
Dea membola mendengar ucapan Kalen.Ia berusaha bangkit dari pangkuan Kalen namun ditahan oleh pria itu.
"Jangan banyak gerak sayang kamu bisa membangunkannya lagi.Dan aku tak bisa janji kalau kamu akan tidur nyenyak malam ini",ujar Kalen menyibak rambut Dea yang terurai ke belakang.
"Dasar mesum",kesal Dea menepuk pelan pundak Kalen.
"Hahaha...mau nonton?",tanya Kelen mengusap punggung polos Dea.
"Nonton apa Kak?",tanya Dea menatap sang suami.
"Kamu mau nonton apa?",balas Kalen.
"Drama Korea ada?",tanya Kalen.
"Entahlah,ayo kita cek",ujar Kalen menggendong Dea seperti bayi koala menuju ruangan bioskop mini di villa itu.
Kalen meletakkan Dea di atas mini bad yang ada diruang bioskop mini itu lalu mencari film yang dimaksud sang istri.
"Dera.. sepertinya tidak ada sayang",ujar Kalen.
"Kalau gitu yang bagus menurut Kakak saja",jawab Dea.
"Baiklah baby...",jawab Kalen tersenyum penuh misteri.
Kalen memposisikan duduknya tepat dibelakang Dea dengan memeluk tubuh sang istri dari belakang.Pria itu bersandar pada dinding mini bad dengan merebahkan kepala Dea pada dada bidangnya.Ia dan Dea mulai menikmati film yang ia pilih sendiri.
Dea menikmati film yang dipilihkan oleh Kalen yang merupakan drama romantis.Sedangkan Kalen lebih memilih menatap wajah cantik Dea dari pada menonton film yang sebenarnya ia sudah tau alur ceritanya itu.
"Hmmm dasar cowok aneh padahal istrinya cantik tapi bodoh mau aja di bohongi oleh cewek itu", gerutu Dea pada film yang ia tonton.
"Kamu menyindir aku sayang?",ujar Kalen..
"Hah?, maksudnya?", tanya Dea mengernyitkan keningnya.
"Ya itu...
"Ya itu apa Kak?",tanya Dea.
"Aku punya istri yang cantik tapi malah mau dibodohi oleh--
__ADS_1
"Sssttt... jangan bahas masa lalu Kak.Jadikan itu pelajaran",ujar Dea.
"Kenapa kamu masih mau sama aku padahal aku sering membuatmu sakit hati dengan ucapanku",tanya Kalen.
"Bukankah kamu sudah tau alasannya Kak,aku ingin menikah sekali seumur hidup",jawab Dea.
"Apakah kamu mencintaiku?",tanya Kalen.
"A-aku...
"Jawab Dea...apakah saat ini hanya aku yang mencintaimu?",tanya Kalen.Mereka tak lagi fokus pada layar film yang ada dihadapan mereka.
Dea mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya pada Kalen."Ya Kak...",jawab Dea.
"Iya apa Dera, hum?",ujar Kalen menyibakkan rambutnya Dea ke samping menampilkan tengkuk polos Dea.
"Dea memiringkan tubuhnya menatap Kalen lalu tersenyum tipis."Aku ju-juga mencintaimu Kak",jawab Dea dengan kepala tertunduk malu.
Kalen tersenyum senang mendengar pengakuan sang istri.Pria itu mengangkat dagu Dea dan menatap kedua manik mata Dea lalu mencium kening Dea cukup lama.
"Terimakasih telah mencintai pria seperti ku yang begitu banyak kekurangan",ujar Kalen.
"Ternyata istri kecilku telah dewasa",kekeh Kalen mencubit gemas hidung mancung Dea.
"Dipaksa dewasa lebih tepatnya Kak",jawab Dea.
"Yah...kok filmnya udah habis",ujar Dea menatap layar proyektor telah padam.
"Itu artinya kita harus tidur sayang",jawab Kalen.
"Tapi--
"Kita besok berangkat pagi pagi sekali Dea.Jadi ayo kita tidur",ujar Kalen menggendong Dea akan bridal style.
"Kak...aku bisa jalan sendiri", rengek Dea.
"Bukankah milikmu masih terasa sakit?,jadi menurutlah Deraku",ujar Kalen membuat Dea tersipu malu.
Dea mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami.Ia takut jika tiba tiba terjatuh.
__ADS_1
Kalen merebahkan Dea di atas ranjang mereka dengan begitu hati hati.
"Terimakasih Kak", cicit Dea.
"Iya baby...",jawab Kalen membuat Dea merona.
Kalen ikut memasuki selimut yang sama dengan Dea lalu merebahkan kepalanya Dea pada lengannya.
"Tidurlah sayang!",ujar Kalen memeluk pinggang langsing Dea.
***
Pagi ini Kalen sibuk dengan layar ponselnya menghubungi sang Kakek.Sedangkan Dea masih dikamar membersihkan tubuhnya.
Kalen telah siap dengan kemeja dan celana jeans membuat penampilannya begitu perfect.
"Kak...aku harus memakai apa,karena aku tak membawa apapun kesini?",tanya Dea yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Di lemari ada gaun yang bisa kamu pakai Dera",ujar Kalen menunjuk lemari.
Dea melangkah menuju kamar mandi dengan handuk membalut tubuh polosnya.
Kalen yang melihat penampilan sang istri berusaha menahan hasratnya agar tak menyerang istrinya itu.Jika tidak mengingat mereka akan berangkat ke Bali mungkin ia telah membuat Dea berada dibawah kungkungannya saat ini.
Dea memakai gaun dikamar itu membuat Kalen makin pusing dan panas dingin.Pria itu berusaha menahan diri agar tak menyerang sang istri.
"Mau menggodaku sayang?",ujar Kalen memeluk tubuh Dea dari belakang.
"Kak...aku--
"Apa, hum?",ujar Kalen menyibak rambut Dea kesamping lalu mengecup tengkuk Dea.
"Kak...kita bisa ketinggalan pesawat",lirih Dea.
"Baiklah kali ini kamu selamat sayang tapi tidak saat kita sampai di Bali nanti", jawab Kalen.
"Hah?"
...****************...
__ADS_1