Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Dijodohkan


__ADS_3

Faris memasuki ruangannya sedangkan Kaira memasuki ruangan Kakaknya.Pria itu duduk di kursinya, entah kenapa lidahnya begitu mudah mengatakan Kaira miliknya saat gadis itu diganggu oleh pria lain.


Dulu ia pernah mengatakan Kaira adalah istrinya,dan tadi ia mengatakan jika Kaira adalah kekasihnya.


Faris mengusap tengkuknya pelan saat bayangkan senyuman Kaira bermain diruang matanya.


"Ada apa denganku?",batin Faris berusaha menepis jika ia menyukai Kaira.


Tok tok tok


Faris tersentak kaget saat pintu ruangannya diketuk.


"Masuk!",ujar Faris.


Ceklek


Faris menatap pintu yang terbuka, tampak Kaira berdiri diambang pintu.


"Kak, aku diminta Kak Kalen untuk diajari membuat laporan hasil meeting tadi",ujar Kaira yang membawa sebuah tablet ditangannya.


Kamarilah!",ujar Faris.


Kaira menghampiri Faris dan duduk dihadapan pria itu.Gadis itu menatap sang asisten Kakaknya itu yang tampak tampan menggunakan kaca mata bacanya.Faris tampak berwibawa dan dewasa saat memakai kaca matanya itu.


Pria itu yang menyadari tatapan Kaira hanya mengulum senyumannya."Mau belajar membuat laporan atau hanya menatapku saja",suara beriton Faris menyadarkan Kaira dari lamunannya.


"A-aku-- mau belajar membuat laporan Kak",jawab Kaira gugup membuat Faris menyunggingkan senyumannya.


"Tampan...",batin Kaira saat melihat senyuman dibibir pria itu.


"Apakah aku terlalu tampan hingga kamu tak henti hentinya menatapku sedari tadi?", tanya Faris.


"Oh itu--

__ADS_1


"Kenapa, hum?",tanya Faris menatap intens Kiara yang sudah merona karena malu.


"Kak..."


"Apa, hum?", tanya Faris yang masih menatap gadis itu.


"Ayo ajari aku!",ujar Kaira berusaha terlihat tenang meski ia begitu sangat gugup dan jantung yang berdebar keras.


"Ajari apa?", tanya Faris berusaha menggoda gadis itu yang mukanya makin merah padam.


"Membuat laporannya Kak",jawab Kaira merengek pelan memperlihatkan sifat manjanya.Ia tak sadar jika pria yang ada dihadapannya ini bukanlah Kakaknya.


Faris tersenyum tipis."Baiklah,mana notulenmu tadi?",tanya Faris.


"Ini...",jawab Kaira membukan tablet yang ia bawa dan menunjukkan hasil catatan notulennya pada Faris.


Faris membaca catatan yang ditulis Kaira dan mengangguk pelan."Kerjamu cukup bagus",puji Faris.


"Benarkah?",jawab Kaira dengan mata berbinar.


"Tidak...aku hanya ingin menjadi Dokter saja,dunia bisnis sangat memusingkan",jawab Kaira.


"Tidak akan jika kamu mau belajar.Kakak kamu saja bisa, menjadi dokter dan pengusaha sekaligus",ujar Faris.


"Entahlah...jika aku berkarir di dunia bisnis itu tidak akan mungkin.Karena nantinya setelah aku menikah pasti suamiku melarang aku bekerja.Menjadi Dokter adalah impianku dari kecil.Lagi pula aku ingin menikah muda seperti Kak Dea",jawab Kaira.


"Kamu sudah memiliki calon suami memangnya?", tanya Faris.


"Belum,dan aku akan mencarinya.Di kampusku banyak pria tampan jadi aku akan memilih salah satu dari mereka",jawab Kaira tersenyum lebar.


Faris menatap Kaira dengan rahang yang mengetat dan tangan yang terkepal kuat dibawah meja . Entah kenapa ia tak bisa mendengar gadis itu menyebutkan hal demikian.


"Kuliahnya dulu dengan benar, setelah itu baru memikirkan pria yang akan menjadi suamimu",ujar Faris setelah berusaha menenangkan gejolak hatinya.

__ADS_1


"Ya ya...kamu benar Kak, beberapa hari yang lalu aku gak sengaja mendengar Mama akan menjodohkan aku dengan seseorang",ucap Kaira.


"Oh ya...kamu gak siapa pria yang akan dijodohkan denganmu?", tanya Faris.


"Tidak...aku hanya mendengar sekilas pria itu pilihan Kak Kalen",jawab Kaira.


"Oh ya Kak,bisakah kita pura pura memiliki hubungan untuk membatalkan rencana perjodohan itu?", sambung Kaira penuh harap.


"Maksud kamu kita pura pura pacaran, begitu?",tanya Faris diangguki oleh Kaira.


"Ya..."


"Apa yang aku dapat jika aku mau",tanya Faris.


"Ck...ini bukan bisnis Kak, ayolah.Tapi jika Kakak gak mau aku akan mencari pria lain saja.Mungkin teman kampusku ada yang mau",jawab Kaira.


"Ck...baiklah", balas Faris.


"Deal...", ujar Kaira mengulurkan tangannya


"Deal...",jawab Faris menyambut uluran tangan Kaira.


"Ayo Kak,kita selesaikan laporan ini sebelum Kak Kalen memintanya",ujar Kaira tampak bersemangat.


Ia sejak kemarin dipusingkan oleh rencana kedua orangtuanya dan Kakaknya itu.Tapi kini ia akan sudah menemukan cara untuk membatalkannya.


Faris menghembuskan nafas panjang, dia tak tau apakah keputusannya untuk membantu gadis yang ada dihadapannya itu benar atau salah.Tapi ia sedikit tak rela jika gadis itu telah dijodohkan.


...****************...



Devina Derania Atmaja

__ADS_1


Yang beberapa hari yang lalu minta visualnya baby Rania ya,ini aku kasih


__ADS_2