Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Katakan,Pa...!


__ADS_3

"Kak...ini ada apa?",tanya Dea saat turun dari mobil melihat semua orang berkumpul di dihalaman rumah.


"Sudah pulang?", tanya Kalen mengabaikan pertanyaan sang istri.


"Sudah Kak...ini ada apa?",tanya Dea kebingungan melihat semua orang tampak sedih.


"Bukan apa apa sayang,ayo...hari ini kita pindah",ujar Kalen mengamit tangan Dea.


"Kok mendadak sih Kak,aku belum mengemas barang barang aku",jawab Dea.


"Semuanya sudah selesai sayang dan semuanya sudah ada didalam mobil",sahut Kalen.


"Oh... sekarang ya Kak?",cicit Dea.


"Ya... pamit dulu sama Mama dan Papa sana?",ujar Kalen.


Dea menghampiri kedua mertuanya yang tak jauh darinya.".Ma...Dea pamit ya",ujar Dea menatap mertuanya yang tersenyum tipis.


"Jaga diri baik baik ya sayang,jika terjadi sesuatu sama kehamilan kamu jangan ragu untuk menelfon Mama, oke",jawab Marissa memeluk erat menantu kesayangannya itu.


"Iya Ma...",jawab Dea melerai pelukan sang mertua.


"Kok Mama nangis sih.Kita pindah tak jauh dari sini loh", sambung Dea mengusap sisa air mata di pipi sang mertua.


"Mama hanya ingin kita tinggal bersama sayang",jawab Marisa mengusap bahu Dea dengan lembut.


"Kita juga mau mandiri Ma", balas Dea.


"Sayang ayo...",ujar Kalen menghampiri sang istri,ia tak mau bertemu dengan sang Kakek jika Dea kelamaan berpamitan dengan Mamanya.


"Pa...Kak Kai...aku pamit ya", ujar Dea.


"Ya Nak...",jawab Rendra.


"Kak...nanti aku akan sering main kesana,Kakak tenang saja",ujar Kaira memeluk Kakak iparnya itu.


"Kakak tunggu ya",jawab Dea.


"Ya Kak...", balas Dea.

__ADS_1


"Semuanya aku pamit...Dan kamu Ra, belajar yang rajin agar cita cita kamu menjadi Dokter bedah kesampaian",ujar Kalen memeluk sang adik kesayangannya.


"Ya Kak...Kakak kayak mau pergi jauh saja",jawab Kaira terkekeh pelan.


Kelen tersenyum tipis karena ia memang akan pergi namun ia tak akan lagi menginjakkan kakinya di rumah milik Kakeknya.


"Ayo...kami pergi dulu",ujar Kalen membukakan pintu mobilnya untuk Dea.


"Hati hati Nak, hubungi Mama jika sudah sampai",ujar Marisa memeluk putra kesayangannya itu.


"Ya Ma...jaga diri baik baik,ingat jangan bergadang dan jangan makan makanan berlemak lagi agar kolesterol Mama gak kambuh lagi",ujar Kalen mengingatkan sang Mama.


"Iya...Nak",jawab Marisa.


"Kai...kamu sekarang yang Kakak andalkan untuk menjaga dua wanita kita",ujar Kalen.


"Ya Kak...",lirih Kaisan dengan tatapan sendu.


Kalen memasuki mobilnya dengan senyuman tipis menghiasi bibirnya menatap keluarga yang ia tinggalkan.


Kalen menjalankan mobilnya meninggalkan rumah tempat dimana ia dibesarkan. Sedih memang tapi ia tak ingin wanita yang ia cintai celaka dengan rencana Kakeknya.


"Kak..."


"Ini bukan arah rumah kita loh Kak",ujar Dea.


"Iya sayang...aku berubah pikiran.Rumah itu terlalu besar untuk kita tempati berdua.Dan aku sudah menyiapkan rumah sesuai dengan keinginan kamu", jawab Kalen.


"Iya juga sih Kak, tapi--


"Kenapa sayang?",tanya Kalen.


"Ini jauh dari rumah Kak",jawab Dea.


"Ya...kita masih di kota yang sama hanya berbeda berbeda kecamatannya saja sayang", balas Kalen.


"Kuliahku gimana Kak?",tanya Dea.


"Terpaksa kamu pindah sayang,maaf ya",ujar Dea.

__ADS_1


"Yah... aku gak ketemu Ajeng lagi dong Kak", lirih Dea.


"Kamu masih bisa video call sayang sama Ajeng",jawab Kalen.


"Ya Kak..."


***


"Pa...apa yang Papa rencanakan sehingga Papa memenuhi permintaan Ayah dari Fika itu untuk menjadikan Fika itu wakil Kalen",ujar Rendra dengan penuh penekanan.


"Jangan ikut campur Rendra",jawab Tuan Wiliam.


"Tapi Papa membuat putraku meninggalkan rumah ini dan gelar dokter yang ia impikan dari kecil",ujar Rendra.


"Andai dia tak mencampur adukkan masalah pribadi dan pekerjaan.Hari ini ia masih CEO di rumah sakit dan--


"Dan rumah tangga Kalen hancur karena gadis ambisius seperti Fika itu.Papa ingat gak kalau Fika itu pernah meminta kita untuk menjodohkannya dengan Kalen.Dan sekarang Papa mendekatkan mereka kembali dan membuat rumah tangga Kalen berantakan,itu yang Papa mau?",ujar Rendra.


"Rendra--


"Aku heran sama Papa kenapa Papa tiba tiba bertingkah seperti ini, dijanjikan berapa persen Papa oleh si Deri itu dari projek yang kalian garap saat ini",ujar Rendra.


"Rendra...", teriak Tuan Wiliam.


"Jangan sampai Papa sendirian dihari tua Papa jika sikap Papa seperti ini",ujar Rendra yang kecewa dengan Papanya itu.


"Hufff... Rendra Papa akan menjelaskan pada kamu,duduklah!",jawab Tuan Wiliam.


"Jelaskan Pa...",ujar Rendra duduk dihadapan Tuan Wiliam.


"Deri tau jika Dea anak dari Dion,dan ia mengancam akan menyerahkan Dea pada keluarga itu jika aku tak mengabulkan permintaannya", lirih Tuan Wiliam.


"Dan Papa takut,kita memiliki orang orang yang bisa melindungi Dea Pa,dan ini bukan alasan yang masuk akal", jawab Rendra.


"Rendra--


"Katakan yang sebenarnya apa yang Papa rahasiakan dari kita",ujar Rendra.


"Tak ada Rendra",jawab Tuan Wiliam.

__ADS_1


"Pa... katakan!",ujar Rendra.


...****************...


__ADS_2