
Kalen mengabaikan suara bel yang berbunyi berkali kali.Fokusnya saat ini adalah Dea,ia mengecek tensi Dea dan ia bernafas lega lega karena sang istri baik baik saja.Pusing yang dialami Dea murni karena kehamilannya.
"Sayang...kamu dengar aku kan?", tanya Kalen.
"Ya Kak...", lirih Dea.
Kalen mengusap pelan rambut Dea lalu mengecup pelan pipi Dea.Sungguh ia takut terjadi sesuatu pada Dea dan calon anaknya.
"Aku gak akan membiarkan orang yang menganggu kamu hidup dengan tenang",gumam Kalen dengan rahang mengetat.
Kalen meraih ponselnya lalu menelfon orang kepercayaan Kakeknya.Dia tak ingin wanita itu kembali mengganggu Dea kedepannya dan mempengaruhi kehamilannya.
Ting nong
"Ck...siapa sih?",kesal Kalen berjalan keluar dari kamar untuk membukakan pintu
Ceklek
"Mama...",gumam Kalen.
"Lagi apa sih kamu?,jangan bilang ngerjain menantu Mama.Dea lagi hamil muda Kalen",ujar Marisa mengomeli sang putra.
"Ya enggaklah Ma, yang ada Dea mengalami pusing lagi Ma",jawab Kalen.
"Mending kalian tinggal dirumah saja selama Dea hamil.Mama takutnya Dea nantinya kenapa napa jika kamu tinggal sendiri di sini?",ujar Marisa.
"Dea ikut Kalen ke rumah sakit Ma.Aku gak izinkan Dea sendiri di sini Ma.Tapi aku berencana untuk pindah ke rumah yang diberikan Kakek Ma.Mama benar apartemen ini sudah tak aman lagi untuk kami terutama untuk Dea",jawab Kalen.
"Apa terjadi sesuatu pada Dea?",tanya Marisa penuh selidik.
"Ya...tadi Tiana kesini berusaha untuk menjatuhkan kepercayaan diri Dea",jawab Kalen.
"Lalu kamu diam saja?",tanya Marisa.
"Menurut Mama?",tanya Kalen balik tersenyum smirk.
"Mama harap gadis itu tak lagi menganggu Dea",jawab Marisa.
"Permintaan Mama terkabul",ujar Kalen.
"Oh ya...kamu udah bicarakan rencana kamu pindah sama Dea?",tanya Marisa.
__ADS_1
"Belum Ma,karena Dea gak semudah itu mau di ajak pindah",jawab Kalen.
"Sekarang Deanya mana?",tanya Kalen.
"Tidur Ma,baru siap aku cek tensinya ternyata normal.Dia pusing karena kehamilannya di usia yang masih sangat belia",jawab Kalen.
"Sebaiknya Dea cuti kuliah dulu Kalen",ujar Marisa.
"Untuk saat ini Dea baik baik saja Ma.Tadi dia kayak gitu karena kelelahan karena menangis.Tiana berhasil menjatuhkan kepercayaan dirinya",jawab Kalen.
"Hufff...gak adik gak Kakak sama saja",kesal Marisa.
"Ya..."
"Oh ya Kalen Mama harap kamu fikirkan lagi ajakan Mama untuk membawa Dea tinggal di rumah kita.Aman jika kamu pulang larut atau ada seminar keluar kota",ujar Marisa.
"Entahlah Ma...aku bicarakan dulu dengan Dea", jawab Kalen.
"Baiklah...Mama pulang dulu,titip salam buat Dea ya",ujar Marisa.
"Ya Ma...hati hati",jawab Kalen.
"Ya sayang", balas Marisa.
Kalen duduk di balkon kamar seraya memejamkan kedua matanya.Keluarga kandung Dea yang menjadi beban pikirannya saat ini.
Sandra sang ibu kandung yang gencar mencari keberadaan Dea demi darah langka Dea untuk kesembuhan suaminya.
Untung saat ini Dea lagi hamil ada alasan Dea untuk tak memberikan darahnya pada orang yang telah meninggalkannya.
Ia tau Sandra ingin melindungi Dea tapi tidak begini caranya dengan menyembunyikan keberadaan Dea.Istrinya itu juga butuh kasih sayang dari seorang ibu.
"Kak..."
"Hai... sudah bangun?",tanya Kalen manarik tangan Dea hingga wanita itu duduk diatas pangkuannya.
"Udah...Kak",jawab Dea merebahkan kepalanya di dada bidang Kalen.
"Masih pusing sayang?",tanya Kalen mengecup pipi Dea lembut.
"Sedikit...",lirih Dea.
__ADS_1
"Oh ya tadi Mama kesini dan minta kita untuk tinggal dengan mereka",ujar Kalen.
"Aku gak mau Kak.Aku mau kita tinggal disini",jawab Dea.
"Tapi apartemen ini sudah gak aman buat kita,terutama ingin kamu",ujar Kalen.
"Maksudnya...?",tanya Dea.
"Aku gak mau terjadi kayak tadi lagi", jawab Kalen
"Tapi dia ben--
"Sssttt...kamu wanitaku sekarang dan untuk selamanya.Jangan lagi dipikirkan lagi, disini hanya kamu",ujar Kalen meletakkan tangan Dea di dada sebelah kirinya.
"Kak...aku takut kamu ninggalin aku dan aku tak akan siap untuk itu karena aku saat ini sedang--
"Mana mungkin aku meninggalkan kamu sayang.Aku tak rela kamu dimiliki pria lain",jawab Kalen.
"Aku dan anak kita mencintai kamu Kak,we love you",ujar Dea.
"Aku juga baby", bisik Kalen mengecup bibir tipis Dea.
"Mesum...",kesal Dea.
"Ya...iya lah.Kalau aku gak mesum kamu gak akan hamil sayang",jawab Kalen.
"Kak..."
"Hmmmm...."
"Aku mau lihat rumah pemberian Kakek",ujar Dea.
"Sungguh?,gimana kita tinggal di sana saja",jawab Kalen.
"Tapi jauh gak dari kampus aku", tanya Dea.
"Ya sedikit jauh tapi lingkungannya aman karena tak sembarang orang yang bisa masuk kedalam perumahan itu baby",jawab Kalen.
"Akan aku pikirkan Kak",ujar Dea.
"Kak..."
__ADS_1
...****************...