Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#188


__ADS_3

"Kenapa?", tanya Faris.


"Tidak ada apa apa Kak",jawab Kaira.


"Sepertinya dia masih menyukaimu",ujar Faris.


"Biarlah...aku gak peduli.Aku tak memikirkannya lagi",jawab Kaira.


Faris tersenyum tipis."Bagaimana denganmu?",tanya Faris.


"Aku...aku apanya?",jawab Kaira.


"Masih cinta sama dia?", tanya Faris.


"Hehehehe...aku gak sepertimu Kak, aku akan membuang jauh jauh orang orang yang menyakitiku.Dan akan dengan mudah melupakannya.Dan untuk cinta, dulunya aku tak begitu mencintainya.jadi ya jika di sakiti gak terlalu hancur",jawab Kaira.


"Mungkin karena masih cinta monyet",ujar Faris.


"Entahlah.. mungkin juga",jawab Kaira.


Tak lama mereka sampai kembali diperusahaan.Keduanya turun dan Kaira menghentikan langkahnya saat melihat keributan di depan lobi.


"Ada apa ini?", tanya Faris.


"Ini Pak,wanita itu mempermasalahkan mobil mewah ini terparkir disini",ujar salah satu karyawan yang melihat kejadian itu.


Kaira menghembuskan nafas panjangnya, memang tadi parkir disana karena niat hati hanya sebentar.Tapi Kakaknya malah menugaskannya.


Faris menyibak kerumunan dan melihat mobil siapa yang terparkir.Pria itu kaget karena itu mobil milik istri bosnya.


"Kalian tau ini mobil siapa?",tanya Faris.


"Ya gak lah Pak,kita tau itu mobil mewah.Tapi gak harusnya parkir disini juga kan?",jawab wanita yang dari tadi mempermasalahkan mobil itu.


"Ini mobil istrinya Pak Kalen.Apakah kalian tak bisa membaca nomor plat nya D 34 AMJ", ujar Faris.


Deg


Mereka semua terdiam dan tak ada satupun yang bersuara.


"Maafkan aku,mobil itu aku yang bawa.Karena niatnya hanya sebentar.Tapi Kakak saya malah menyuruh saya untuk ikut meeting dengan Pak Faris"ujar Kaira.

__ADS_1


Faris menoleh pada Kaira lalu menggeleng pelan.Adik atasannya itu benar benar membuat masalah.


"Sudah...bubar semuanya",ujar Faris pada semuanya.


Semua karyawan meninggalkan Faris dan Kaira yang masih berdiri di dekat mobil.Gadis itu buru buru mengambil kunci mobil didalam tas.


"Mau apa kamu?",tanya Faris.


"Pindahin mobil",jawab Kaira.


"Biarkan saja,ayo...Kakak kamu sudah menunggu hasil meeting kita", ujar Faris.


"Ya...",jawab Kaira.


***


Mika menata sebuah gaun yang terlihat sedikit berantakan.Seseorang yang melihat itu tersenyum miring.


"Carikan aku gaun terbaik di butik ini",ujar seseorang pada Mika.


Mika tersenyum tipis."Sebentar ya Mbak.Saya akan meminta pegawai untuk mengambilkannya karena saya--


"Saya maunya kamu yang megambilkannya",ujar orang itu dengan suaranl lantangnya.


"Maaf Nyonya ada yang bisa dibantu?",tanya pegawai pada orang itu saat menghampiri keduanya.


"Bukan urusanmu,aku ingin dia yang melayaniku",ujar orang itu menunjuk Mika.


"Tapi Nyonya dia bu--


"Gak apa apa,Nay.Biar kau saja.Oh ya yang mana koleksi terbaru kita?",tanya Mika.


"Yang itu Nona,dan yang itu juga",jawab pegawai yang bernama Naya itu.


"Baiklah terimakasih ya",ujar Mika diangguki Naya.


"Mari Mbak...ikut saya",ucap Mika.


"Mam...maaf aku telat",ujar seseorang menghampiri Mika dan orang itu.


"Ya sayang...",jawab orang itu yang Mika yakini keduanya ibu dan anak.

__ADS_1


"Eh malah bengong,mana gaunnya",sentak orang itu.


"Cih... pegawai baru kayaknya Mam",ujar sang anak.


"Ya... sepertinya.Tapi pakaiannya kok branded",ujar sang anak.


"KW kali", sambung sang ibu.


"Jeng Jeni selamat datang dibutik aku",ujar Marisa.


"Iya jeng...",jawab orang itu.


"Oh ya Jeng, kenalkan ini putri aku,namanya Dewi",ujar orang itu memperkenalkan putrinya.


"Oh... iya",jawab Marisa tersenyum tipis menatap Dewi dengan tampilan glamornya.


"Mbak ini gaunnya--


"Mika apa yang kamu lakukan?,Mama bisa dimarahi Kaisan jika tau kamu kerja",pekik Marisa.


"Tapi Ma--


"Naya...", teriak Marisa.


"Iya Buk",jawab Naya.


"Kemana saja kamu Nay,kenapa menantu saya yang melayani pelanggan",tanya Marisa.


"Oh itu tadi--


"Jeng jadi dia--menantu kamu?",tanya Jeni.


"Iya.. istrinya Kaisan",jawab Marisa.


Deg


"Mam... katanya Kaisan belum menikah?",bisik Dewi.


"Ya Mama juga gak tau", gumam Jeni.


"Jeng... ada apa?", tanya Marisa.

__ADS_1


"Bukan apa apa",jawab Jeni.


...****************...


__ADS_2