Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
cemburu


__ADS_3

"Tumben kamu ke sini Ra?",tanya Dea pada sang adik ipar setelah OB tadi pergi.


"Aku mau minta tandatangan Kak Kalen untuk berkas berkas ini",jawab Kaira menunjuk berkas-berkas yang ada diatas meja kerja Kalen.


"Oh..."


"Kakak mau gak?", tanya Kaira saat akan menyuap soto dihadapannya.


"Enak gak?",tanya Dea.


"Hmmm enak kok,Kak Dea mau?", jawab Kaira setelah menyeruput kuah soto itu.


"Boleh?", tanya Dea.


"Tentu saja", jawab Kaira.


"Oh ya...Kakak kamu kemana?",tanya Dea tak melihat sang suami.Dia datang ke sini juga niatnya mampir setelah memasang IUD di dokter kandungannya.


"Katanya ada operasi dan aku disuruh nunggu", jawab Kaira.


"Emang Kak Kalen gak bilang sama Kak Dea?", tanya Kaira.


"Enggak,Kakak ke sini Mas Kalen gak tau Ra", jawab Dea.


"OOO..."


Ceklek


"Kalian disini?",tanya Kalen saat memasuki ruangannya.


"Hehehe iya By",jawab cengengesan lalu mencium punggung tangan sang suami.


"Katanya mau ganti IUD?",tanya Dea.


"Udah kok,aku langsung ke sini setelahnya",jawab Dea.


"Ra...mana berkasnya?",tanya Kalen pada sang adik yang fokus memakan sotonya.


"Tuh... diatas meja Kak", tunjuk Kaira.


"Kamu ini, giliran makan aja cepat,ingat badan kamu bengkak loh.Faris kabur ntar",ujar Kalen .


"Dan sayangnya badan aku gak mau bengkak, tetap ramping meski makan banyak",jawab Kaira sekenanya.


Kalen tak lagi menggubris ucapan sang adik namun fokus memeriksa berkas yang dibawa Kaira sebelum ia tandatangani.


"Ra..."


"Hmmmm...", jawab Kaira yang sedang memakan sotonya.


"Faris udah bilang cinta,belum?",tanya Dea menatap sang adik iparnya itu penuh selidik.


Kaira menelan makanan yang ada di mulutnya lalu menatap Dea yang menunggu jawaban darinya.


"Belum, kenapa memangnya Kak?",tanya Kaira.


"Gak.... siapa tau aja dengan kalian sering bersama benih-benih cinta itu mulai tumbuh",goda Dea.


"Kepo...", kesal Kaira.


"Hahahaha...kamu lucu deh Ra kalau lagi kesal", gelak Dea.


"Kak....", rengek Kaira mengadu pada Kalen.


Namun pria itu tak menghiraukan istri dan adiknya itu.Ia tetap fokus pada kertas yang ada digenggamannya.


"Ra.."


"Auh ah aku sebal sama Kak Dea",ujar Kaira memalingkan wajahnya.


"Ra...aku mau ngomong serius sama kamu karena kita sesama perempuan",ujar Dea dengan mode serius.


"Mau ngomong apa Kak?",tanya Kaira menatap sang Kakak Ipar.Rasa kesal gadis itu menguap begitu saja entah kemana.


"Gini...Kakak tau gak mudah naklukin hati pria yang pernah mencintai wanita lain.Tapi kamu harus sabar,dan kasih dia perhatian yang tulus",ujar Dea.

__ADS_1


"Ya Kak...",jawab Kaira.


"Kamu sudah punya rasa sama Faris?", tanya Dea yang sebenarnya sudah tau jika adik iparnya ini menyukai Faris tapi ia ingin mendengar dari bibir Kaira langsung.


"Itu--aku gak tau Kak",jawab Kaira.


"Ra...tanpa kamu jawab Kakak sudah tau jawabannya.Kakak hanya ingin jawaban dari bibir kamu.Perjuangkan cinta kamu,Kakak yakin cepat atau lama Faris pasti membalas perasaan kamu",ujar Dea tersenyum tipis pada Kaira.


"Sudah ah Kak,jangan bahas Kak Faris terus", jawab Kaira mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ya baiklah...", kekeh Dea.


"Ra...ini berkasnya!",ujar Kalen.


"Mana Kak, aku harus balik ke kantor pekerjaanku banyak",jawab Dea berdiri duduknya.


"Kak, terimakasih sotonya",ujar Kaira sebelum keluar dari ruangan Kakaknya itu.


"Ya..."


***


Kaira bergegas untuk kembali ke kantor, pekerjaannya dikantor sangat banyak.Saat akan memasuki lift seseorang memanggilnya membuat gadis itu berhenti sejenak.


"Kaira..."


"I-iya ada apa?",tanya Kaira pada pria yang tadi menabraknya.


"Mau kemana?",tanya pria itu.


"Ini--


Tring


Faris is calling...


"Ya Mas..."


"Masih lama Ra?,kita ada meeting sebentar lagi",ujar Faris.


"Ini aku mau balik ke kantor",jawab Kaira.


"Ya Mas..."


"Siapa?",tanya pria itu saat Kaira menyudahi panggilan teleponnya.


"Oh ini asisten Kakakku",jawab Kaira.


"Oh... Dokter Kalen,Kakak kamu", tanya pria itu.


"I-iya.Maaf...aku harus pergi",ujar Kaira segera masuk kedalam lift.


"Kaira...."


Deg


"Hallo Mas...kamu belum mematikan teleponnya?",tanya Kaira.


"Siapa pria tadi?",tanya Faris dengan suara dinginnya.


"Oh...itu rekan kerjanya Kak Kalen,kenapa Mas?", jawab Kaira.


"Kalian terdengar akrab",ujar Faris.


"Gak juga,aku aja gak ingat siapa namanya.Tadi saat aku datang kesini tak sengaja nabrak tuh dokter",jawab Kaira menjelaskan pada Faris.


"Oh...apakah dia tampan?", tanya Faris.


"Hah?, entahlah Mas,aku tak terlalu memperhatikan", jawab Kaira jujur.


"Lalu kenapa kamu mengatakan saya asisten Kakak kamu pada pria itu?",tanya Faris.


"Bukankah itu benar,Mas itu Assisten Kak Kalen",jawab Kaira.


"Tidak bisakah kamu memperkenalkan aku sebagai tunanganmu", tanya Faris.

__ADS_1


"Oh itu,aku lu--pa",jawab Kaira.


"Ya sudah cepatlah ke kantor!",ujar Faris.


"Ya Mas", jawab Kaira.


klik


Kaira keluar dari lift lalu langsung berjalan tergesa menuju parkiran.Ia harus segera sampai dikantor.


Sementara itu dikantor Faris tampak uring-uringan.Pria itu tak rela jika ada yang mendekati Kaira.


"Siapa pria itu",gumam Faris mendesah berat.


Pria itu terus melirik jam tangannya menunggu kedatangan Kaira.Ia tak sabar ingin bertemu tunangannya itu.


Tok tok tok


"Masuk!",ujar Faris.


Ceklek


"Pak ini laporan yang bapak minta",ujar seorang wanita memasuki ruangan pria itu.


"Letakkan saja disitu",ujar Faris menunjuk meja kerjanya.


"Baik Pak",jawab wanita itu patuh.


"Oh ya kelihatan bapak lagi apa masalah, bagaimana--


"Kaluarlah!",ujar Faris dengan suara dinginnya


dan tatapan tajamnya.


"I-iya Pak",jawab wanita itu gugup lalu pergi dari ruangan pria itu.


"Kemana gadis itu",gumam Faris.


Ceklek


"Mas ini--


"Kenapa lama?",tanya Faris berdiri dari duduknya menghampiri Kaira yang baru saja masuk.


"Saya tidak--


Grep


"Mas kamu--


"Dia menyentuhmu tadi saat kami menabraknya?",tanya Faris merengkuh pinggang Kaira.


"Dia--hanya menolongku agar tidak--


"Berarti dia menyentuhmu",ujar Faris.


"Mas...kamu kenapa sih?",tanya Kaira berusaha melepaskan pelukan tangan Faris di pinggangnya.


"Your be mine Kaira Venolia Atmaja",ujar Faris dengan tatapan dalam.


"Mas lepaskan aku",jawab Kaira.


"Aku ingin menghilangkan jejak pria itu ditubuhmu",ujar Faris mendorong Kaira ke dinding lalu mengungkungnya.


"Mas kamu mau apa", tanya Kaira gugup.


CUP


"Aku tak rela kamu berdekatan dengan pria lain Kaira", bisik Faris mengecup kening Kaira cukup lama membuat gadis itu terkejut dan menegang.


"Kenapa Kak,kamu cemburu?",tanya Kaira yang terlihat salah tingkah.


"Apakah itu namanya cemburu?", tanya Faris balik menatap kedua mata indah Kaira.


"Ya...", angguk Kaira pelan.

__ADS_1


"Anggap saja begitu",jawab Faris mengusap lembut pipi cubby Kaira.


...****************...


__ADS_2