
Brugh
"Dea...",pekik Kalen menghampiri sang istri yah tertunduk.
"Ka-kalen...",lirih Fika yang meringis menahan rasa sakit ditangan sebelah kanannya yang terluka akibat tembakan dari Mika.
"Ringkus dia...", teriak Kalen pada anak buah Kakeknya yang baru saja memasuki ruangan gelap itu.
"Baby,hei...are you oke?",ujar Kalen melepaskan ikatan tali pada tangan dalam kaki Dea.
"Kak a-aku--
"Sssttt... kita pulang",ujar Kalen menggendong sang istri ala bridal style keluar dari ruangan itu.
"Terimakasih Mika...", sambung Kalen menghentikan langkahnya yang akan melewati Mika.
"Iya Pak...",jawab Mika seraya mengangguk pelan.
Mika berhasil menembak tangan kanan Fika dari jarak jauh.Ia telah menyiapkan dari rumah senjata api untuk bersiaga jika keadaan terdesak.Gadis itu memang ahli dalam dunia beladiri dan ahli dalam menembak.Beberapa kali ia memenangkan medali emas dalam ajang olahraga membuatnya tak pernah meleset jika membidik lawannya.
Kalen tadinya memang berjalan terpisah dengan Mika.Mika memang lebih dahulu masuk namun ia memberikan jalan untuk Kalen agar lebih cepat menemukan keberadaan Dea.Sedangkan Mika melumpuhkan lawannya satu persatu dari belakang.
Mika memang membuktikan dirinya layak Kalen perhitungan untuk menjadi sopir pribadi sekaligus pengawal pribadi sang istri.
"Lepaskan...",teriak Deri yang tak lain adalah ayah dari Fika sekaligus Paman dari Dea saat dipaksa masuk kedalam mobil sedangkan Fika di gotong kedalam mobil lainnya.
Pria yang yang tak lain adalah paman Dea rela menawan sang keponakan demi mendapatkan tanda tangan Dea untuk mencairkan beberapa aset atas nama Dea.
"Bawa mereka ke Markas!",ujar Kalen.
"Baik Tuan muda",jawab salah satu anak buah Tuan Wiliam.
Dea memeluk erat tubuh sang suami dan membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.Ia begitu sangat shock apalagi pipi dan sudut bibirnya terasa begitu sakit saat ini akibat tamparan dari Fika.
"Dea baik baik saja kan Kalen?", tanya Rendra menghampiri Kalen yang memasukan Dea kedalam mobil.
__ADS_1
"Baik Pa...", jawab Kalen yang tampak mengeraskan rahangnya saat melihat luka lebam di pipi dan bibir Dea yang terlihat ada bekas robekan.
"Syukurlah...kamu urus Dea dulu,obati lukanya",ujar Rendra menepuk pelan pundak sang putra saat melihat luka di bibir Dea yang menyisakan darah segar.
"Pa... pastikan mereka menerima hukuman yang setimpal",jawab Kalen.
"Ya..."
"Pak... ini tas serta ponsel Nona Dea ketinggalan tadi di dalam",ujar Mika menyodorkan tas bermerk pada Kalen beserta ponsel.
"Terimakasih Mika, pergilah kerumah sakit xxx lalu obati lukamu itu, katakan rekomendasi dari Dokter Kalen",ujar Kalen sebelum memasuki mobilnya.
"Ya Pak Dok-ter",jawab Mika terbata.
Kalen melajukan mobilnya meninggalkan bangunan tua itu meninggalkan Mika dan Faris yang menatap kepergiannya.
"Mika..."
"Ah ya Ris...kamu masih disini?",tanya Mika tersenyum tipis.
"Ya..."
"Ya...dan juga seorang pengusaha muda",jawab Faris mengiyakan pertanyaan Mika.
"Oh..."
"Ayo aku antar ke rumah sakit, sepertinya lukamu cukup parah",ujar Faris menatap luka di sekitar Tubun Mika cukup banyak akibat pertarungan dengan para anak buah Fika.
"Ini sudah biasa Ris untuk orang sepertiku",kekeh Mika.
"Ya...tapi lukamu ini harus diobati,Mika",jawab Faris menarik pergelangan tangan Mika menuju mobil salah satu milik anak buah Tuan William.
"Faris...aku bisa jalan sendiri",pekik Mika yang kesal dengan sahabatnya itu.
***
__ADS_1
"Kak...kita kemana?",tanya Dea karena mobil milik sang suami tak mengarah ke luar kota di mana mereka tinggal saat ini.
"Kita ke apartemen dulu baby, mengobati luka kamu",jawab Kalen.
"Tapi bagaimana dengan kuliahku hari ini Kak?",ujar Dea.
"Baby,kamu bari saja disekap dan saat ini mengalami luka lebam seperti ini malah memikirkan kuliah kamu", gerutu Kalen mengomeli istrinya itu.
"Aku gak apa apa Kak",jawab Dea.
Kalen menepikan mobilnya lalu menatap sang istri yang tampak berpura pura baik baik saja.
"Ish...",Dea meringis saat Kalen menyentuh sudut bibirnya yang mengalami luka.
"Ini yang namanya baik baik saja , hum?",ujar Kalen yang gemas dengan wanitanya itu.
Dea tersenyum tipis meski bibirnya terasa begitu sakit."Aku--
"Aku akan membalasnya baby,selain ini apa lagi yang wanita itu lakukan padamu", tanya Kalen memegangi dengan lembut pipi lebam Dea.
Dea menggeleng pelan lalu membuka seatbeltnya dan memeluk sang suami dengan begitu erat.Ia tak tau apa yang akan. terjadi padanya dan calon anak mereka jika saja Kalen tak datang menyelamatkannya.
"Aku takut Kak,dia berniat menyingkirkan anak kita", lirih Dea membuat Kalen mengepalkan kedua tangannya menahan amarahnya.
"Dia baik baik saja kan?",tanya Kalen mengusap perut Dea.
"Ya.... meski tadi perut aku mengalami kram tapi sekarang sudah tidak lagi",jawab Dea.
"Aku janji akan membalasnya baby,dan setelah ini tak akan ada lagi kejadian seperti ini",janji Kalen.
"Tapi tadi dia terluka Kak,aku--
"Tak perlu mencemaskannya baby,aku berharap dia baik baik saja karena kematian terlalu mudah baginya",jawab Kalen tersenyum smirk.
"Sekarang kita ke apartemen dulu untuk mengobati lukamu ini", sambung Kalen kembali memasangkan seatbelt untuk Dea.
__ADS_1
...****************...