Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Tujuh bulanan Mika


__ADS_3

Faris dan Kaira dalam perjalanan menuju luar kota, mobil pria itu melaju dengan kecepatan rata-rata karena tidak ingin terjadi sesuatu pada kehamilan sang istri.


"Kamu nyaman gak sayang?",tanya Faris yang saat ini mobilnya melaju dibelakang mobil Kalen.


"Nyaman kok Mas",jawab Kaira.


"Kalau gak nyaman bilang Mas ya",ujar Faris.


"Iya Mas...", jawab Kaira.


Setelah menempuh perjalanan selama dua jam mereka akhirnya sampai di kediaman Kaisan dan Mika.


Kaisan dan Mika mengadakan acara tujuh bulannya di rumah saja.Sehingga rumah mewah itu terlihat dihias dengan cukup indah.


Kaira yang tertidur di mobil membuat Faris enggan membangunkannya.Pria itu turun dari mobil lalu berjalan memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Kaira.


"Ris....Kaira baik baik saja kan?",tanya Kalen menghampiri Faris.Sebagai Dokter ia tahu resiko dari ibu hamil yang melakukan perjalanan jauh.


"Baik baik saja Kak,ini Kaira tidur",jawab Faris.


"Oh... syukurlah",jawab Kalen berjalan meninggalkan Faris memasuki kediaman sang adik.


Dengan hati hati Faris menggendong tubuh Kaira alah bridal style agar tak terbangun.Ia memasuki rumah mewah itu disambut tatapan terkejut semua orang takutnya Kaira kenapa-napa.


"Ris... Kaira baik baik saja kan?",tanya Marisa.


"Baik kok Ma,dia tidur",jawab Faris setengah berbisik.


"Ya sudah...ayo bawa ke kamar dulu",ujar Marisa berjalan lebih dulu menunjukkan kamar yang akan Faris dan Kaira tempati.


Faris menidurkan Kaira diatas tempat tidur, sementara Marisa sudah keluar dari kamar setelah membantu membukakan pintu kamar.

__ADS_1


Beruntung acaranya nanti siap sholat Dzuhur jadi walau Kaira tidur ia akan tetap bisa berkarya melihat proses acara sahabatnya.


Faris keluar kamar dan menutup pintu kamar untuk mengambil koper mereka yang masih ada di dalam mobil.


"Kakek....",sapa Faris saat berpapasan dengan Tuan William.Faris itu mengalami punggung yang pria tua itu.


"Bagaimana perjalanan kalian?, Kaira baik baik saja kan?", tanya Tuan William.


"Kaira baik baik saja Kek,hanya tadi ketiduran di perjalanan",jawab Faris.


"Oh..."


"Aku ambil koper dulu Kek",ujar Faris.


"Iya..."


***


"Masa sih Mas?",tanya Kaira.


"Iya...cantiknya beda",jawab Faris.


"Apa aku pakai hijab ya Mas mulai sekarang?", tanya Kaira.


"Mas gak maksa kamu,tapi jika kamu mau Mas sangat mendukung sayang.Tubuh kamu hanya Mas saja lagi yang melihatnya",jawab Faris.


"Akan aku pikirkan Mas",ucap Kaira.


"Apa para tamu sudah datang Mas?",tanya Kaira.


"Mas gak tau sayang.Kan dari tadi kita di kamar",jawab Faris yang sebenarnya gak nyaman disini karena Kaisan masih bersikap datar padanya.

__ADS_1


"Keluar yuk Mas",ujar Kaira.


"Ayo...",jawab Faris.


Keduanya keluar kamar dengan saling bergandengan tangan.Faris terlihat tak mau melepaskan genggaman tangannya pada tangan Kaira.


"Cie... dari tadi dikamar mulu", ledek Dea.


"Apaan sih Kak",jawab Kaira.


Semua orang telah berkumpul hanya mereka berdua yang baru bergabung.Tapi yang namanya Faris pria itu banyak diam dan berbicara seadanya saja.


Meski ya tau sahabatnya mencuri pandangan padanya.Tapi ia tidak peduli,bahkan ia tak menegur wanita itu demi menjaga perasaan sang istri dan juga saudara iparnya.


Tak lama rangkaian acara pun dimulai,Mika juga mengundang anak anak panti asuhan untuk meramaikan acara kebahagian mereka.


Kaira yang lelah duduk didalam memilih untuk duduk di luar di temani sicantik Rania.Sementara Faris sedang berbincang dengan Papanya.


"Onty...dedeknya masih kecil?",tanya Rania menyentuh perut Kaira.


"Iya sayang...dia masih sangat kecil.Rania sayang gak sama adek bayinya nanti?", tanya Kaira.


"Sayang...",angguk Rania.


"Kaira..."


Kaira menoleh dan wanita itu terkejut melihat siapa yang datang.


...****************...


Segini dulu ya, rencananya nanti double up yang panjang dari ini.Biar kalian penasaran siapa yang menyapa Kaira.

__ADS_1


__ADS_2