
Dea dan Kaira duduk bersama menonton drama drakor di laptop milik Kaira.Keduanya mengabaikan panggilan telepon dari suami masing masing.
Dea yang sudah lama tidak memiliki waktu luang seperti itu menjadi tak ingat waktu jika dirumahnya saat ini anak dan suaminya menunggu dirinya.
"Yah... endingnya gak asyik",ujar Dea meneguk habis minuman dingin miliknya.
"Huummm...",jawab Kaira menangguk mengiyakan ucapan Kakak iparnya.
Kaira tak jadi mengerjakan tugasnya karena Dea mengajaknya menonton drama drakor terbaru.Wanita itu yang juga penasaran dari cerita drama itu mengiyakannya permintaan sang Kakak ipar.
"Udah jam berapa ya Ra?",ujar Dea.
"Jam 16:30,Kak",jawab Kaira.
"What...?", pekik Dea.
"Ada apa sih Kak?",tanya Kaira.
"Kakak pulang dulu Ra,Kakak kamu pasti sudah pulang dari kantor",jawab Dea memesan taksi online dari aplikasi ponselnya karena sopir yang mengantarnya tadi ia suruh pulang.
Tok tok tok
"Siapa Ra?, Faris?",tanya Dea.
"Gak tau Kak,aku intip dulu",jawab Kaira melangkah menuju pintu.
"Siapa Ra?",tanya Dea saat Kaira mengintip melalui celah kecil pintu apartemen.
"Kak Kalen...Kak",jawab Dea langsung membukakan pintu apartemennya.
Ceklek
"Mana Dea,Ra?",tanya Kalen dengan wajah datarnya yang sudah biasa bagi Kaira.
__ADS_1
"Tuh didalam,ayo masuk dulu Kak",jawab Kaira.
Kalen masuk ke dalam apartemen adiknya iparnya itu dan menatap tajam sang istri yang cengengesan padanya.
"Mas...aku--
"Ayo pulang!",ujar Kalen tanpa senyuman dibibirnya.
Dea mengangguk patuh, sepertinya suaminya sudah pulang karena saat ini Kalen memakai pakaian santainya.Salahnya juga main ke apartemen Kaira sampai lupa waktu begini.
Kaira kembali mengunci pintu apartemennya,dia yakin Kakak iparnya itu pasti akan diceramahi oleh Kakaknya.Apalagi Dea tak membawa Rania.
Kaira melanjutkan mengerjakan tugasnya di ruang kerja Faris.Disana ia bisa lebih fokus mengerjakan tugasnya yang ada satu yang deadline untuk besok.Ia melupakan ponselnya yang sedari mendapat banyak panggilan tak terjawab dari sang suami.
Kaira harus menyelesaikan tugasnya sebelum besok pagi akan dikumpulkan.Sebenarnya tugas itu saat ia cuti kuliah, tapi dosennya tidak mau tahu.Ia harus mengumpulkan tugas nya besok.
Waktu terus berlalu tak terasa jam sudah menunjukkan 19:30 malam.Kaira masih sibuk mengetik di laptopnya.Ia mengabaikan makan malamnya demi tugasnya cepat selesai.
Sementara itu Faris saat ini dalam perjalanan pulang,pria itu tak tenang karena dari tadi sang istri tak kunjung mengangkat panggilannya.Apalagi Kaira sendiri di apartemen membuat tingkat kecemasannya makin tinggi.Ia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggal agar segera sampai di apartemen.Ia tak akan memaafkan. dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada sang istri.
Faris membuang nafas kasarnya,ia begitu cemas saat ini.Harusnya tadi ia meminta Mamanya datang ke apartemen untuk menemani sang istri yang sendirian.Biarlah pembaca mengatakan lebay,ia benar benar cemas memikirkan keadaan sang istri saat ini.
Bucin,ya ia akui jika dirinya telah menjadi budak cinta dari istrinya itu.Tak masalah baginya toh Kaira istrinya sendiri sudah sewajarnya jika ia bucin pada wanita yang berhasil mencuri seluruh hatinya itu.Ia akan melakukan apapun yang diminta sang istri, nyawa sekalipun akan ia berikan demi kebahagiaan Kaira.
Setibanya di basement apartemen pria itu langsung turun dan memasuki lift yang terhubung dengan basement menuju unitnya.Dia tak sabar memastikan wanitanya itu baik baik saja.Perjalanan yang harusnya ia tempuh dua jam kini tak sampai satu jam ia sudah sampai di apartemennya.Ia benar benar memacu dengan kecepatan tinggi kendaraannya.
Faris menekan beberapa tombol lalu pintu apartemen langsung terbuka.Faris mendapati ruangan yang masih gelap,pria itu menyalakan lampu dan tampak ponsel sang istri terletak di atas meja ruang tamu.
"Kaira... sayang", teriak Faris memasuki kamar mereka namun kamar itu tampak kosong.
Pria itu memeriksa semua ruangan di dalam kamar namun ia tak menemukan keberadaan sang istri.Ia langsung berdebar kencang tak menemukan keberadaan sang istri.
"Sayang...",teriak Faris lagi namun sepi tak ada jawaban.Ia terlihat kacau dan tampak frustasi.
__ADS_1
Pria itu mendesah berat, bagaimana ia bisa melacak sang istri jika ponsel wanitanya itu masih berada di sini.Ia sungguh ketakutan saat ini dengan jantung berdebar kencang.Takut terjadi sesuatu buruk pada sang istri.
Faris memutuskan memeriksa seluruh ruangan apartemennya meski ia tak yakin akan menemukan sang istri, tapi setidaknya ia sudah memeriksa dulu.
Faris membuka ruang kerjanya dan hatinya langsung mencelos saat melihat wanita yang sedari tadi ia cemaskan tertidur di atas meja kerjanya dengan laptop masih menyala.
Buru buru pria itu menghampiri sang istri dan mengecup pucuk kepala wanita yang membuatnya hampir gila.
"Kamu berhasil membuat Mas hampir gila saat tak menemukanmu sayang", gumam Faris tersenyum tipis melihat sang istri tidur dengan damai.
"Sayang... bangun", bisik Faris lalu mengecup pipi Kaira dengan bertubi tubi sehingga wanita itu menggeliat merasa tidurnya terganggu.
Kaira membuka matanya perlahan dan mengumpulkan nyawanya.Wanita itu tersenyum melihat sang suami berdiri disampingnya.
"Mas ..kamu sudah pulang?",tanya Kaira degan suara serak khas bangun tidur.
"Ya... kenapa tak membawa ponsel kamu kesini sayang,Mas sangat kuawatir sama kamu saat kamu tak mengangkat panggilan telepon dari Mas",ucap Faris memeluk sang istri dari belakang.
"Maaf Mas, tugasku sangat banyak,dan ini belum selesai",jawab Kaira.
"Sudah makan?", tanya Faris lembut.Rasa kuawatirnya menguap begitu saja saat sang istri terlihat baik baik saja.
"Belum...", geleng Kaira.
"Aku juga belum masak Mas, maaf",cicit Kaira takut Faris memarahinya karena belum memasak untuk suaminya itu.
"Kalau gitu kita masak bareng,gimana?",jawab Faris membalikan tubuh Kaira menghadapnya lalu ******* sekilas bibir Kaira yang sudah menjadi candunya.
Kaira tersenyum tipis melihat kelakuan suaminya itu.Tapi ia begitu menyukainya, Faris membuatnya begitu sangat bahagia dengan perlakuan pria itu.
"I Miss you Mas",ujar Kaira memeluk tubuh sang suami lalu menghirup aroma tubuh sang suami yang membuatnya tenang.
"I Miss you to sayang, sangat", bisik Faris membalas pelukan sang tak kalah erat.
__ADS_1
...****************...