Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kejutan.


__ADS_3

"Sayang sudah siap?",tanya Faris memasuki kamar setelah keluar dari ruang kerjanya.Mereka akan memeriksa kandungan Kaira juga meminta obat pereda rasa mual yang Kaira alami.


"Sebentar Mas",jawab Kaira yang sedang memoles bibirnya dengan lipstik berwarna nude.


"Cantik...", puji Faris membuat Kaira tersipu malu.


"Aku tak secantik itu Mas",jawab Kaira.


"Kata siapa,hm?.Kamu sangat cantik sayang,bahkan paling cantik dari wanita yang ada di dunia ini",ujar Faris dengan jujur karena baginya Kaira adalah wanita yang paling cantik.


"Sudahlah,ayo kita berangkat!",ujar Kaira melangkah meninggalkan sang suami.


Faris mengikuti langkah Kaira keluar dari kamar.Setelah berpamitan dengan Bik Sum keduanya berangkat menuju rumah sakit.


Kaira begitu sangat menghormati pelayannya itu.Ia sangat menyayanginya karena Bila Sum persis seperti Mamanya yang selalu memberikan perhatian yang tulus padanya.


"Sekarang masih mual gak sayang?",tanya Faris saat mereka dalam perjalan menuju rumah sakit.


"Enggak Mas,hanya di lagi hari saja",jawab Kaira yang sedang bermain game ia ponsel milik Faris.Semenjak menikah ia lebih suka memegang ponsel Faris untuk dia bermain game. Faris tak mempermasalahkan semuanya,ia akan mengerjakan pekerjaan dengan laptop.Lagian ia tak pernah menyembunyikan apapun diponselnya pada Kaira.


Tak lama mereka sampai di rumah sakit dan langsung menuju Poli Obgyn.Faris sudah membuat janji dengan dokter kandungan yang baru.Ia tak ingin lagi sang istri diperiksa oleh Dokter laki laki.


"Mas bukankah--


"Ayo masuk sayang!",ujar Faris.


Kaira hanya menurut saja karena suaminya itu tidak akan bisa dibantah jika dalam mode posesifnya.


Kaira kembali diperiksa dan diberikan vitamin serat obat pereda rasa mual.Setelah selesai keduanya kembali pulang karena Kaira terpaksa melakukan kuliah daring dari rumah.


Tring


Geovano is calling....


"Mas ini Geovano telepon",ujar Kaira memberikan ponsel milik Faris.


Pria itu menyambungkan panggilan telepon melalui earphone yang ia gunakan.


"Ya Geo..."


"Semuanya sudah selesai Tuan",ujar Geovano.


"Hmmmm... terimakasih",jawab Faris.


"Ya Tuan...", balas Geovano.

__ADS_1


Klik


"Dingin banget jadi atasan",ujar Kaira.


"Apa maksud kamu sayang?",tanya Faris.


"Kamu datar dan dingin banget Mas sama orang",jawab Kaira.


"Yang penting gak sama kamu kan",ujar Faris.


"Dulu nya iya kan",jawab Kaira.


"Iya... sebelum Mas jatuh cinta sama kamu",ujar Faris.


"Mas memang seperti ini sayang,gak mudah akrab sama orang", sambung Faris.


Tak lama mereka kembali ke apartemen, Faris masuk keuangan kerjanya karena Kaira akan melakukan kuliah daringnya.Faris tidak ingin menganggu wanitanya itu.


***


Faris terbangun dari tidurnya saat jam menunjukkan 23:55 malam.Pria itu mengendap-endap turun dari ranjang agar sang istri tidak terbangun dari tidurnya.


Pria itu berjalan keluar kamar lalu menuju dapur mengambil sesuatu yang ia sembunyikan tadi siang.


Faris mengeluarkan sebuah kue brownies dari lemari lalu meletakkan lilin bertuliskan angka 21 diatas kue itu.Faris menyalakan lilin itu dan kembali ke kamar untuk memberikan kejutan ulang tahun pada sang istri.


"Happy birthday to you sayang", ucap Faris membuat Kaira menatap sang suami dengan tatapan berkaca-kaca.


"Mas--


"Make a wish dulu sayang!",ujar Faris.


Kaira memejamkan kedua matanya seraya membuat permohonan didalam hatinya.


"Ayo tiup!",ujar Faris setelah Kaira membuka kedua matanya.


Kaira meniup lilin dengan angka 21 itu dengan hati yang dipenuhi rasa haru.Ia gak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini dari suaminya.Kaira memotong kue itu dan menyuapkannya pada Faris.


"Terimakasih Mas, untuk--


"Bukalah!",ujar Faris memberikan sebuah kado untuk Kaira.


"Mas...apa lagi ini?",tanya Kaira yang tak bisa berkata apa apa.


"Bukalah sayang!",jawab Faris.

__ADS_1


Kaira membuka kado yang diberikan Faris dan ia sungguh tak menyangka jika suaminya itu memberikan sebuah kado tas branded keluaran terbaru.


"Terimakasih Mas", ucap Kaira memeluk sang suami dengan begitu erat.


"Iya sayang, semoga panjang umur dan sehat selalu untuk dan calon anak kita juga makin sayang sama Mas",ujar Faris.


"Iya Mas...aku akan selalu sayang sama kamu",jawab Kaira.


"Aku pegang kata kata kamu sayang",ujar Faris.


"Iya..."


Keesokan harinya Faris mengajak Kaira ke suatu tempat.Pria itu telah menyiapkan kado yang sebenarnya untuk sang istri.Sebelum sampai Faris menutup kedua mata Kaira dengan sapu tangannya.


"Mas...ini ada apa sih?",tanya Kaira saat Faris menutup kedua matanya.


"Nanti kamu juga tau",jawab Faris.


Faris kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Ia gak sabar memperlihatkan kado yang ia siapkan sejak lama untuk sang istri.


Setelah sampai, Faris membawa Kaira masuk kedalam bangunan rumah yang sangat mewah dan indah.Di sana seluruh keluarga sudah berkumpul menunggu kedatangan mereka.


Faris membuka penutup mata Kaira dengan perlahan.Wanita itu terlihat bingung saat semua orang ada dihadapannya di tambah tempat yang begitu asing baginya.


"Surprise...", teriak Dea membawakan sebuah kue untuk Kaira.


"Selamat ulang tahun Kaira",ujar Dea memeluk adik iparnya itu.


"Iya Kak... terimakasih",jawab Kaira.


Satu persatu orang mengucap selamat pada Kaira dan memberikan kado untuk wanita hamil itu.


"Ini dari Mas untuk kamu",ujar Faris memberikan sebuah kotak kecil pada Kaira.


"Dibuka dong Ra!",ujar Mika.


Kaira membuka kado itu dan menemukan sebuah kunci.Wanita itu mengerutkan keningnya.


"Ini adalah kunci rumah ini sayang,untuk kamu",ujar Faris.


"Mas...", Kaira langsung memasuki suaminya itu dan terisak pelan karena ia tak menyangka suaminya akan membelikan sebuah rumah sebagai kado ulang tahunnya.


"Kamu senang?",tanya Faris mengusap punggung Kaira.


"Iya... terimakasih",angguk Kaira.

__ADS_1


"Apapun untukmu", bisik Faris.


...****************...


__ADS_2