
Sisi mematung saat mendengar jawaban kepala pelayan.
"Harusnya itu tugasmu Sisi,darimana saja kamu,hum?",tanya kepala pelayan.
"Aku tadi sakit perut dan tidur setelah minum obat",bohong Sisi.
"Lalu semuanya ke rumah sakit?",tanya Sisi.
"Ya...Tuan Kalen sekalian juga cek ke laboratorium susu yang diminum Non Rania",jawab Buk Farida.
Sisi menegang ia takut jika Tuannya mencurigainya."Tenang Si,semuanya aman",batin gadis itu berusaha untuk tenang.
Sementara itu Kalen meminta sang securitynya untuk mengirimkan hasil rekaman cctv beberapa hari kebelakang.Ia ingin tau siapa yang berusaha mencelakai putrinya.Kalen memasang cctv di beberapa tempat dirumahnya tanpa sepengetahuan para pelayan.Agar ia bisa memantau pekerjaan pelayannya selama ia tak dirumah.
Kalen menatap pilu sang istri yang tampak bersedih melihat keadaan putrinya yang hampir saja celaka.
"Sayang...Rania baik baik saja.Kamu jangan risau, oke",ujar Kalen.
"Siapa By yang mencampur susu itu dengan obat alergi.Semalam Rania masih minum susu yang sama dan dia baik baik saja",lirih Dea yang gak tega melihat putrinya itu terbaring tak sadarkan diri.
"Sayang...aku sedang menyelidikinya,dan jika terbukti salah satu pelayan kita berkhianat aku tak akan memaafkan mereka dan tak akan membiarkannya lolos",jawab Kalen memeluk sang istri dari belakang.
Ting
Kalen membuka pesan yang baru masuk yaitu rekaman cctv yang dikirim oleh penjaga.Pria itu mengeraskan rahangnya saat melihat siapa yang mencoba untuk mencelakai putrinya.
"By..."
"Aku pulang sebentar sayang,aku akan meminta Mika untuk menemani kamu disini",ujar Kalen.
"Mas kamu lupa jika Mika ikut Mama",jawab Dea.
"Shitt..."
"Aku keluar sebentar ya",ujar Kalen diangguki Dea yang tau terjadi sesuatu hingga suaminya itu begitu tampak marah.
Setibanya diluar Kalen menghubungi orangnya untuk mengamankan gadis itu.Kemudian ia menelfon Diana untuk melakukan tugasnya seperti biasa.
"Kalen apa yang terjadi?",tanya Martin teman yang merupakan pemilik rumah sakit melihat betapa kacaunya keadaan Kalen.
"Anak gue dirawat karena meminum susu yang dicampur dengan obat alergi",jawab Kalen.
"Innalilahi...lalu Rania baik baik saja kan?",tanya Martin dengan raut wajah ikut cemas.
"Hmmmm...",angguk Kalen.
Tring
__ADS_1
Diana is calling...
"Gue angkat telfon sebentar Martin",ujar Kalen.
"Ya silahkan",jawab Martin.
"*Ya Dii...",ujar Kalen setelah berdiri cukup jauh dari ruang rawat Rania.
"Siapa lagi tuh cewek,pengagum kamu lagi?",tanya Diana dari seberang karena tadi Kalen hanya mengirim pesan padanya karena saat Kalen menghubunginya ia tak sempat mengangkat.
"Baby Sitternya Rania...",jawab Kalen.
"Kenapa kamu ceroboh seperti ini Kalen.Harusnya kamu seleksi betul betul baby sitter untuk keponakan lucu ku Kalen", gerutu Diana.
"Ya....awalnya semuanya aman tapi entah kenapa gadis itu begitu berani sekarang",jawab Kalen.
"*Dimana kamu sekarang?",tanya Diana.
"Rumah sakit...",jawab Kalen.
"Ck...gadis itu bagaimana?", tanya Diana.
"Aku sudah minta orang kita mengamankannya,kamu langsung saja ke markas kita.Sebentar lagi aku nyusul nunggu bodyguard untuk berjaga disini karena Dea sendirian jaga Rania",jawab Kalen.
"Oke..."
Kalen kembali keruang rawat Rania,ia bernafas lega karena bodyguardnya sudah ada disana.
"Tuan..."
"Jaga mereka!,jangan biarkan orang lain masuk",ujar Kalen.
"Baik Tuan"
Kalen kembali masuk untuk izin pada anak istri.Pria itu tampak tersenyum karena putrinya sudah terjaga.
"Sayang..."
"Eh...By.Rania sudah bangun",ujar Dea pada sang suami.
"Iya aku tau",jawab Kalen mengecup kening sang putri dengan lembut.
"Pi...Pi...",oceh Rania dengan suara khas batitanya.
"Iya Papi disini",jawab Kalen tersenyum tipis karena bercak merah ditubuh sang putri mulai berkurang.
"Sayang... aku ada urusan sebentar diluar,aku janji hanya sebentar.Diluar ada penjaga yang jadi kamu ga perlu takut",ujar Kalen.
__ADS_1
"Iya By..."
"Titip putri kita sebentar ya",ujar Kalen mengecup kening sang istri.
"Ya...kamu hati hati ya By",jawab Dea.
"Ya..."
"Putri Papi.Papi pergi sebentar ya Nak",ujar Kalen lalu langsung keluar dari ruangan itu.
***
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Kalen sampai disebuah rumah yang tak terurus.Ia langsung turun dan masuk kedalam rumah itu.
Dari kejauhan ia mendengar teriakannya Diana yang sedang mengintrogasi seseorang.
"Dii..."
"Kalen kamu datang.Lihtlah gadis itu masih belum mau mengakui kesalahannya",adu Diana menunjuk Sisi yang terikat tali.
"Tu-tuan..."
"Apa tujuanmu, hum?",ujar Kalen dengan tatapan tajam dan rahang yang mengetat.
"Sa-saya--Sisi menelan ludahnya kasar karena yang jauh berbeda seperti ia kenal selama ini.Pria yang begitu ia sukai itu lebih menakutkan kali ini.
"Katakan...",bentak Kalen yang mulai geram karena Sisi tak melanjutkan kalimatnya. Mm
"Diana... sekarang!",ujar Kalen.
"Dengan senang hati sepupuku",jawab Diana tersenyum iblis.
"Kau...salah cari lawan Nona.Sepupuku tidak akan mengampuni orang yang menyakiti anak dan istrinya.Termasuk aku yang akan membalasnya karena kau membuat keponakan lucuku harus dirawat",ujar Diana memegangi pisau tumpul di tangannya.
"Aku lakukan itu karena aku menyukai anda Tuan,aku ingin merusak hubungan kalian melalui Rania",ujar Sisi membuat Kalen mengepalkan kedua tangannya.
"Ck... pesonamu sungguh berbahaya Kalen", cibir Diana.
"Huh...aku harus berurusan lagi dengan para wanita pengagummu Kalen", sambung Diana.
"Sekarang Diana,aku tak punya banyak waktu Dea sendirian dirumah sakit menjaga Rania",ujar Kalen setengah berteriak.
"Baiklah..."
"Kau mau jari yang mana dulu Nona",ujar Diana.
Deg
__ADS_1
...****************...