Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Enam bulan lagi


__ADS_3

"Sanggup menghadapi kemarahan Kakek nantinya karena kamu melanggar keinginannya,hm?",tanya Faris menyatukan keningnya dengan kening Kaira.


"Ya Mas...",lirih Kaira.


"Satu tahun lagi apakah kamu tak mau menunggu hingga aku bisa membesarkan juga perusahaaanku.Dan kamu fokus pada kuliahmu",tanya Faris.


"Tapi aku--


"Jangan mencemaskan apapun,aku bukan pria yang mudah tergoda Kaira.Aku tidak akan pernah berkhianat karena aku sudah menjatuhkan pilihanku sama kamu calon ibu dari anak anakku kelak",ujar Faris.


"Bagaimana,hm?",tanya Faris menatap sang kekasih.


"Kamu siap jika kita hidup sederhana terlebih dahulu.Aku akan berhenti menjadi asisten Kakak kamu jika menikah dengan kamu.Aku mungkin akan fokus pada perusahaaan yang kini sedang aku besarkan dan juga restoran ini nantinya",ujar Faris.


Kaira tampak terdiam mendengar ucapan Faris.


"Bukan aku tidak mau menikahi kamu saat ini sayang,aku tak ingin kamu hidup menderita karena selama ini semua kebutuhanmu terjamin oleh kedua orangtua kamu",ujar Faris.


"Aku siap",jawab Kaira mantap.


"Kita temui Kakek hari ini, siapkan mental kamu.Mungkin Kakek akan sedikit kecewa sama kamu",ujar Faris tersenyum tipis.


"Iya...", jawab Kaira menghembuskan nafas beratnya.


***


Dan disinilah Faris dan Kaira saat ini duduk dihadapan Kakek Wiliam.Kaira tampak tertunduk mendapat tatapan tajam dari sang Kakek.


"Pa...ada apa ini?",tanya Rendra yang baru saja datang dari luar kota bersama sang istri berniat untuk mengunjungi Kaisan dan Mika tapi ia mendapat telepon untuk datang kerumah utama Atmaja.


"Putri bungsumu Ren,katanya mau nikah",ujar Kakek Wiliam.


"Benar begitu Ra?",tanya Marisa lembut.


Kaira mengangkat kepalanya dan mengangguk pelan membuat semua orang mendesah berat.

__ADS_1


"Bukankah sesuai kesepakatan kalian akan menikah setelah kamu menyelesaikan pendidikan kamu dulu Nak",ujar Marisa.


"Faris apa yang terjadi?",tanya Rendra duduk disebelah Faris.


Faris menatap calon ayah mertuanya itu lalu tersenyum tipis."Awalnya saya juga kaget Om, tapi Kaira terus memaksa karena dia tau wanita di masa lalu saya terus menganggu dan meminta saya untuk menikahinya",jawab Faris.


"Jadi ini karena kamu cemburu Ra?",tanya Marisa membuat Rendra dan Kakek Wiliam mengggeleng pelan.


"Bagaimana dengan kamu Faris, siap menikah dengan Kaira?", tanya Kakek William.


"Jika Kairanya bersedia hidup sederhana dengan saya lebih dahulu sebelum perusahaaan yang saat ini saya rintis berkembang,saya siap Kek",jawab Faris.


"Kamu bisa memimpin perusahaan saya Faris, karena saya berencana pensiun setelah kalian menikah dan fokus pada klinik saja nantinya",ujar Rendra.


"Maaf Om,saya tidak mau orang orang mencap saya sebagai aji mumpung dengan menikahi Kaira.Saya ingin juga membuktikan diri kalau saya bisa",jawab Faris.


"Saya hormati keputusan kamu Faris,saya percaya kamu bisa memiliki perusahaaan sendiri.Saya dukung kamu, mungkin saya akan berinvestasi pada perusahaan kamu.Kakek akan meminta Kalen untuk melepas kamu dari perusahaanya agar kamu fokus pada perusahaanmu sendiri.Dan untuk pernikahan kalian enam bulan lagi setelah ini,tidak ada lagi negosiasi", putus Kakek William.


"Dan kamu Kaira, fokuslah pada kuliahmu agar cepat lulus",ujar Kakek Wiliam.


"Memang pernikahan itu sebaiknya disegerakan,tapi... kamu harus siapkan mental kamu Ra,rumah tangga tidak sesimpel yang kamu lihat.Ada senang dan juga dukanya.Mungkin kamu selama ini melihat rumah tangga Mama dan Papa kamu baik baik saja.Tapi itu terlihat dari luarnya saja, karena mereka tak ingin memperlihatkan masalah mereka karena tak mau kalian tau.Jadi persiapkan diri kamu biar Faris fokus pada perusahaannya",ujar Kakek William.


"Iya Kek...", lirih Kaira.


"Baiklah...kalian bisa kembali pulang,besok urus kepindahanmu disana",ujar Kakek William pada Kaira diangguki sang cucu.


"Ra...Mama pikir kalian melakukan hal yang diluar batas saat Kakek mengatakan jika kalian ingin menikah saat di telepon",ucap Marisa.


"Tidak Ma,aku masih bisa jaga diri.Mas Faris sangat menjaga aku Ma",jawab Kaira.


"Faris...jaga Kaira baik baik ya.Jangan melakukan sesuatu hal yang diluar batas",ujar Marisa pada Faris.


"Iya Tante...",jawab Faris.


"Ya sudah kalian boleh pulang.Mama akan menelepon Kalen nantinya memberitahukan hal ini",ujar Marisa.

__ADS_1


"Kalau begitu saya dan Kaira pamit ya Om,Tante,Kakek...",ujar Faris diangguki ketiga orang dewasa itu.


Anakmu itu Rendra,bikin Papa shock tadi awalnya.Tapi ya sudahlah... mereka juga sudah bertunangan bukan.Kamu cukup bantu perusahan Faris, Rendra.Dengan menginvestasikan dana kamu agar dia bisa berdiri dikakinya sendiri.",ujar Kakek William.


"Pasti Pa...",jawab Rendra.


"Kita bukam bermaksud matre dan menginginkan menantu yang kaya.Tapi realistis saja, hidup membutuhkan uang.Dan Papa ingin menjamin kehidupan yang layak untuk cucu Papa dengan mencarikan calon suami yang bisa menopang kehidupan Kaira",ujar Kakek William.


"Iya Pa...",jawab Rendra.


"Dan Faris memasuki kriteria itu,ia memiliki kemampuan dan keinginan.Papa juga tau selama ini dia diam-diam berinvestasi di beberapa perusahaan dengan gaji yang ia dapat dari bekerja pada Kalen.Dia juga memiliki beberapa unit apartemen dan dua buah hunian dan salah satunya yang ditempati oleh Mamanya.Juga sebuah restoran yang cukup ramai pengunjung",ujar Kakek William.


"Papa menyelidiki Faris?", tanya Rendra.


"Ya... bukankah sudah Papa katakan jika Papa ingin memastikan yang terbaik untuk Kaira cucu perempuan Papa satu-satunya",jawab Kakek William.


"Iya Papa benar",ujar Rendra.


Sementara itu di dalam mobil Kaira tampak diam saja,entah apa yang dipikirkan gadis itu.Ia hanya sibuk menatap jalanan meski ia tau Faris sesekali meliriknya.


"Apa yang kamu pikirkan,hm?",tanya Faris.


"Aku hanya takut saja Kak Ayu--


"Jangan memikirkan wanita itu lagi sayang,aku akan memastikan dia tidak akan menganggu kita lagi",ujar Faris.


"Iya Mas...", lirih Kaira.


"Kamu meragukan Mas?",tanya Faris menggengam jemari tangan Kaira.


"Tidak...tapi entah kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu hal buruk pada hubungan kita",jawab Kaira.


"Mas hanya akan menikahi kamu, percayalah.Jangan berpikir macam-macam lagi, oke",ujar Faris mengusap lembut pipi Kaira.


"Iya..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2