangan ditanya bagaimana Kaira saat ini,wanita itu terlihat begitu kesal dengan kelakuan sang suami yang begitu sangat posesif.Dia melihat Kakaknya pada diri Faris yang begitu posesif pada istrinya.
"Sayang...jangan cemberut begitu",bujuk Faris yang melihat wajah memberengut sang istri yang sedang memasangkannya dasi.Meski kesal Kaira tetap melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik.
Faris menahan pinggang Kaira dan menarik tengkuknya lalu ******* bibir sang istri dengan begitu lembut.Kaira yang awalnya terkejut mulai menikmati bahkan membalas ciuman Faris.
"Jangan marah lagi sayang,Mas gak bisa kamu diamkan kayak tadi.Maafkan Mas yang sedikit posesif,itu karena Mas tak ingin kejadian yang dulu terulang lagi.Kamu paham kan maksud Mas",ujar Faris memberikan pengertian dengan lembut pada Kaira agar wanitanya itu mengerti.
"Iya...Mas",jawab Kaira melepaskan pelukannya Faris dari pinggangnya namun pria itu masih menahanya malah merapatkan tubuhnya mereka dan mendorong Kaira ke dinding kamar dan mengungkungnya.
Faris mengusap tengkuk Kaira membuat wanita itu memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan Faris.Pria itu kembali mencium sang istri dibibirnya dengan penuh kasih sayang.
"Rasanya Mas ingin mengurung kamu seharian di kamar ini baby,kamu bikin Mas candu", bisik Faris.
"Dasar pria mesum",kekeh Kaira.
"Hanya padamu",jawab Faris mengecup kening Kaira.
"Ayo...kita berangkat, sebelum Mas--
Kaira mendorong tubuh Faris dan berjalan mengambil tasnya lalu keluar kamar meninggalkan Faris yang terkekeh pelan.Wanita itu tak ingin membangunkan singa yang lagi tidur.Bisa bisa ia tak jadi kuliah dan tugas yang semalam ia kerjakan berakhir sia sia.
Faris mengikuti sang istri keluar dari kamar lalu berangkat bersama.Farus mengantar Kaira lebih dulu ke kampusnya barulah ia menuju kantornya sendiri.
Faris tampak begitu bersemangat namun tetap dengan wajah datarnya.Tak ada yang berani menanggu pria itu secara langsung.Meski banyak karyawati yang menyukainya tapi mereka hanya sebatas mengagumi saja.Tak berani mendekati pria yang memiliki tatapan tajam itu.
Mereka masih sayang dengan pekerjaannya,hanya perusahaanya dan perusahaaan milik Kalen yang menggaji karyawan dengan cukup tinggi, tapi tanggungjawab mereka juga tinggi dalam bekerja.
Faris tak akan pernah berpikir panjang jika ada karyawan atau karyawatinya yang ketahuan berkhianat,dia akan memecatnya dan memasukan mereka dalam daftar hitam.
Kejam memang, tapi itu adalah konsekuensi mereka yang telah berkhianat padanya.Tapi pria itu akan memberikan bonus pada karyawan yang berprestasi.Itulah mereka para karyawan tak berani mengkhianati pria itu.Walau terkenal tegas dan kejam Faris sangat loyalitas pada karyawannya.
Hari itu Faris tak memiliki jadwal diluar kantor,pria itu hanya mengecek beberapa berkas dan juga melakukan meeting online dengan salah satu investor yang berasal dari luar negeri.
Pria itu menatap jam tangan di pergelangan tangannya.Sebentar lagi wanitanya pulang dari kampus,ia meminta sopirnya untuk menjemput sang istri karena masih ada berkas yang ia tandatangani.
__ADS_1
Sementara itu Kaira baru saja keluar dari kelasnya dan berniat menghubungi sang suami.Namun ia mendapat notifikasi dilayar ponselnya yaitu pesan dari Faris.
Mas Faris
[Sayang...Mas kirim sopir untuk jemput kamu ya.Mas ada sedikit pekerjaan dan langsung ke kantor Mas ya.Mas mau kita makan siang bersama]
Kaira segera berjalan menuju gerbang,dari kejauhan ia sudah melihat mobil sang suami.Ia mempercepat jalannya karena cuaca yang begitu terik.
Wanita itu langsung masuk kedalam mobil dan duduk di bangku penumpang.Ia memilih bermain game untuk membunuh kebosanannya sepanjang perjalanan.
Setibanya di kantor sang suami, Kaira langsung turun dari mobil dan berjalan memasuki kantor dengan langkah panjangnya.Melihat kedatangan Kaira semua karyawan tersenyum ramah menyapa wanita itu.Mereka sangat tau siapa Kaira,istri dari pemilik perusahaan ini.
Kaira langsung membuka pintu ruangan kerja Faris dan langsung menghampiri Faris yang sedang sibuk dengan berkasnya.
"Sudah datang,hm?",tanya Faris saat Kaira duduk diatas pangkuannya.
"Sudah... apakah kamu sibuk Mas?",tanya Kaira menatap wajah tampan Faris.
"Sedikit.Tunggu sebentar ya,Mas selesaikan ini dulu setelah itu kita makan siang diluar",ujar Faris melabuhkan kecupan di kening yang sang istri.
"Baiklah aku tunggu--
Tok tok tok
"Mas kayaknya ada orang", bisik Kaira.
"Aku duduk di sofa aja ya Mas", sambung Kaira di angguki Faris.Kaira langsung beranjak dari pindah ke sofa diruangan itu.
"Masuk!",seru Faris.
"Maaf Pak,ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda",ujar sekretaris dari Faris yang masuk bersama wanita yang berpakaian cukup ketat melangkah dengan anggunnya.
"Siapa?",tanya Faris tanpa menoleh sedikitpun karena fokus pada berkasnya.
"Orang suruhan--
"Saya Amelia, sekretaris dari Pak Handoko",ujar wanita itu dengan suara lembutnya.
__ADS_1
Jangan ditanya bagaimana tatapan Kaira saat ini pada wanita itu saat ini.
"Ada apa?",tanya Faris yang masih menatap berkasnya.
"Oh begini Pak Faris,Pak Handoko meminta saya untuk menemui anda tentang pembahasan yang kemarin",ujar wanita bernama Amelia itu duduk dihadapan Faris dengan gaya sensualnya.Wanita itu belum menyadari jika pawang pria itu tengah menatapnya tajam.
"Suruh pria itu yang menemuiku",jawab Faris menatap datar wanita itu.
"Tapi Pak...saya--wanita itu mencoba menyentuh tangan Faris namun pria itu buru-buru mengangkat tangannya sehingga tangan wanita itu menggantung di udara.
"Pak saya bisa melayani anda jika anda mau asalkan--
"Berani kamu menyentuh suamiku seujung kuku saja akan aku patahkan tangan kotormu itu",ujar Kaira tiba tiba yang geram melihat kelakuan wanita itu.
Deg
Wanita itu menoleh pada Kaira yang sudah berjalan mengahampiri meja kerja Faris dan langsung duduk diatas pangkuan suaminya itu.
Wanita bernama Amelia itu tampak begitu pucat pasi karena ketahuan menggoda Faris.
"Pergilah dari sini dan jangan lagi datang kesini atau aku akan melemparmu dari atas gedung ini",ujar Kaira penuh penekanan.
Wanita itu langsung bangkit dari duduknya dan pergi dengan langkah lebarnya meninggalkan ruangan Faris.
"Dasar ******", umpat Kaira.
"Ternyata wanita jika sudah cemburu sangat menakutkan",batin Faris bergidik ngeri.
Kaira merebahkan punggungnya didada bidang Faris lalu mengehela nafas panjangnya.
"Kamu sangat menyeramkan jika marah sayang", bisik Faris memeluk pinggang Kaira.
Kaira tak menjawab, wanita itu memejamkan kedua matanya mengatur nafasnya yang terengah.
"Awas saja kamu berani selingkuh dibelakangku Mas",ucap Kaira tiba tiba.
"Itu tidak akan pernah terjadi sayang.Mas sangat mencintai kamu",jawab Faris jujur.
__ADS_1
...****************...