Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Dea cemburu


__ADS_3

"Kak..."


"Menjauhlah dari istriku Kai!",ketus Kalen menarik Dea ke dalam pelukannya.


"Hadeh...dasar bucin",ledek Kaisan.


Marisa tersenyum melihat sikap Kalen yang begitu posesif pada Dea.Itu artinya Kalen benar benar telah mencintai Dea sepenuhnya.


"Kakak mau...?",ujar Dea menyodorkan piring berisi sandwich pada Kalen.


"Untuk kamu saja sayang...",jawab Kalen.


"Ehemm...ada yang jatuh cinta nih...katanya gak--


Pluk


"Awh...",ringis Kaisan saat sebuah botol minuman mendarat di kepalanya.


"Hahaha...makanya jangan ledek Kak Kalen terus",gelak Kaira melihat Kakaknya meringis kesakitan.


"Diam...!",kesal Kaisan yang kepalanya terasa sedikit sakit.


Kaira mengulum senyumannya melihat raut kesal Kakaknya.


"Kaira...ganti baju dulu Nak...",ujar Marisa pada putrinya itu.


"Oke...Ma",jawab Kaira berjalan menuju kamarnya.


"Kai...sana masuk kamar!,jangan ganggu Kakak kamu lagi",ujar Marisa pada putranya itu.


"Ya... baiklah Ma",jawab Kaisan melirik sekilas Kalen yang begitu terlihat posesif pada istrinya.


"Kalen...Mama tinggal sebentar ya",ujar Marisa yang mengerti jika anak menantunya membutuhkan waktu berdua agar semakin lengket.


"Ya Ma... terimakasih udah bikinin makanan ini untuk Dea",jawab Kalen.


"Ya sayang..",balas Marisa melangkah meninggalkan pasangan suami istri itu.


"Enak?",tanya Kalen mengusap bibir Dea yang terdapat sisa makanan lalu mengecup bibir itu sekilas.


"Huumm...",angguk Dea yang menikmati makanannya.


Kalen menarik bibirnya ke atas melihat sang istri yang begitu lahap memakan masakan Mamanya.Ia sungguh tak menyangka akan jatuh hati sedalam ini pada gadis yang dari awal tak ia sukai.


"Minum dulu Dera...!",ujar Kalen memberikan segelas air pada Dea saat istrinya itu menghabiskan makanan di tangannya.


"Makasih Kak...",jawab Dea lalu meminum air yang di berikan Kalen padanya.


"Ya baby...",jawab Kalen tersenyum manis sekali.


"Kalen..."


"Eh ya Kek...",jawab Kalen saat Kakeknya menghampiri.


"Bisa kita bicara berdua saja,ini penting",ujar Tuan Wiliam.


"Baiklah Kek...",jawab Kalen.


"Kakek tunggu diruang kerja Kakek",ujar Tuan Wiliam melangkah lebih dahulu.


"Ya..."

__ADS_1


"Sayang...aku nemui Kakek dulu ya.Ingat...!,jangan dekat dekat dengan Kaisan",ujar Kalen mengecup kening Dea.


"Ya Kak...",jawab Dea tersenyum tipis.


Dea menatap punggung lebar Kalen yang berjalan menjauhinya.Ia begitu merasa sangat dicintai oleh suaminya itu.Selama sifat posesif Kalen masih di batas wajar Dea tak akan mempermasalahkannya.Toh ia juga menikmati sikap Kalen itu padanya yang berarti ia suaminya sangat mencintainya.


"Kak Dea... sendiri?",tanya Kaira yang kembali menghampiri Dea.


"Ya Ra...",jawab Dea yang sedang memainkan ponselnya.


"Kak Kalen mana?",tanya Kaira.


"Ada yang dibicarakan dengan Kakek",jawab Dea.


"Oh...kita ke Mall yuk Kak,aku mau beli baju buat acara ke ulang tahun teman aku",ujar Kaira.


"Hmmm...tunggu Kak Kalen dulu ya Ra,Kakak harus izin dulu",jawab Dea.


"Oke...tak masalah",balas Kaira.


"Hai... Kaira"


"Kak Tiara...",gumam Kaira.


"Hai...Tante Rissa ada?",tanya wanita berpakaian modis itu tersenyum lebar pada Kaira.


"Ada lagi--


"Mama ke kamar tadi Ra",ujar Dea.


"Oh ya lagi di kamar", sambung Kaira tersenyum canggung.


"Bisa--


"Tiara..."


"Baik...kamu?,kapan pulang?",tanya Marisa.


"Tadi pagi Tan..jadi baru siang ini bisa ke sini",jawab Tiara tersenyum dibuat buat.


Dea memerhatikan keduanya yang tampak begitu akrab satu sama lain.Wanita itu begitu sangat cantik dan modis.Apalagi gigi gundulnya yang membuat senyuman wanita itu makin membuat terlihat cantik. jika tertawa.


"Dia Tiara...Kakak harus hati-hati sama dia karena ia menyukai Kak Kalen", bisik Kaira pada Dea.


Dea tersenyum tipis dan sedikit terkejut dengan ucapan adik iparnya itu.Dibandingkan dengannya ia tak ada apanya.Apakah suaminya akan terpesona dengan kecantikan wanita itu?.Dea berharap Kalen tak menggubris wanita itu nantinya.


"Kalen mana Tan?",tanya Tiara menatap sekeliling ruangan.


"Oh itu--


"Nah itu dia...",tunjuk Tiara pada pria yang berjalan begitu sangat cool itu.


Semua orang termasuk Dea manatap kearah yang ditunjuk Tiara yang terlihat suaminya berjalan dengan tetatapan mata tertuju padanya.


"Kalen...",ujar Tiara menghadang Kalen.


"Tiara...",gumam Kalen.


"Hai apa kabar?",tanya Tiara berusaha memeluk Kalen namun pria itu mundur ke belakang.


"Baik...",jawab Kalen datar.

__ADS_1


"Loh kok kamu menghindar sih?",ujar Tiara mengerutkan keningnya.


"Bukan muhrim,jangan membiasakan hal yang terjadi di negara tempat tinggalmu sebelumnya", jawab Kalen berjalan menghampiri Dea yang duduk disebelah sang adik.


"Kal--Tiara menghentikan ucapannya saat melihat Kalen dengan santainya duduk berdempetan dengan Dea.


"Sudah selesai Kak?",tanya Dea pada Kalen dengan tersenyum canggung.


"Sudah...kamu kenapa, hum?",tanya Kalen menangkup pipi Dea dengan kedua tangannya.


"Aku gak apa apa kok Kak",jawab Dea berusaha menyembunyikan rasa cemburunya.


Kalen yang tau istrinya itu tak baik baik saja berusaha untuk percaya saja dulu.


"Kalen dia siapa?",tanya Tiara menatap tajam Dea.


"Dia... istriku",jawab Kalen.


"A-apa?",teriak Tiara tak percaya dengan jawaban yang diberikan Kalen.


"Jangan bercanda Kalen.Ini gak lucu", geleng Tiara dengan tatapan tak percaya.


"Memangnya aku terlihat bercanda?",ujar Kalen datar.


"Kalen kapan--


"Satu bulan yang lalu",jawab Kalen.


Dea mengulum senyumanya karena Kalen mengakuinya pada Tiara.Begitu juga dengan Marisa dan Kaira.


"Widih... ada Kak Tiara nih",ujar Kaisan yang baru saja datang.


"Semuanya aku dan Dea ke kamar dulu",ujar Kalen menarik pergelangan tangan sang dengan lembut.


Tiara menatap kepergian Kalen dengan tatapan tak percaya.


"Tan..kapan mereka menikah,kok aku gak tau ya?",tanya Tiara yang merupakan salah satu anak dari rekan bisnis keluarga Atmaja.Ia dan keluarga Atmaja cukup dekat karena dia dan Kalen dulunya satu sekolah dan teman masa kecil.


"Satu bulan yang lalu Tiara.Maaf gak undang kamu semuanya terjadi begitu mendadak",jawab Marisa.


"Oh..."


Sementara itu di kamar Dea terlihat diam saja dan memandangi penampilannya di depan cermin.


"Kamu cantik di mataku sayang",bisik Kalen yang tau jika istrinya itu tengah memandingkan dirinya dengan Tiara.


"Kak...aku--


"Aku tau kamu cemburu bukan dengan Tiara karena tadi Kaira diam diam menghubungiku dan mengatakan jika dia mengatakan jika Tiara menyukaiku",ujar Kalen memeluk Dea dari belakang.


"Aku dan dia jauh berbeda Kak.Dia sangat--


"Ya kamu dan dia berbeda.Kamu wanitaku,gadis polos yang apa adanya sedangkan dia wanita modern yang sedikitpun kau tak tertarik padanya",jawab Kalen.


"Kak...aku takut Kakak tergoda dengannya",lirih Dea membalikan badannya menatap Kalen.


"Tak akan pernah sayang.Kamu...membuatku tak bisa berpaling dari pesonamu ini",ucap Kalen mengusap rahang Dea dengan tatapan penuh cinta.


"Aku mencintaimu Kak",lirih Dea memeluk Kalen.


"Aku juga sayang...",jawab Kalen membalas pelukan Dea dengan erat.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2