Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Pingsan


__ADS_3

"TIARA..."


"Dimas ada apa datang teriak teriak",ujar Hesti yang merupakan Nenek dari Tiara.


"Mana Tiara Nek?",tanya Dimas dengan emosi yang tertahan.


"Itu Tiara...",tunjuk Hesti pada Tiara yang bersembunyi dibalik tubuh Papanya.


"Tiara sini kamu,gara gara kamu semuanya hancur",teriak Dimas.


"Apanya yang hancur Dimas?",tanya Hesti dengan tatapan bingung.


"Karena ulahnya Kalendra menarik sahamnya diperusahaan kita",ujar Dimas.


"APA...?",pekik Hesti dan Papa Tiara bersamaan.


"Tiara apa yang terjadi sehingga kamu berurusan dengan Kalendra.Anak itu tak akan melakukan hal ini jika tak ada yang mengusiknya",ujar Dito Papa Tiara.


Tiara terdiam dengan wajah pucat pasi.Ia tak menyangka kejadian kemarin membuat Kalen meradang.


"Jawab Tiara...!",ujar Dimas.


"Ha-hanya sepele Pa, Kalennya saja yang lebai",jawab Tiara menyembunyikan ketakutannya.


"Sepele kamu bilang, hum?. Menampar menantu Atmaja di depan umum sehingga mengalami memar itulah kamu bilang sepele?",ujar Dimas membuat nyali wanita itu menciut melihat tatapan tajam sang Kakak.


"Tiara...kami mendidik kamu dengan sangat baik bahkan menyekolahkan kamu hingga ke luar negeri.Tapi ini hasilnya, hum?",ujar Hesti dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Apa aku salah jika aku menamparnya,dia mengambil Kalen dariku,aku...aku dari dulu mencintai Kalen tapi dia wanita ingusan itu yang menjadi istrinya.Aku.


bertahun tahun mencintainya dan sekarang aku akan merebutnya kembali", teriak Tiara


PLAK


"Begini caramu berbicara dengan orangtua?",ujar Hesti menampar cucu kesayangannya itu.


"Nek... harusnya kalian mendukungku tapi kalian malah--


"Cukup berbicara omong kosong Tiara,kamu gadis terhormat tak seharusnya kamu berniat menjadi pelakor dalam rumah tangga orang lain",ujar Hesti yang makin geram dengan cucu perempuannya itu.


"Kalian jahat...", teriak Tiara.


"Berhenti bersikap seperti bocah Tiara,mulai sekarang kamu tak boleh pergi kemanapun dan uang jajanmu Kakak stop untuk sementara waktu",ujar Dimas yang lelah menghadapi sikap manja sang adik.


"Kak--


"Balajarlah menjadi dewasa Tiara,tak semua masalah bisa kamu selesaikan dengan kekerasan.Dan ini contohnya akibat ulahmu kita hampir kehilangan segalanya",ujar Dimas.

__ADS_1


"Kak...aku mencintai Kalen,Kak.Aku lah yang pantas menjadi istrinya",kekeuh Tiara.


"Itu bukan cinta Tiara tapi obsesi",ujar Dito.


"Pa--


"Mulai sekarang Papa akan mengirim kamu ke Majalengka tempat Eyang putrimu",ujar Dito.


"Gak Pa...aku gak mau tinggal disana.Ak--


"Keputusan Papa sudah bulat Tiara",ujar Dito.


"Gak Pa...aku mohon jangan,aku janji gak akan mengejar Kalen lagi tapi jangan kirim aku kesana",mohon Tiara.


"Kami menyerah mendidik kamu Tiara,biar Eyang Putrimu yang mendidik kamu menjadi perempuan yang lebih baik lagi",ujar Dito.


"Pa...aku mohon..."


"Nek...bilang pada Papa untuk tidak mengirimku kesana", lirih Tiara menatap Neneknya yang juga kecewa dengan kelakuannya.


"Maaf Tiara...Nenek gak bisa berbuat apa apa",jawab Hesti.


"Aku gak mau kesana,tinggal di desa dan--


"Makanya bertingkah lah layaknya wanita berkelas Tiara,masih untung Kalen tidak melaporkan perbuatanmu pada pihak berwajib",ujar Dimas yang sungguh sangat kecewa dengan sang adik.


Tiara memang sangat takut pada Eyangnya yang begitu tegas dan semua perintahnya adalah mutlak dan tak bisa dibantah.Sering dulu ia dihukum karena telat bangun tidur dan bertingkah tidak sopan.Ia tak tau hukuman apa yang akan Eyang berikan padanya jika tau kelakuannya yang membuat perusahaan mengalami penurunan.


"Mi...urus semua keperluan Tiara untuk berangkat ke Majalengka",ujar Dito.


"Gak...kau gak mau.Kak,Nek aku mohon aku gak mau ke sana",isak Tiara.


"Baiklah...tapi Eyang Putrimu yang akan Papa minta datang kesini",ujar Dito.


Deg


Tiara mematung mendengar keputusan Papanya.Itu sana saja bebas dari kandang buaya masuk kandang singa.


"Pa...


"Keputusan Papa sudah mutlak jadi jangan berniat untuk kabur atau kamu akan tau sendiri akibatnya", ancam Dito.


***


Dea membuka kedua matanya dan menatap sekeliling kamar.Ia tersenyum melihat nampan berisi makanan terletak di atas nakas.


Wanita itu menyandarkan punggungnya ke dasbor tempat tidur sembari menutup tubuh polosnya sebatas dada.

__ADS_1


Ia merasakan kepalanya begitu sangat pusing,mungkin efek belum makan apapun dari tadi pagi.Dea memejamkan kedua matanya karena rasa pusing yang begitu hebat.


Tring


Dea menoleh ke arah nakas dimana ponselnya berdering.Dengan sedikit kesusahan ia meraih ponselnya dan ternyata panggilan video dari Kalen.


"*Ya Kak...",lirih Dea.


"Hai...sudah bangun?", tanya Kalen menatap sang istri yang masih berselimut.


"Huummm..."


"Kamu kenapa?",tanya Kalen melihat Dea tampak memijit kepalanya.


"Cuma sedikit pusing Kak",lirih Dea.


"Belum makan?",tanya Kalen.


"Belum,aku baru saja bangun Kak",jawab Dea.


"Makan dulu sayang",ujar Kalen.


"Ya...tapi kepalaku pusing Kak",jawab Dea dengan suara parau.


"Dera...kamu pucat sayang,kamu*--


Dea kembali merebahkan tubuhnya membiarkan ponselnya tergelatak begitu saja di tempat tidur.Samar samar ia mendengar Kalen memanggil namanya namun matanya enggan terbuka.


Di lain tempat Kalen begitu sangat kuawatir saat panggilan videonya tak ditanggapi oleh sang istri,hanya menampilkan langit kamar mereka.


Tanpa pikir panjang pria itu menutup laptopnya dan membuka jas putihnya lalu berencana untuk pulang.Menelfon orang rumah bukanlah solusi yang baik karena Dea saat ini tak memakai apapun.


Kalen bergegas menaiki mobilnya dan melakukannya dengan kecepatan tinggi.Kini pikirannya hanya pada keadaan Dea yang tadi ia lihat begitu pucat.


Sesampainya dirumah pria itu langsung menuju kamarnya.


Ceklek


"Dea.... sayang",Kalen mendekati Dea yang memejamkan kedua matanya.


"Dea...bangun sayang",ujar Kalen menepuk pelan pipi Dea.


Namun tak ada reaksi apapun dari wanitanya itu.Kalen mengambil baju tidur Dea dilemari dan memakaikannya.Setelah itu ia mengambil stetoskop di tas kerjanya serta juga mengecek tensi darah Dea.


"Kalen..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2