
"Bagaimana jika besok sayang",ujar Kalen menatap wajah cantik Dea.
"Baiklah...",jawab Dea dengan raut wajah sendu.
"Hufffhh... oke.Kita nginap di tempat Mama",ujar Kalen mengehela nafas berat karena tak tega melihat raut sendu di wajah sang istri.
"Benarkah...",jawab Dea tersenyum sumringah.
"Apapun untukmu Dera",jawab Kalen mengecup pucuk kepala sang istri dengan lembut.
"Baiklah aku mandi sekarang...",ujar Dea bangkit dari tempat tidur.
"Aku bantu...",ujar Kalen menggendong sang istri menuju kamar mandi.
Setelah memastikan Dea mandi Kalen keluar dari sana karena jika berlama-lama ia pasti akan kembali menggempur istrinya itu.
Kalen menghubungi sang ibu jika ia dan sang istri akan menginap hari ini.Hal itu disambut senang oleh Marisa yang sebenarnya ingin bercerita banyak dengan menantu yang sudah ia anggap layaknya anak perempuannya sendiri.
Kalen mengganti pakaiannya lalu memasukkan beberapa berkas yang akan ia kerjakan nantinya disana serta laptopnya.
Dea tampak begitu semangat untuk pergi kerumah mertuanya.Entah apa yang terjadi padanya,ia begitu ingin masakan mertuanya.Ia tak tau apakah Marisa bisa memasakkan makanan yang sedang ia inginkan saat ini.Karena selama ia tinggal dikediaman Atmaja tak pernah ia melihat mertuanya itu memasak.
"Sudah siap sayang?", tanya Kalen menghampiri sang isu yang sedang menyisir rambutnya yang setengah basah.
"Hampir Kak",jawab Dea.
"Rambut kamu dikeringkan dulu sayang",ujar Kalen mengambil haiddrayer di laci meja rias lalu membantu istrinya itu untuk mengeringkan rambut panjangnya.
"Kak..."
"Ya...ada apa?",tanya Kalen yang fokus pada rambut Dea.
"Mama bisa masak gak?",ujar Dea.
"Kenapa?",jawab Kalen menatap sekilas sang istri dari pantulan cermin.
"Gak aku hanya ingin memakan masakan Mama",jawab Dea.
Kalen tersenyum."Mama bisa masak kok sayang.Hanya saja Papa melarang Mama untuk memasak karena ia ingin Mama fokus mengurus keperluan Papa",ujar Kalen.
"Berarti Mama beruntung dong dapat suami",jawab Dea.
"Ya...istriku saja yang susah di bilangin jika aku ingin ada pelayan disini malah nolak", sindir Kalen.
"Hehehe...aku juga beruntung kok Kak dapat suami kayak Kakak.Nih satu contohnya mau bantu aku mengeringkan rambut",puji Dea tersenyum menatap sang suami dari pantulan cermin.
Cup
__ADS_1
"Kamu sangat menggemaskan my little wife",ujar Kalen mengecup pucuk kepala Dea.
"Udah Kak...nanti akan kering sendiri",ujar Dea.
"Oke...",jawab Kalen mematikan haiddrayer lalu menyimpannya kembali kedalam laci.
"Ayo kita berangkat Kak",ujar Dea.
"Baiklah sayang",jawab Kalen menyambar laptop beserta berkasnya.
Kedua berangkat meninggalkan apartemen menuju kediaman Atmaja.
Kalen heran dengan sang istri yang tiba tiba ingin makan masakan Mamanya.Ia tak tau apakah Mamanya akan bersedia memasakkan makanan untuk sang istri atau tidak.
Tak lama mereka sampai dikediaman Atmaja,Kalen dan Dea memasuki hunian mewah itu dengan saling bergandengan tangan.
"Assalamualaikum...",ujar Dea.
"Waalaikum salam...",jawab Marisa yang menyambut kedatangan anak menantunya.
"Mama...",ujar Dea menyalami punggung tangan Marisa.
"Katanya kapan kapan nginap disini",ujar Marisa menggoda menantunya.
"Hehehe..."
"Dia katanya pengen akan masakan Mama",ujar Kalen mendudukkan bokongnya di sofa ruang tamu.
"I-iya Ma...jika Mama gak keberatan",jawab Dea malu malu.
"Tentu saja Mama gak keberatan sayang.Ayo kita ke dapur!",ujar Marisa menarik tangan Dea menuju dapur.
"Sayang...aku ke kamar ya",ujar Kalen beranjak dari duduknya membawa laptop serta berkas yang akan ia kerjakan.
"Ya Kak...",jawab Dea tersenyum tipis.
Marisa dan Dea menuju dapur membuat para pelayan terkejut.
"Tolong semuanya menyingkir dulu ya.Kita mau masak",ujar Marisa pada pelayannya.
"Tapi Nyonya bukankah--
"Gak apa apa Asih...saya memasak bersama putri saya",jawab Marisa mengelus lengan Dea. Marisa memang menganggap Dea putrinya sendiri.
"Baik Nyonya...",jawab Kepala pelayan mengundurkan diri dari dapur.
"Kamu mau Mama masakin apa?", tanya Marisa pada Dea.
__ADS_1
"Apa aja Ma,yang penting itu Mama yang masak",jawab Dea.
"Baiklah...",,jawab Marisa tersenyum tipis.
Marisa mulai memasak masakan simpel namun sehat.Wanita paruh baya itu untuk pertama kalinya ia kembali memasak sepanjang pernikahannya dengan Rendra Atmaja.
"Maaf ya Ma...aku merepotkan Mama,gak tau aja aku pengen masakan Mama",ujar Dea.
"Gak apa apa sayang...Kamu kayak orang hamil saja",kekeh Marisa.
"Hah?",aku hamil?",beo Dea.
"Kamu telat?",tanya Marisa.
"Gak Ma...aku dan Kak Kalen baru melakukannya satu minggu ini",jawab Dea malu malu.
Marisa tersenyum mendengar pengakuan sang menantu yang itu berarti ada kemungkinan sebentar lagi ia akan memiliki cucu.
"Oh...Mama ikut senang dengan kemajuan hubungan kalian.Asal kamu tau Kalen jika sudah benar benar nyaman dan cinta ia akan jadi pria yang posesif sama dengan Papanya",ujar Marisa tersenyum tipis.
"Ya Ma...",jawab Dea membenarkan ucapan sang mertua.
"Nih... makanan untuk kamu.Maaf jika hanya ini tapi sangat sehat",ujar Marisa menyerahkan empat potong sandwich sayuran pada Dea.
" Terimakasih ya Ma.Gak apa apa kok Ma...aku gak pemilih kok dalam hal makanan",jawab Dea membawa piring berisi sandwich ke ruang tamu.
"Kak Dea...wah udah pulang?", teriak Kaira yang baru saja pulang dari sekolahnya.
"Hai Ra...mau?",ujar Dea menyodorkan piring berisi sandwich pada Kaira.
"Gak deh Kak... kenyang",jawab Kaira.
"Kaira... ganti baju dulu Nak",ujar Marisa pada putri bungsunya.
"Bentar lagi Ma.Mau lepas kangen sama Kak Dea",jawab Kaira.
"Kamu memiliki waktu banyak kali ini Ra,karena Dea akan menginap disini",jawab Marisa.
"Ya sih...tapi aku yakin sebentar lagi Kak Dea bakalan dikurung oleh Kak Kalen di kamar",jawab Kaira.
"Hus..anak kecil kayak tau aja", tegur Marisa pada putrinya itu.
"Hehehe..."
"Hai Dea...", sapa Kaisan yang baru saja pulang dari rumah sakit.
"Jauhkan tanganmu dari istriku...", teriak Kalen yang baru saja turun dari lantai atas.
__ADS_1
"Eits...dasar posesif",ujar Kaisan.
...*************...