
Setelah seminggu babymoon di negara fashion itu,kini Ara dan Kelen bertolak kembali ke tanah air.Pasangan suami itu membawa begitu banyak barang untuk oleh oleh yang akan dibagikan sesampainya dirumah nanti.
"Huh... akhirnya pulang juga",gumam Dea saat mendudukkan bokongnya di kursi pesawat.
Kalen tersenyum tipis melihat saat istri yang tampak mengantuk itu berusaha untuk tetap terjaga.Ya mereka melakukan perjalanan dimalam hari karena permintaan ibu hamil itu.Terpaksa Aris dan Dokter Sasha berangkat besok memakai pesawat komersial karena ia masih ada rencana malam ini dengan sang istri di negara itu.
"Senang...hum?", tanya Kalen mendudukkan bokongnya disebelah Dea lalu memakai sabuk pengamannya.
"Ya...aku rindu semuanya di tanah air Kak",jawab Dea dengan tersenyum lebar menahan kantuknya.
"Tidurlah baby,kamu terlihat begitu sangat mengantuk",ujar Kalen.
"Nanti Kak,setelah pesawat lepas landas.Aku mau tidur dikamar pribadi kamu",jawab Dea.
Kalen tersenyum lalu mengusap lembut rambut panjang Dea."Baiklah...", balas Kalen.
Setelah beberapa menit akhirnya pesawat mereka lepas landas.Namun Dea bukannya tidur tapi malah tetap terjaga.Ia takut saat ia tidur suaminya kembali di goda oleh sang pramugari.
"Tidak jadi tidur,hum.Ayo aku antar ke kamar!",ujar Kalen melihat sang istri tetap terjaga.
"Gak...aku takut mereka menggoda kamu lagi seperti saat kita berangkat kesini jika aku tidur",jawab Dea.
"Premugari itu tak lagi ada disini baby,ayo tidur!.Kamu terlihat sangat mengantuk",ujar Kalen.
"Tapi--
"Tidurlah...kamu tau bagaimana aku kan?,ayo kita ke kamar!", timpal Kalen.
"Gak...aku tidur disni saja, dipangkuan kamu.Boleh?",tanya Dea.
"Tentu.Ayo!",jawab Kalen melepas sabuk pengaman miliknya dan Dea.
Dengan wajah berseri Dea pindah duduk diatas pangkuan sang suami dan tidur dengan posisi seperti bayi koala.
Kalen kembali memasang sabuk pengaman dan mengusap lembut rambut panjang Dea agar wanitanya itu segera tertidur.
__ADS_1
Dan benar saja dalam hitungan menit wanita hamil itu tertidur.Kalen tersenyum melihat betapa manjanya sang istri.Dan juga mulai posesif padanya,hal itu membuatnya cukup senang karena itu berarti sang istri sangat mencintainya dan takut kehilangan dirinya.
Setelah beberapa jam Kalen memindahkan Dea ke kamar pribadinya di pesawat itu.Posisi tidur Dea tak baik untuk kehamilan wanita itu.Perut Dea akan tertekan cukup lama jika tetap tidur dengan posisi itu.Dengan hati hati Kalen menidurkan Dea dirancang miliknya.
"Aku mencintaimu...",bisik Kalen mengecup kening Dea cukup lama dan menatap begitu dalam sang istri yang tidur dengan pulasnya.
Kalen melirik jam tangannya dan ikut tidur disebelah sang istri karena masih ada 14 jam lagi perjalanan mereka menuju tanah air.
***
Setelah menempuh perjalanan selama 16 jam lebih akhirnya pesawat mereka take off di bandara Soekarno Hatta.
Dea sudah terbangun beberapa jam yang lalu dan kini bersiap untuk turun dari pesawat.Pasangan suami istri itu turun dari pesawat dan berjalan menuju ruang imigrasi.
Setelah urusan dibagian imigrasi selesai keduanya menuju mobil milik Kalen yang terparkir di bandara itu.
"Kak...kita kerumah Mama?",tanya Dea.
"Tidak sayang...kita ke apartemen",jawab Kalen.
"Kenapa tidak kerumah Mama,Kak?",tanya Dea.
"Oh...."
Tak lama mobil mereka terparkir di bassmen apartemen.Keduanya turun dan menurunkan barang bawaan mereka.
"Baby...jangan membawa apapun,aku akan meminta petugas untuk membawakan barang barang kita keatas",ujar Kalen saat Dea akan menarik sebuah koper.
"Yah...aku hanya--
"Mengertilah baby,kamu sedang hamil dan aku tak mau terjadi sesuatu dengan kehamilan kamu atau aku akan diomeli sepanjang waktu oleh mertuamu",ujar Kalen saat melihat muka cemberut sang istri.
"Mertuaku adanya orangtuamu Kak",jawab Dea.
"Nah itu kamu tau, semenjak kita menikah mereka lebih menyayangimu ketimbang aku anak mereka",sahut Kalen.
__ADS_1
"Hahaha jadi kamu cemburu Kak?",kekeh Dea saat Kalen menarik pergelangan tangannya setelah mengirim pesan pada petugas apartemen.
"Tidak... justru aku senang karena mereka menyayangimu",jawab Kalen.
Mareka akhirnya sampai di unit apartemen milik Kalen.Keduanya membuka pintu apartemen dan masuk.Benar saja semua orang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Mama...",pekik Dea berhamburan memeluk mertuanya itu.
"Bagaimana perjalanan kalian Nak?",tanya Marisa.
"Menyenangkan Ma,Mama dan semuanya sehatkan?",tanya Dea.
"Alhamdulillah Nak.Ayo duduk!",ujar Marisa pada menantunya itu.
Sedangkan Kalen tampak sibuk memasukan barang barang mereka saat pihak petugas apartemen sampai membawakan barang barang mereka.
"Kak... bagaimana, Paris indah bukan?", tanya Kaira.
"Ya...tapi aku lebih suka disini karena disini ada kalian",jawab Dea kembali memeluk sang mertua.
"Ya ya..."
"Disana semua serba mahal Kek",adu Dea pada Tuan Wiliam.
"Apakah cucu Kakek tak memiliki uang selama kalian disana?",tanya Tuan Wiliam melirik sang cucu yang terlihat cuek.
"Cucu Kakek memiliki banyak uang.Tapi uang lama lama akan habis Kek jika kita lama disana sementara Kak Kalen gak kerja",jawab Dea dengan polosnya.
"Tanpa Kak Kalen bekerja,uangnya akan tatap mengalir Dea,jadi kamu tak perlu ragu memborong semua barang branded disana", timpal Kaisan.
"Aku dipaksa membeli barang barang yang tak begitu aku butuhkan disana Kak Kai,dan juga oleh oleh untuk kalian semua",jawab Dea.
"Kalen beruntung kamu memiliki istri seperti Dea yang gak suka menghamburkan uang",kekeh Rendra.
"Papa nyindir Mama",sungut Marisa.
__ADS_1
"Eh?"
...****************...