
Abbas menatap sendu pusara putra bungsunya.Beberapa menit yang lalu Deri dimakamkan.
Dion ikut meneteskan air matanya,meski ia dan sang adik sering berselisih paham namun ia tak pernah membenci sang adik.Pria paruh baya itu berusaha tegar karena ia harus mencari di mana keberadaan sang keponakan saat ini.
"Pa...ayo kita pulang",ajak Dion pada Abbas.
"Papa masih ingin disini menemani Deri,Dion",jawab Abbas terisak lirih.
"Pa...Deri sudah tenang di alam sana.Ayo kita pulang",bujuk Sandra.
"Mama benar Kek,Om Deri pasti sedih jika Kakek seperti ini", timpal Daren anak kedua Dion dan Sandra.
"Pa...ayo",ujar Dion membantu Abbas berdiri.
Mereka meninggalkan pemakaman dan pulang.Abbas belum bisa menerima kematian anak bungsunya itu.Ia akan meminta pihak kepolisian menyelidiki kematian Deri.Ia begitu yakin jika kematian Deri sudah direncanakan.
Sementara itu Dea dan Kalen baru saja pulang dari bertemu orangtua mereka.Mereka baru saja sampai di apartemen.
"Kak...aku rindu rumah kita",ujar Dea duduk di sofa ruang tamu.
"Besok kita pulang,oke",jawab Kalen.
"Huummm..."
"Ada apa?",tanya Kalen tiba tiba saja Dea berwajah sendu.
"Gak tau Kak,rasanya aku sedih saja.Gak tau kenapa",jawab Dea.
"Mungkin saja bawaan bayi sayang",ujar Kalen merebahkan kepalanya diatas pangkuan Dea lalu mengecup perut Dea yang mulai membuncit.
"Entahlah Kak...",jawab Dea.
"Baby..."
"Ya Kak"
"Kamu tak menginginkan sesuatu?",tanya Kalen memandangi wajah cantik Dea dari bawah.
"Maksudnya...",jawab Dea mengerutkan keningnya.
"Kamu tak pernah meminta sesuatu padaku,baik itu minta dibelikan mobil atau barang mewah lainnya",ujar Kalen.
__ADS_1
"Untuk apa Kak?.Aku minta dibelikan mobil gak bisa nyetir, perhiasan dan yang lainnya sudah kamu sediakan dilemari.Apa lagi?,gak ada Kak",jawab Dea terkekeh pelan.
"Black card yang aku berikan padamu tak pernah sekalipun kamu gunakan", sambung Kalen.
"Nanti akan aku gunakan untuk membeli perlengkapan anak kita Kak",jawab Dea.
"Kalau untuk anak kita aku sudah menyiapkan dananya baby",ujar Kalen mencubit gemas hidung mancung Dea.
"Aku cuma minta satu hal sama kamu Kak",ujar Dea.
"Apa...?"
"Kesetiaan kamu untukku",ujar Dea.
Kalen meraih tangan Dea lalu mengecup lembut punggung tangan sang istri."Hati ini dan raga ini selamanya untukmu,baby",ujar Kalen lembut meletakkan telapak tangan Dea ia dada sebelah kirinya.
Dea tersenyum tipis lalu mengangguk pelan."Terimakasih Kak...",jawab Dea.
Kalen mengusap lembut punggung tangan Dea."Kamu...dan anak kita segalanya untukku",ujar Kalen dengan tatapan lembut penuh cinta.
"Cuma kamu yang aku punya saat ini Kak,kamu tempat aku menyandarkan hidupku sekarang", tutur Dea mengusap lembut rambut Kalen.
"Sandarkanlah hidupku padaku sayang.Karena kamu tanggungjawabku sekarang dan selamanya",jawab Kalen.
Diana is calling...
"Siapa Kak?",tanya Dea saat Kalen meraih ponselnya.
"Diana..."
"Oh angkat dulu aja Kak,aku mau ke kamar ganti baju",ujar Dea bangkit dari duduknya.
"Ya sudah...nanti aku nyusul kamu ya setelah selesai",jawab Kalen.
"Ya Kak...",balas Dea melangkah menuju kamar meninggalkan Kalen.
"Ya Diana..."
"Kalen bagaimana dengan rencana kita kemarin?",tanya Diana.
"Hmmmm"
__ADS_1
"Kapan?", tanya Diana lagi.
"Kamu lakukan saja kapan kamu mau.Semuanya sudah aku siapkan dalam brankas.Sandi brankas ulangtahunku",jawab Kalen.
"Kamu gak ikut?", tanya Diana.
"Aku gak akan mengotori tanganku demi wanita itu.Jika kamu keberatan kita bisa ke rencana yang satunya lagi"jawab Kalen.
"Akan aku lakukan", balas Diana.
"Hmmmm lakukan dengan bersih,jangan meninggalkan jejak apapun",ujar Kalen.
"Baiklah...", jawab Diana.
"Jika apa yang kamu lakukan terendus maka kamu sendiri yang akan menanggungnya Diana.Ini idemu",ujar Kalen.
"Ya tenang saja,aku tidak akan menyangkut pautkan denganmu jika apa ku lakukan ini terendus",jawab Diana.
"Hmmmm...."
Klik
Kalen menghembuskan nafas berat karena apa yang dilakukan sepupunya ini terlalu berisiko.Ia memilih menghabisi musuhnya dengan cara cantik dari pada apa yang akan dilakukan Diana saat ini.
"Dasar psikopat",gumam Kalen melangkah memasuki kamar mencari keberadaan sang istri yang entah apa yang ia lakukan saat ini.
Ceklek
Kalen mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun ia tak menemukan keberadaan sang istri.
Pria itu tersenyum licik saat mendengar gemericik air dikamar mandi.Ia melangkah menuju pintu kamar mandi dan saat ia akan membukanya ternyata Dea menguncinya dari dalam.
"Baby...kamu di dalam?", teriak Kalen.
"Ya Kak... sebentar ini udah mau selesai",balas Dea dari dalam.
"Buka ini cepat sayang,aku kebelet nih",ujar Kalen beralasan.
Ceklek
"Kak--
__ADS_1
...****************...