Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Dia--istriku


__ADS_3

Geovano terlihat begitu gugup saat ini, jantungnya berdegup kencang.Ia tak menyangka kan bertemu Faris di Mall ini.


"Tuan... kenalkan dia--istriku",cicit Geovano.


Faris diam membeku sejenak mencerna ucapan sekretarisnya itu."Sejak kapan?",tanya Faris menatap datar Geovano.


Geovano membola, bukankah ia sudah mengatakan beberapa minggu yang lalu pada bosnya itu.Tapi melihat tatapan datar Faris membuat Geovano berkeringat dingin.Baginya tatapan Faris lebih mengerikan dari pada Kalen.Meski ia dulu lama bekerja untuk Kalen memasok persenjataan untuk pria itu.Tapi Kalen tak pernah menatapnya tajam seperti ini.


"Beberapa minggu yang lalu Tuan",jawab Geovano.


"Kenalkan aku Kaira, istrinya Mas Faris",ujar Kaira mengulurkan tangannya pada Salsa yang terlihat diam saja.


Salsa menatap Kaira yang terlihat begitu cantik,pantas saja Faris begitu mencintai istrinya itu.


"Salsa...",jawab Salsa menyambut uluran tangan Kaira.


Faris melongo melihat keduanya begitu juga dengan Geovano.Andai Kaira tau jika Salsa pernah berusaha menggoda Faris apakah wanita hamil itu akan seramah itu pada Salsa.


"Kakak sangat cantik,ya kan Mas?",tanya Kaira meminta persetujuan Faris.


"Buat Mas cantikan kamu sayang",jawab Faris dengan muka datarnya.


Salsa tersipu malu,selama ini tak ada yang mengatakan ia cantik selain Geovano, suaminya.


"Kak Salsa mau belanja juga?",tanya Kaira.


"Eh iya..",jawab Salsa.


"Kalau gitu bareng aja yuk!",ujar Kaira.


"Sayang--


"Ssssttt...kamu sama Geo nongkrong saja dulu Mas,aku mau belanja sama Kak Salsa",ujar Kaira pada Faris.


"Kita akan ikuti kalian dari belakang",jawab Faris yang masih belum percaya pada Salsa.Bisa saja wanita itu menyakiti sang istri nantinya.


"Kamu yakin Mas?,nanti kamu bosan loh",ujar Kaira.


"Tidak sayang",jawab Faris.Yang benar saja ia bosan menemani sang istri.


"Baiklah...ayo Kak Salsa",ujar Kaira dengan semangatnya menarik pergelangan tangan Salsa.

__ADS_1


Keduanya berbelanja sepuas hati mereka,pada suami hanya mengikuti dari belakang melihat kegilaan istri mereka yang sibuk memasuki setiap toko demi toko.


"Kamu mencintainya?",tanya Faris pada Geovano.


"Iya...tapi saya tak tau dengan dia Tuan.Saya memaksanya menikah karena saya sudah merenggut kesuciannya",jawab Geovano.


"Maksud kamu?",tanya Faris.


"Dia perawan saat pertama kali saya menyentuhnya.Saya merasa pria brengsek jika membuangnya begitu saja lalu saya memutuskan untuk menikahinya.Dia memang terpaksa tapi saat ini mulai menerima ketika Dokter mengatakan dia hamil",ujar Geovano menceritakan semuanya pada Faris.


"Maafkan saya Tuan, menikahi tawanan anda", sambung Geovano.


"Tidak masalah, justru aku senang.Salsa anak yatim-piatu,jaga dia",ujar Faris.


"Tentu,dia istriku dan juga ibu dari calon anakku",jawab Geovano.


"Kamu tak berniat mengenalkan pada Kakekmu?", tanya Faris.


"Saat ini belum Tuan,saya tak mau Kakek memanfaatkan anakku nantinya",jawab Geovano.


"Kakek kamu pasti senang Geo, bukankah ini yang beliau inginkan kamu itu menikah dan memberikan keturunan untuknya",ujar Faris menatap sang istri yang sibuk memilih baju hamil bersama Salsa.


"Mungkin saya menunggu sampai Salsa bisa mencintai saya Tuan, setelah itu saya akan membawanya ke keluarga saya",jawab Geovano.


"Saya selalu memperlakukan dia dengan lembut Tuan.Tapi beberapa hari ini dia sedikit mulai bisa menerima saya",jawab Geovano.


Tak lama kedua wanita itu menghampiri dan Faris dan Geovano.


Faris tersenyum melihat senyuman yang mengembang dibibir sang istri."Puas belanjanya,hm?",tanya Faris saat Kaira memberikan beberapa paper bag padanya.


"Iya...", angguk Kaira.


"Ada lagi?",tanya Faris.


"Enggak... cepek",jawab Kaira.


"Makan dirumah atau di luar?",tanya Faris.


"Dirumah saja ",jawab Kaira.


"Kita duluan Geo",ujar Faris menarik pergelangan tangan sang istri.

__ADS_1


"Ya Tuan",jawab Geovano.


"Ada lagi yang mau kamu beli?",tanya Geovano pada sang istri yang hanya diam saja.


"Boleh aku membeli perhiasan?",tanya Salsa takut takut.


"Tentu...ayo kita beli",jawab Geovano merengkuh pinggang Salsa lalu mengajak sang istri menuju toko perhiasan..


"Pilihlah yang kamu mau",ujar Geovano saat mereka sudah sampai di toko perhiasan.


Salsa menatap satu persatu perhiasan yang ia yakini nilainya pasti sangat mahal.Wanita itu terlihat bingung harus memilih yang mana.


"Pak satu set perhiasan keluaran terbaru ya",ujar Geovano pada penjaga toko karena sang istri yang tampak bingung.


Penjaga toko memberikan satu set perhiasan yang diminta Geovano ke pada Salsa.


"Apakah kamu suka?",tanya Geovano.


"Ini pasti ma--


"Suka enggak?",tanya Geovano lembut.


"I-iya tapi yang lain saja Mas,ini pasti sangat mahal",jawab Salsa.


"Pak kita ambil yang ini",ujar Geovano memberikan sebuah kartu tanpa limitnya pada petugas toko.


Geovano mengambil kalung itu lalu memasangkan kepada Salsa."Cantik,kamu terlihat semakin cantik honey",bisik Geovano lalu mengecup pipi Salsa.


"Mas...ini ditempat umum",ujar Salsa melototi Geovano.Untung tak ada pengunjung di toko jika tidak ia pasti akan sangat malu.


"Kamu panggil apa barusan honey?",tanya Geovano.


"Apa?", bingung Salsa.


"Kamu tadi panggil aku dengan sebutan Mas kalau gak salah",ujar Geovano.


"Tidak boleh?",tanya Salsa.


"Sangat... terimakasih sudah mulai mau menerima kehadiranku",ujar Geovano.


Salsa tak menjawab, ia masih bingung dengan perasaannya saat ini.Ia mulai nyaman dengan segala perhatian Geovano.Tapi hatinya masih meraba raba apa yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


Keduanya meninggalkan toko perhiasan dan dan langsung pulang karena Salsa mengeluh capek


...****************...


__ADS_2