
Kalen tersenyum melihat sang istri mendapatkan pelepasannya.Kelen mengusap keringat pada pelipis Dea.Nafas istrinya itu terengah-engah dengan dada naik turun.
Kalen menciumi pucuk kepala sang istri dengan begitu erat."Kamu sangat sexy,sweety",bisik Kalen lalu membenarkan kembali gaun yang dikenakan oleh Dea.
Dea tersipu malu dengan pipi yang merona mendengar pujian dari sang suami.Hal itu sangat disukai oleh Kalen.
"Kak... gimana dengan Kakak?",tanya Dea.
"Sebentar lagi kita akan take of,jadi bersiaplah", bisik Kalen dengan senyuman menggoda.
"Hah?"
"Hahaha...kamu lucu sayang.Ayo kita kembali ke kabin",kekeh Kalen menarik pergelangan tangan sang istri dengan lembut lalu melangkah keluar dari kamar pribadinya itu.
Dea dan Kalen kembali duduk dikursi mereka.Kalen dengan penuh perhatian membantu Dea kembali memasang sabuk pengaman.
"Kak"
"Ya Dera...ada apa?",tanya Kalen menatap istri kecilnya itu.
Cup
Kalen melongo dengan kelakuan nakal istrinya itu."Mulai berani, hum?", ujar Kalen mengggelitik pinggang ramping Dea
"Hahahaha...ampun Kak, geli",gelak Dea.
"Mulai nakal sekarang",kekeh Kalen yang terus menggelitik pinggang sang istri.
"Hahaha...ampun Kak",ujar Dea disela tawanya.
Aksi mereka menjadi tontonan bagi kru pesawat.Semua kru yang ada tersenyum melihat kemesraan pasangan itu tapi tidak dengan salah satu Pramugari yang dimaksud diam menyukai Kalen.
"Cih...dasar ****** kecil", umpat pramugari itu.
"Hei...kemu kenapa?.Biarkan saja.Mereka cocok kok",ujar salah satu temennya.
"Cocok gimana?,sugar baby iya",kesal pramugari itu.
"Husss...jangan sampai Tuan Kalen mendengar ucapanmu barusan tentang istrinya", sanggah pramugari lainnya.
"Istri?", beo pramugari tadi.
"Bersiaplah pesawat kita akan take of", teriak pilot.
Akhirnya pesawat yang ditumpangi Kalem dan Dea mendarat dengan selamat di bandara Ngurah Rai Bali.Keduanya turun dari pesawat dan langsung memasuki mobil yang telah menunggu mereka.Kalen memang telah menyewa sebuah mobil mewah untuk mereka kendarai selama di Bali.
Dea merebahkan kepalanya di bahu Kalen saat mobil mulai berjalan meninggalkan Bandara.Kalen mengusap bahu Dea dengan penuh kasih sayang.
Tak lama mobil mereka sampai di salah satu hotel terbaik di Bali.Kalen membawa Dea pada salah satu kamar presiden suit dengan view yang langsung pada pantai Kuta.
"Hufff....",Dea menghempaskan tubuhnya diatas ranjang size yang ditaburi kelopak bunga mawar segar khas ranjang pengantin.
__ADS_1
"Mandi dulu Dera...",ujar Kalen menyibak tirai jendela hotel.
Dea yang mempedulikan ucapan sang suami memilih memejamkan matanya.
Kalen tersenyum melihat sang istri yang memejamkan matanya.Ia menghampiri Dea yang tidur terlentang di atas ranjang.Kalen menatap wajah cantik sang istri yang membuatnya makin jatuh cinta.
Kalen mengelus pipi mulus Dea dengan punggung tangannya membuat sang istri membuka matanya.
"Kak..."
"Capek...?",tanya Kalen menatap sang istri penuh cinta.
"Ngantuk Kak...",lirih Dea.
"Mandi dulu sayang...biar tidurnya nyaman",ujar Kalen mengusap rambut panjang Dea.
"Nanti saja Kak",ujar Dea mengalungkan kedua tangannya di leher Kalen.
"Katanya ngantuk kenapa kamu mancing aku, hum?",ujar Kalen mengusapkan hidung mancungnya pada hidung mancung Dea.
Dea tersenyum lalu mengusap wajah tampan Kalender dengan telapak tangannya."Kak... kenapa sekarang kamu makin tampan",ujar Dea memandangi pahatan wajah Kalen.
Kalen tersenyum lalu meraih tangan Dea dan mengecupnya."Aku memang dari dulu sudah begini sayang",jawab Kalen.
"Kak...boleh aku bertanya sesuatu?",tanya Dea menatap kedua menarik mata Kalen yang menatapnya penuh cinta.
"Apa, hum?",jawab Kalen.
"Kenapa Kakak mengakhiri hubungan Kakak dengan dokter cantik itu",ujar Dea.
"Dia tak sebaik yang aku kira,dia menyimpan pria lain di belakangku--
"Dan mengkhianati Kakak?", sambung Dea.
"Kamu tau dari mana?,Mama?",tanya Kalen.
Dengan menggeleng pelan lalu tersenyum tipis."A-aku gak sengaja pernah melihatnya andehoy dengan salah satu dokter di salah satu bangsal rumah sakit",cicit Dea.
"Kamu melihatnya...?",tanya Kalen.
"I-iya Kak...",jawab Dea.
"Kapan?", tanya Kalen.
"Satu hari setelah kita menikah lebih tepatnya hari pertama aku kerja dirumah sakit",jawab Dea.
Kalen mencoba mengingat hari itu,ya...dia ingat jika Aluna beralasan pulang cepat hari itu.Ternyata ia telah ditipu mentah mentah oleh wanita itu.
"Kak..."
"Ah ya.."
__ADS_1
"Kakak masih cinta sama Kak--
"Gak... semuanya terkikis habis karena pengkhianatannya", jawab Kalen.
Dea tersenyum lalu melangkah turun dari ranjang.Kaki mulusnya melangkah menuju balkon kamar hotel yang langsung menghadap ke pantai Kuta.
Dea merentangkan kedua tangannya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.
"Mau main air?",tanya Kalen mengikuti langkah Dea menuju balkon mengungkung tubuh Dea dengan kedua tangannya pada pagar pembatas kamar hotel.
"Gak Kak... nanti sore aja sekalian melihat sunset",jawab Dea mengelus rahang Kalen.
"Dera..."
"Ya Kak..."
"Apakah kamu gak nyaman dengan obrolan kita tadi?", tanya Kalen meletakkan dagunya dibahu Dea.
Dea tersenyum dan tak menjawab pertanyaan Kalen.Entah kenapa ia masih ragu dengan cinta Kalen padanya.Ia takut Kalen masih mencintai wanita itu mengingat bagaimana pria itu mencintai Aluna.
"Aku mencintaimu Dera... Disini...dihati ini tak lagi ada namanya.Hanya ada kamu", ujar Kale mengecup pipi sang istri.
"Bagaimana bisa kamu melupakannya dengan waktu yang begitu singkat?",tanya Dea.
"Kenapa?", tanya Kalen yang gemas dengan tingkah lucu Dea jika sedang cemburu.
"Gak kenapa napa Kak",jawab Dea menikmati lautan lepas.
Kalen menyibak rambut Dea ke samping memperlihatkan tengkuk mulus Dea.Pria itu mengecup tengkuk Dea dengan lembut dan menyesap pelan sehingga meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
"Kak....", lirih Dea memejamkan matanya.
"Hmmm...",Kalen menyembunyikan wajahnya pada lekuk leher Dea mencumbu leher jenjang itu.
Kalen segera menggendong Dea ala bridal style masuk kedalam kamar.Dengan hati hati ia menurunkan Dea di atas ranjang.Kalen menatap penuh damba sang istri.
"Jangan pernah meragukan cintaku padamu, Dera",lirih Kalen menarik tengkuk Dea lalu m****** bibir merah alami milik Dea dengan begitu lembut.
"Aku mencintaimu... selamanya",ujar Kalen dengan suara serak menahan hasratnya.
"Kak..."
"Apa sayang...",jawab Kalen menurunkan resleting gaun Dea dengan tangan kanannya dengan satu tarikan hingga punggung polos Dea terekspos sempurna.
Kalen menurunkan gaun Dea dengan perlahan sembari mengusap bibir ranum Dea dengan ibu jarinya.
"Sempurna...",bisik Kalen menatap tubuh Dea.
"Kak....a-aku--
"Kalen merebahkan tubuhnya Dea segar perlahan lalu mengungkung wanita yang kini hanya memakai dalaman itu.
__ADS_1
"Kamu membuatku mabuk kepayang Dera", lirih Kalen dengan tangan yang mulai menyentuh Dea dengan penuh kasih sayang dan rasa yang tak bisa ia jelaskan karena ia begitu mencintai gadis itu luar dalam.
...****************...