
"Dimana dia?",tanya Faris dengan wajah datarnya pada orang kepercayaannya.
"Ada didalam bos",jawab pria yang berusia lebih muda dari Faris namun terlihat lebih garang degan beberapa tato di tubuhnya.
Faris melangkah masuk dan tersenyum miring saat melihat seorang wanita duduk terikat disebuah kursi.
"Siram dia!",ujar Faris.
Byur
"Akh... lepaskan aku sialan",pekik wanita itu namun wanita itu membola saat melihat Faris berdiri dihadapannya.Seulas senyuman terbit dari bibir wanita itu.
"Faris... kamu datang?",ujar wanita itu tersenyum senang.
"Ya..."
"Ris aku tau kamu tidak akan pernah puas dengan istri kecilmu itu.Aku tau kamu--
"Jangan mengatai istriku, ******", desis Faris mencengkram kuat dagu wanita itu dengan tatapan tajamnya.
"Aku ingatkan padamu,jangan lagi menganggu.Atau kau ingin video vulgarmu aku sebar",ujar Faris berdecih dengan suara keras.
"Apa maksudmu",jawab wanita itu panik.
"Aku tau seperti apa sepak terjangmu ******.Dan kau pikir kau pantas untukku?,aku tidak akan pernah memakan sisa dari orang lain",ujar Faris.
"Geo.Sekarang!",ujar Faris diangguki pria yang bernama Geo itu lalu memberikan sebuah minuman pada wanita itu.
Meski menolak tapi wanita itu aku tak mau menenggak minuman itu saat rahangnya dicengkeram erat.
Faris tersenyum puas melihat wanita itu meminum minuman itu.Dia hanya menunggu beberapa menit dan akhirnya wanita itu tampak mulai merasa kepanasan.
"Lepaskan ikatannya!",ujar Faris.
GEO melepaskan ikatan pada tubuh wanita itu.Seketika wanita itu mulai meraba Geo membuat pria bertato itu menggeram pelan.
Faris terkekeh pelan melihat keduanya."Silahkan kau nikmati ****** ini Geo,dan pastikan videonya kau sebar",ujar Faris menekan tombol play pada rekaman kamera yang sudah di siapkan.
Faris meninggalkan ruangan itu dengan langkah lebar.Ia tidak akan pernah melihat tubuh wanita lain selain wanitanya.Biarlah Geo menyelesaikannya.
Pria itu kembali ke kediaman kedua mertuanya,ia harus pergi meninggalkan sang istri yang tertidur pulas setelah membuat Kaira lemas setelah melayaninya.
Ia harus menyelesaikan semuanya sebelum wanita itu mengatakan hal yang tidak tidak pada Kaira dan membuat wanitanya menangis.Ia tidak akan membiarkan satu tetes air mata jatuh dipipi mulus sang istri.
Faris memarkirkan mobilnya lalu melangkah masuk kedalam rumah.Namun langkah terhenti saat seseorang menegurnya.
__ADS_1
"Darimana kamu Faris?"
Faris membalikkan badannya, tampak Kalen menatapnya tajam.Faris terlihat santai lalu tersenyum tipis.
"Menyelesaikan sesuatu",jawab Faris.
"Apa maksudmu?",tanya Kalen penuh selidik.
"Hanya tikus kecil yang berusaha mengangguku",jawab Faris.
"Kau yakin sudah selesai?",tanya Kalen.
"Ya...",jawab Faris.
"Perlu bantuanku?", tanya Kalen.
"Tidak Kak,aku bisa menyelesaikannya",jawab Faris.
"Ya... baiklah",ujar Kalen dengan wajah datarnya.
"Aku ke kamar dulu Kak",jawab Faris.
"Hmmmm"
Faris meninggalkan Kalen yang masih berdiam diri ditempatnya.
"Sudah Tuan Muda",jawab Geo.
"Buang wanita itu dan sebelum itu suntik obat yang aku berikan padamu kemarin?",ujar Kalen.
"Baiklah Tuan muda",jawab Geo.
Tut
Kalen memang meminta orang kepercayaannya untuk mengikuti Faris yang keluar dari kediamannya.Dan Geo adalah salah satu anak buah Kalen yang tidak diketahui Faris.Geo diam diam menghubungi Kalen tentang rencana Faris yang ingin membuat wanita yang menganggu pria itu.
Dan jadilah Kalen mengetahuinya dan menambah hukuman untuk wanita itu agar tidak lagi menganggu rumah tangga adiknya.
***
Faris mengusap pipi mulus Kaira dengan punggung tangannya.Tidur wanita itu tidak terganggu sama sekali dengan apa yang ia lakukan.Pria itu tersenyum menikmati wajah cantik Kaira tanpa polesan makeup.
"Maafkan aku meninggalkanmu setelah melayaniku baby",batin Faris yang sedikit merasa bersalah meninggalkan wanita yang sudah melayaninya itu setelah tidur terlelap.
Faris merengkuh tubuh polos Kaira di balik selimut hingga merapat pada tubuhnya.Kaira tampak menggeliat dan membuka perlahan kedua matanya.
__ADS_1
"Maaf membangunkanmu", bisik Faris mengelus pipi Kaira.
"Ya...kamu darimana Mas?",tanya Kaira.
Faris terdiam,apakah Kaira mengetahui kepergiannya tadi.Dia rasa tidak karena saat ia tinggal wanitanya itu sudah tertidur lelap.
"Mas--tadi--
"Mandi ya, tubuh Mas wangi",ujar Kaira mengendus tubuh bagian atas Faris yang tak memakai apapun karena pria itu terbiasa tidur bertelanjang dada.
"Iya sayang",jawab Faris.Besok ia akan memberitahukan sang istri kepergian tadi.Tapi tidak sekarang karena wanitanya itu tampak mengantuk.
"Tidurlah sayang!",ujar Faris namun wanita itu menggeleng.
"Aku tidak lagi mengantuk Mas,tapi lapar",jawab Kaira.
"Maafkan Mas ya membuatmu kelelahan dan merasa lapar tengah malam begini",ujar Faris.
"Itu kewajibanku Mas",jawab Kaira.
"Mau makan apa,hm?",tanya Faris.
"Apa saja Mas",jawab Kaira.
"Sebentar,Mas masakin dulu ya",ujar Faris.
"Iya...", angguk wanita itu.
Faris menyambar jubahnya lalu membungkus tubuhnya dan keluar kamar dan melangkah menuju dapur untuk membuatkan makanan teruntuk sang istri tercinta.
Faris membuatkan sepiring spaghetti ingin sang istri dan membawanya kembali ke kamar.Tampak Kaira duduk bersandar di dasboard tempat tidur dengan selimut membalut tubuh dari bagian dada ke bawah bermain ponsel.
"Ayo makan dulu",ujar Faris meletakan piring berisi spaghetti itu diatas pangkuan Kaira.
"Terimakasih Mas",jawab Kaira.
"Iya sayang.makanlah!",ujar Faris tersenyum tipis.
"Iya..."
Faris menyunggingkan senyumannya melihat sang istri makan dengan lahapnya.Ia akan melakukan apapun untuk sang istri.
"Ini sangat enak Mas",puji Kaira membuat pria itu terkekeh.
"Habiskan kalau begitu", jawab Faris.
__ADS_1
"Ya..."
...****************...