
"Jangan menatapku seperti itu Kai",ujar Kalen.
"Ck...",Kaisan melangkah meninggalkan semua orang karena kesal dirinya dijodohkan dengan gadis yang baru saja ia kenal.
"Ma...Kak Kai kesal kayaknya tuh",ujar Dea.
"Biar aja Dea,paling cuma sebentar.Nanti baik sendiri dianya",jawab Marisa.
"Awh...",ringis Dea.
"Baby kamu kenapa, hum?",ada yang sakit?", tanya Kalen panik.
"Perut aku tiba tiba sakit by",jawab Dea memegangi perutnya.
Kalen tak sengaja melihat seseatu yang mengalir di kaki Dea.Pria itu langsung menggendong Dea."Ma...Dea mau melahirkan",ujar Kalen berjalan setengah berlari menggendong Dea.
"Ha...ya Tuhan,Papa...Kai.Dea mau melahirkan",pekik Marisa memasuki rumah.
"Mik..."
"Ya Tuan...ada apa ini?",tanya Mika dengan raut wajah kuawatir.
"Cepatan ambil mobil!,kita kerumah sakit sekarang",ucap Kalen.
"Ba-baik Tuan...",jawab Mika berlari menuju garasi lalu mengambil mobil milik Dea yang biasa ia tunggangi mengantar jemput Dea.
Kalen mendudukkan Dea dengan hati hati dijok penumpang dan setelahnya barulah dia masuk.
"Jalan Mik!",ujar Kalen diangguki Mika yang langsung tancap gas menuju rumah sakit.
Kalen langsung menelfon pihak rumah sakit jika ia dan sang istri tengah menuju kesana.
"By... sakitttt", lirih Dea meremas bahu Kalen menyalurkan rasa sakitnya.
"Iya sayang,aku tau.Kamu sabar ya sebentar lagi kita sampai",jawab Kelen memijit pinggang Dea dengan lembut agar rasa sakitnya berkurang.
Kalen juga mengusap punggung Dea dan melabuhkan kecupan kening Dea agar wanitanya itu merasakan ada dirinya yang menemaninya.
"By...sakit banget",erang Dea.
__ADS_1
"Kamu ambil nafas lalu lepaskan, lakukan itu berulang kali,oke",ujar Kalen.
Dea melakukan apa yang Kalen perintahkan, wanita itu tampak sudah berkeringat.
Tak lama mobil mereka sampai di pelataran rumah sakit.Dengan segera Kalen turun lalu menggendong Dea menuju lobi rumah sakit.Mereka sudah ditunggu oleh beberapa orang suster.Kalen mendudukan Dea dikursi roda dan langsung didorong oleh suster.
"Kalen...mana Dea?",tanya Marisa yang baru juga sampai.
"Sudah dibawa ke ruang bersalin,Ma.Aku isi da--
"Biar Mama saja.Kamu temani Dea!.Dia membutuhkan kamu sekarang",potong Marisa.
"Ya Ma...",jawab Kalen berlari menuju ruang bersalin.
Kalen memasuki ruangan bersalin,pria itu langsung menghampiri sang istri yang mengerang menahan rasa sakit yang begitu hebat.
"By...",lirih Dea.
"Ya sayang,aku disini", bisik Kalen mengecup kening Dea untuk menguatkan wanitanya itu.
"Ayo Nyonya bersiaplah.Kita lakukan sekarang!.Dan Tuan tolong kerja samanya",ujar Dokter wanita yang membantu persalinan Dea.
"Baby...ayo!,kamu pasti bisa! Berjuanglah sebentar lagi anak kita akan bertemu dengan anak kita",ujar Kalen menyemangati Dea.
Sementara itu diluar ruangan semua keluarga menunggu dengan harap harap cemas kelahiran cucu pertama dari keluarga Atmaja.
"Apakah sudah lahir?",tanya Tuan Wiliam yang baru saja datang bersama Kaira.
"Belum Pa, mereka masih didalam",jawab Rendra.
Mika tampak merapalkan doa begitu juga Kaisan yang duduk tak jauh dari gadis itu juga melakukan hal yang sama.
"Kak..."
"Ra...kamu baru datang?",tanya Kaisan memeluk sang adik.
"Ya....", angguk Kaira.
Tak lama terdengar tangisan bayi dari ruangan bersalin.Semua orang mengucap syukur kepada Allah.
__ADS_1
Di dalam ruang bersalin Dea tak sadarkan diri setelah melahirkan anaknya.Wanita itu mengalami pendarahan.Kalen tampak panik sedangkan dokter masih berusaha menghentikan pendarahan.
Setelah beberapa menit Dea dipindahkan ke ruang ICU karena kondisinya yang kritis.Sedangkan bayi perempuan yang dilahirkan Dea tengah di azankan oleh Kalen dengan perasaan bercampur aduk diruangan khusus bayi.
"Ma...aku titip dia ya.Aku akan melihat keadaan Dea dulu"lirih Kalen.
"Ya...kamu yang kuat ya.Mama yakin Dea akan baik baik saja",ujar Marisa menguatkan sang anak.
"Ya Ma..."
Kalen menatap putri cantik yang istrinya lahirkan itu dan melabuhkan kecupan dipipi lembut bayi merah itu.
"Doakan Mami semoga cepat sadar nak",bisik Kalen ditelinga sang putri.
Bayi itu tampak merengek pelan lalu kembali tertidur.
Kalen keluar dari ruangan itu dengan perasaan tak menentu.Bahagia anaknya lahir dengan sehat dan selamat.Sementara sang istri kritis setelah mengalami pendarahan setelah melahirkan anak mereka.
Kalen menuju ruangan dimana Dea sedang berjuang hidup.Pria itu memasuki ruangan itu setelah mendapat izin dari dokter.
Kalen menatap wajah pucat wanita yang begitu ia cintai itu.Dengan mata berkaca-kaca Kalen menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Baby...bangun sayang.Apakah kamu tak ingin melihat putri kita?",ucap Kalen lirih memegangi jemari Dea.
"Sayang... ayolah.Aku ingin melihat tawa kamu lagi",lirih Kalen meneteskan air matanya yang dari tadi ia tahan.
"Jika kamu tak bangun aku akan menikah lagi karena aku gak bisa membesarkan putri kita sendirian",racau Kalen.Ia sengaja mengatakan itu untuk merangsang kesadaran Dea kembali.
"Dea... bangun baby...", lirih Kalen dengan kepala tertunduk.
Dan benar saja Dea menggerakkan jarinya satu persatu.Hal itu membuat Kalen tersenyum tipis dan menatap Dea yang masih memejamkan kedua matanya.
Kalen segera menekan tombol nurse dan tersenyum tipis melihat sang istri yang berusaha membuka matanya..
"Dea... baby..."
...****************...
ayo dukungannya dong readerku.
__ADS_1