Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Rencana pembalasan


__ADS_3

Kaira menatap fokus layar komputernya tanpa menyadari seseorang yang sedang memperhatikannya dari luar karena pintu ruangannya yang tak tertutup sempurna.


Orang yang menatap gadis itu tersenyum tipis,sangat tipis sehingga tak terlihat seperti tersenyum.


Cekrek


"Cantik...",gumam pria itu setelah berhasil mengambil gambar Kaira secara diam diam lalu melangkah memasuki ruangannya.


"Kaira..."


Kaira menoleh saat sang Kakak memasuki ruangannya dengan wajah datarnya."Ya Kak...ada apa?",tanya Kaira.


"Kamu baik baik saja?", tanya Kalen.


Kaira menggerutkan keningnya karena bingung,tiba tiba saja Kakaknya bertanya hal seperti itu padanya.


"Maksud Kakak?",bingung Kaira.


Kalen mengembuskan nafas berat melihat sang adik yang tak mengerti maksud ucapannya."Dia tidak menyentuhmu kan?",tanya Kalen.


"Siapa Kak?",tanya Kaira yang masih terlihat bingung.


"Kejadian ditoilet restoran tadi siang",ucap Kalen.


"Oh...aku baik baik saja Kak,meski aku tidak akan berani lagi setelah ini pergi ke toilet umum sendirian.Dan dia tak menyentuhku sama sekali tapi hanya berupa ancaman saja.Beruntung Mas Faris datang",ujar Kaira menjelaskan.


"Syukurlah...",gumam Kalen.Setelah Faris mengatakan semuanya dia sangat kuawatir dengan keadaan Kaira yang mungkin saja merasa trauma.Tapi saat ia bertemu sang adik dia bernafas lega jika Kaira baik baik saja.


"Oh ya bagaimana hubungan kamu dengan Faris?",tanya Kalen mendudukkan bokongnya di kursi yang ada dihadapan meja kerja Kaira.


"Gak gimana-gimana Kak, kenapa?", jawab Kaira.


"Bukan apa apa,dia terlihat marah besar dengan apa yang menimpa kamu",ujar Kalen.


"Jadi Mas Faris yang kasih tau Kakak tentang kejadian tadi itu?",tanya Kaira.


"Hmmmm"


"Dia sepertinya mulai mencintaimu dan melupakan Mika",ujar Kalen menatap intens Kaira yang terlihat gelagapan membuat pria itu tersenyum tipis.Ia yakin hubungan asisten dan adiknya itu mulai dekat.


"Kak apaan sih",jawab Kaira berusaha tenang karena ia merasa tertangkap basah oleh Kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Hahaha... apakah dugaan Kakak benar?,kalian seperti orang yang sedang jatuh cinta",kekeh Kalen.


"Kak... apaan sih?",sungut Kaira.


"Jadi benar?",goda Kalen.


"Tau ah... gelap",ketus Kaira memalingkan wajahnya kearah samping.


"Seorang pria tidak akan semarah itu jika orang yang dicintainya diganggu.Kakak lihat tadi sepertinya Faris begitu marah besar meski ia mencoba menyembunyikannya dari Kakak",ujar Kalen.


"Kak, udah dong.Kapan pekerjaanku akan selesai jika Kakak terus mengangguku", rengek Kaira.


"Ya baiklah girl, selama ini Kakak lihat Faris pria yang baik.Dan Kakak yakin jika kamu mau menerimanya dalam hidupmu,kamu akan bahagia",ujar Kalen.


"Kak...jangan salahkan aku jika berkas ini tidak selesai",kesal Kaira membuat Kalen terkekeh karena saat ini muka adiknya itu sudah merah padam menahan malu.


"Ya baiklah... Faris pria yang--


"Kak....", geram Kaira menatap kesal sang Kakak yang terus menggodanya.


"Oke...Kakak kaluar,oh ya Kakak butuh berkas itu sebentar lagi",ujar Kalen.


"Bodoh..", kesal Kaira dengan bibir komat kamit.


Sementara itu Faris mengatur pertemuan Kalen dengan Anto sesuai keinginan Kalen.Meski ia yakin Kalen akan memberikan pelajaran dengan gagalnya kontrak kerja kembali terjalin.Tapi ia akan memberikan pelajaran pada pria itu dengan tangannya sendiri.


Ia yakin pria itu pasti akan mengulangi perbuatannya jika tak diberi pelajaran.Ia akui Kaira memiliki pesona yang mampu membuat pria akan menyukai gadis itu saat satu kali bertemu.


Meski Kaira sudah dipastikan menjadi miliknya tapi ia tak akan membiarkan pria lain menganggu miliknya itu.


"Kemarin Dokter sialan itu, sekarang pria ingusan itu lagi",gumam Faris mengusap kasar wajahnya.


"Shitt ..",umpat Faris meremas kertas yang ia pegang.


Tring


"Ya Pak..."


"Ke ruangan saya sekarang juga Faris!",ujar seseorang di seberang.


"Ya Pak..."

__ADS_1


Tut


Faris berdiri dari duduknya, merubah raut wajahnya kembali terlihat datar dan seolah nyak terjadi apa apa.


Tok tok tok.


"Masuk!", terdengar sahutan dari dalam.


Ceklek


"Ada apa Pak?",tanya Faris saat memasuki ruangan atasannya itu.


"Kamu meminta orang orang kita menangkap pria itu?",ujar Kalen.


"Ya... Pak,aku akan memberikan sedikit peringatan dan pelajaran pada pria itu", jawab Faris.


"Huffhhh...aku sudah mengatakan jika aku akan mengurusnya Faris",ujar Kalen.


"Paling hanya dengan pembatalan kontrak kan Pak.Itu tidak cukup,anda tak melihat bagaimana ketakutan Kaira tadi.Aku tidak akan tinggal diam saja jika dia sudah berusaha untuk melecehkan Kaira",jawab Faris.


"Pembatalan kontrak sudah cukup memberikan pelajaran pada pria itu.Anto tidak akan tinggal diam jika anaknya berulah dan membuatnya rugi",ujar Kalen.


"Maafkan sebelum jika saya lancang Pak, seandainya hal ini terjadi pada Nona Dea apa yang akan anda lakukan", jawab Faris.


"Akan aku bunuh pria itu",ujar Kalen.


"Itu juga yang ingin saya lakukan", jawab Faris tegas membuat Kalen diam diam tersenyum tipis.Ia tak salah memilih Faris menjadi pendamping adiknya.


"Baiklah lakukanlah,jika kamu ingin membunuhnya",ujar Kalen.


"Kematian terlalu ringan untuknya",jawab Faris tersenyum smirk membuat Kalen terkejut melihat ekspresi wajah dari Asistennya itu yang selama ini tak ia ketahui.


"Pria itu sudah ada di markas,terserah mau kamu apakan",ujar Kalen.


"Biarkan saja dulu dia disana Pak,saya akan memberikan pelajaran setelah pekerjaan sayang selesai",jawab Faris.


"Oh ya Pak...saya sudah mengatur pertemuan anda dengan Pak Anto besok siang",ujar Faris.


"Ya... kamu atur saja",jawab Kalen.


"Baiklah sayang permisi dulu",ujar Faris.

__ADS_1


"Ya ...."


...****************...


__ADS_2